Standing Man

Standing Man
Jihoon dan Final


__ADS_3

Jihoon telah melewati serangkaian pertarungan yang sulit dan berat di kompetisi The Shadows. Sekarang, dia telah mencapai final, di mana kemenangan akan memberinya hadiah uang yang sangat besar. Tetapi tantangan terakhirnya adalah seorang petarung dari Israel yang menguasai seni bela diri Krav Maga, salah satu disiplin bela diri yang paling mematikan di dunia.


Pertarungan dimulai dengan sangat cepat, dengan petarung Krav Maga dari Israel melancarkan serangan-serangan mematikan. Jihoon merasa kesulitan untuk menghindari serangan-serangan itu, karena gaya Krav Maga adalah tentang menyerang dan menonjolkan kelemahan lawan dengan cepat.


Pertarungan semakin sengit, dan Jihoon merasa semakin tertekan. Tidak seperti pertarungan sebelumnya, dia merasa benar-benar kesusahan menghadapi lawannya yang memiliki kecepatan dan kekuatan yang luar biasa.


Sejenak, Jihoon merasa seperti ingin menyerah. Tubuhnya sudah sangat lelah, dan dia merasa bahwa dia mungkin tidak bisa mengatasi kekuatan petarung Krav Maga ini. Tetapi kemudian, dia mengingat kembali tujuan sejati di balik perjalanannya.


Jihoon tahu bahwa dia datang ke kompetisi ini bukan hanya untuk uang, tetapi untuk mengungkap misteri di balik kelompok misterius The Shadows dan Death Eye. Dia ingat semua pengorbanan dan perjuangannya selama perjalanan ini, dan dia merasa bertekad untuk melanjutkan.


Dengan keberanian yang baru ditemukannya, Jihoon mencoba untuk mengikuti gerakan Krav Maga lawannya. Dia berusaha untuk memahami taktik dan teknik bela diri ini, meskipun tidak pernah benar-benar mempelajarinya sebelumnya.


Tidak lama kemudian, Jihoon mulai mengantisipasi gerakan lawannya dengan lebih baik. Dia mulai menghindari serangan-serangan dengan lebih baik dan menemukan celah dalam pertahanan lawannya. Jihoon mulai meluncurkan serangan-serangan baliknya sendiri, menggunakan pengetahuan yang baru ditemukannya tentang Krav Maga.


Pertarungan semakin seru, dan penonton tidak bisa menahan napas mereka. Jihoon dan petarung Krav Maga tersebut saling berhadapan dalam pertukaran serangan yang cepat dan mematikan.


Tetapi akhirnya, Jihoon berhasil melancarkan serangan yang sangat tajam dan cepat, membuat lawannya terjatuh ke mat. Jihoon tidak memberikan kesempatan padanya untuk bangkit, dan wasit mulai menghitung.


"Satu... dua... tiga..."

__ADS_1


Jihoon tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya untuk memenangkan pertarungan dan meraih hadiah besar. Dia memusatkan semua energinya dalam serangan terakhirnya.


"Sepuluh!"


Wasit mengumumkan kemenangan Jihoon. Jihoon berhasil memenangkan pertarungan ini dengan tekad dan pengetahuan yang baru ditemukannya. Dia merasa sangat bahagia dan lega bahwa dia tidak menyerah di tengah pertarungan yang sulit ini.


Jihoon telah mencapai tujuannya untuk mencari jawaban tentang The Shadows dan Death Eye, dan dia tahu bahwa perjalanan mereka masih belum berakhir. Namun, kemenangan ini adalah langkah penting dalam perjalanannya, dan dia merasa semakin kuat dan bertekad untuk melanjutkan perjuangan mereka.


Setelah kemenangan epiknya dalam kompetisi The Shadows, Jihoon diberikan hadiah uang yang sangat besar. Uang ini adalah hadiah untuk kemenangannya dalam kompetisi tersebut. Namun, bagi Jihoon, uang ini memiliki makna lebih dari sekadar kekayaan pribadi.


Jihoon tahu bahwa dia tidak akan mencapai kemenangan tanpa dukungan dan bimbingan Master Kim dan Soo Jin. Mereka telah menjadi tim yang solid selama perjalanan mereka, dan Jihoon merasa bahwa dia berhutang budi besar kepada mereka.


