
Setelah pertarungan sengit dengan raja baru, berita tentang pengunduran dirinya mulai menyebar di seluruh sekolah. Jihoon merasa lega bahwa sekolah sekarang bebas dari pengaruh The Shadows dan perintah-perintah aneh yang dikeluarkan oleh raja baru.
Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi ketika raja baru mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan sekolah untuk selamanya. Dia berbicara kepada seluruh siswa di aula sekolah dan mengatakan bahwa dia telah mencapai semua yang dia inginkan dan sekarang saatnya untuk melanjutkan ke tempat lain.
Banyak siswa terkejut oleh pengumuman ini. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dan siapa yang akan menjadi pemimpin sekolah setelah kepergiannya.
Jihoon juga merasa terkejut oleh pengumuman tersebut. Dia tidak pernah bermaksud untuk mengambil alih tahta raja baru. Baginya, yang lebih penting adalah mencari Death Eye dan mengungkap misteri di balik The Shadows.
Namun, raja baru tampaknya telah memutuskan bahwa Jihoon adalah orang yang paling pantas menggantikannya. Dia datang kepada Jihoon dan berkata, "Jihoon, aku telah memutuskan bahwa kau adalah orang yang paling cocok untuk menjadi raja berikutnya di sekolah ini. Aku memberikan tahta ini padamu."
Jihoon sangat terkejut dan tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia merasa bahwa dia tidak memiliki kemampuan atau minat untuk menjadi pemimpin sekolah. Namun, dia tidak ingin menolak secara kasar.
Setelah pertimbangan yang panjang, Jihoon akhirnya setuju untuk mengambil alih tahta raja. Namun, dia memiliki rencana yang berbeda. Dia ingin memberikan tanggung jawab ini kepada seseorang yang dia percayai dapat mengurus sekolah dengan baik.
Dia tahu bahwa Taehyun adalah orang yang paling cocok untuk menjadi raja berikutnya. Meskipun Taehyun adalah orang yang pendiam, Jihoon telah melihat kekuatan dan kebijaksanaan dalam dirinya. Mereka telah berlatih bersama di Taekwondo ITF, dan Jihoon tahu bahwa kemampuan Taehyun setara dengan dirinya sendiri.
Jadi, ketika Jihoon mengambil alih tahta raja, dia segera mengumumkan bahwa dia akan memberikan posisi tersebut kepada Taehyun. Meskipun banyak siswa merasa kaget oleh keputusan ini, mereka segera menyadari bahwa Jihoon memiliki alasan yang baik.
Taehyun awalnya ragu menerima tawaran tersebut, tetapi Jihoon meyakinkannya bahwa dia adalah orang yang tepat untuk tugas ini. Jihoon merasa bahwa dia harus kembali fokus pada misinya untuk mengungkap The Shadows dan Death Eye, dan dia tahu bahwa Taehyun adalah pemimpin yang dapat diandalkan untuk menjaga sekolah dalam kondisi baik.
Saat Taehyun menerima tahta raja, Jihoon merasa lega. Dia tahu bahwa dia telah membuat keputusan yang benar dan bahwa sekolah akan dalam tangan yang baik di bawah kepemimpinan Taehyun.
__ADS_1
Jihoon kemudian mengumumkan kepada semua siswa bahwa dia akan kembali fokus pada pelatihan bela diri dan penelusuran kebenaran. Dia mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukungnya dalam perjuangannya.
Setelah pemberian tahta, Jihoon terus berlatih di dojo Taekwondo ITF dan mencari petunjuk tentang The Shadows dan Death Eye. Dia tahu bahwa perjalannya masih panjang dan penuh bahaya, tetapi dia tidak akan pernah menyerah.
Sementara itu, Taehyun menjalankan tugasnya sebagai raja dengan bijaksana dan adil. Dia menerapkan perubahan positif di sekolah dan berusaha menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk semua siswa.
Jihoon dan Taehyun bekerja sama dalam mendukung satu sama lain dalam perjuangan mereka masing-masing. Mereka tahu bahwa mereka memiliki peran yang berbeda, tetapi tujuan mereka adalah untuk menjadikan Sekolah Menengah Sejati tempat yang lebih aman dan lebih baik.