Setelah pertarungan terakhirnya, Jihoon mendekati Master Kim dan Soo Jin, yang juga berada di sana untuk merayakan kemenangannya. Mereka berdua melihat Jihoon dengan senyuman bangga.


Soo Jin mengangguk setuju. "Kami bangga menjadi bagian dari tim ini, Jihoon."


Jihoon merasa sangat bersyukur memiliki Master Kim dan Soo Jin di sisinya sepanjang perjalanan ini. Mereka telah memberinya dukungan, pelatihan, dan persahabatan yang sangat berarti.


"Dan itulah sebabnya aku ingin berbicara tentang hadiah kemenangan ini," kata Jihoon dengan tulus. "Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras kita bersama, dan aku merasa bahwa kita harus membaginya bersama."

__ADS_1


Jihoon kemudian mengeluarkan uang hadiahnya dan membaginya secara adil antara mereka bertiga. Master Kim dan Soo Jin terkejut oleh tindakan baik Jihoon ini. Mereka merasa sangat dihargai dan terharu.


Master Kim tersenyum. "Jihoon, ini adalah tindakan yang sangat baik. Kita berjuang bersama sebagai tim, dan sekarang kita berbagi hasil kemenangan ini bersama."


Soo Jin juga tersenyum setuju. "Ini adalah bukti bahwa persahabatan kita adalah hal yang paling berharga dari perjalanan ini."


Jihoon merasa sangat senang bahwa dia dapat membuat Master Kim dan Soo Jin bahagia dengan tindakannya ini. Baginya, uang hanya memiliki nilai nyata jika digunakan untuk membantu orang lain.


Setelah membagi uang hadiah, mereka semua duduk bersama dan merayakan kemenangan mereka. Mereka merencanakan untuk menggunakan sebagian uang tersebut untuk membantu panti asuhan di mana Jihoon dulunya tinggal. Jihoon sangat bersemangat untuk memberi kembali kepada tempat yang pernah memberinya tempat yang aman untuk tumbuh.


Beberapa hari kemudian, Jihoon, Master Kim, dan Soo Jin pergi ke panti asuhan bersama. Mereka membawa sumbangan uang yang besar untuk membantu panti asuhan tersebut. Jihoon ingin memberikan kesempatan yang lebih baik kepada anak-anak di sana, seperti yang pernah dia alami.


Anak-anak di panti asuhan tersebut sangat senang dengan kedatangan mereka. Jihoon, Master Kim, dan Soo Jin menghabiskan waktu bersama mereka, bermain, bercerita, dan memberikan semangat kepada anak-anak tersebut.


Jihoon bercerita kepada anak-anak tentang perjalanan hidupnya dan bagaimana dia juga pernah tinggal di panti asuhan. Dia memberi mereka motivasi untuk tetap percaya pada diri sendiri dan berusaha keras mencapai impian mereka.


Master Kim dan Soo Jin juga memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak tersebut. Mereka ingin memberikan contoh bahwa dengan kerja keras dan tekad, seseorang bisa mencapai apa pun yang diinginkan.


Setelah kunjungan mereka ke panti asuhan, Jihoon, Master Kim, dan Soo Jin merasa sangat bahagia dan puas. Mereka tahu bahwa uang hadiah mereka telah digunakan untuk tujuan yang baik, dan mereka telah memberikan harapan kepada anak-anak yang membutuhkannya.

__ADS_1


Mereka kembali ke kehidupan sehari-hari mereka, tetapi kemenangan dan pengalaman mereka dalam kompetisi The Shadows akan selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dalam hidup mereka. Mereka telah menghadapi rintangan dan bahaya bersama, dan mereka telah menunjukkan bahwa persahabatan, tekad, dan kebaikan hati dapat mengalahkan kegelapan.


Perjalanan mereka masih berlanjut, dan misteri di balik The Shadows dan Death Eye masih belum terungkap sepenuhnya. Tetapi mereka tahu bahwa mereka akan menghadapinya bersama-sama, sebagai tim yang kuat dan bersatu.


__ADS_2