Saat matahari terbenam di Sekolah Menengah Sejati, perjalanan Jihoon dan Taehyun yang penuh tantangan terus berlanjut. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi mereka siap untuk menghadapi semua rintangan yang mungkin ada di depan.
Setelah berhasil mencapai sabuk hitam dalam Taekwondo ITF dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai raja di Sekolah Menengah Sejati, Jihoon merasa bahwa dia ingin melanjutkan perjalanannya dalam dunia seni bela diri. Dia telah belajar banyak tentang disiplin, kekuatan, dan kebijaksanaan dari Taekwondo ITF, tetapi sekarang dia ingin menggali lebih dalam lagi ke dalam bela diri.
Dia mencari gym tinju terdekat di kota dan mulai menghadiri kelas-kelas tinju. Di gym ini, dia bertemu dengan seorang pelatih berpengalaman bernama Coach Anderson. Coach Anderson adalah seorang mantan petinju profesional yang telah menghabiskan puluhan tahun dalam olahraga ini.
Coach Anderson memperhatikan bahwa Jihoon memiliki potensi yang besar. Dia melihat ketekunan dan disiplin dalam diri Jihoon, dan dia setuju untuk melatihnya dalam tinju. Jihoon sangat bersemangat untuk memulai pelatihan baru ini.
Selama berbulan-bulan, Jihoon berlatih keras di gym tinju. Dia mempelajari teknik dasar tinju, seperti jab, cross, hook, dan uppercut. Dia juga belajar tentang pergerakan kaki, pertahanan, dan strategi dalam pertarungan tinju.
Selain itu, Jihoon juga menghadapi berbagai latihan fisik yang keras. Dia melakukan latihan skipping, mengangkat beban, berlari, dan melakukan latihan kardio yang intens. Pelatihannya di gym tinju menjadi pelengkap yang sempurna untuk pelatihan Taekwondo ITF-nya.
Saat berlatih di gym tinju, Jihoon mulai mengembangkan teknik dan gaya bertarungnya sendiri. Dia menggabungkan elemen-elemen dari Taekwondo ITF dan tinju untuk menciptakan gaya bertarung yang unik. Dia belajar cara menggunakan kelincahan dan ketangkasan dari Taekwondo ITF sambil memanfaatkan kekuatan dan teknik tinju.
__ADS_1
Coach Anderson sangat terkesan dengan kemajuan Jihoon. Dia melihat bahwa Jihoon memiliki bakat alami untuk tinju, dan dia bekerja keras untuk mengasah potensi itu. Jihoon menjadi semakin kuat dan terampil dalam bela diri, dan dia juga memperoleh rasa percaya diri yang lebih besar.
Suatu hari, Jihoon mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertandingan tinju amatir di kota. Ini adalah kesempatan besar bagi Jihoon untuk menguji keterampilan dan kemampuannya di dunia tinju.
Pertandingan itu berlangsung dengan sengit. Jihoon melawan seorang petinju amatir berpengalaman yang memiliki keterampilan yang luar biasa. Pertarungan berjalan sangat ketat, dengan keduanya saling menukar pukulan dan berusaha untuk mendominasi pertarungan.
Namun, Jihoon mampu menggunakan keahliannya dalam Taekwondo ITF untuk mendapatkan keunggulan. Dia menggunakan tendangan kaki cepat dan akurat untuk merusak pergerakan lawannya, dan kemudian dia mengunci lawannya dengan kombinasi serangan tinju yang mematikan.
Pertarungan berakhir dengan kemenangan Jihoon. Dia merasa puas dengan kinerja dan kemajuannya dalam tinju, tetapi dia juga tahu bahwa masih banyak hal yang harus dia pelajari.
Setelah pertandingan itu, Jihoon terus berlatih dan berkompetisi dalam lebih banyak pertandingan tinju amatir. Dia merasa bahwa dia telah menemukan minat dan hasrat baru dalam hidupnya, dan dia ingin menjadikan tinju sebagai bagian penting dari perjalanannya.
Selain belajar teknik dan strategi tinju, Jihoon juga memahami nilai-nilai yang diajarkan oleh bela diri. Dia belajar tentang disiplin, ketekunan, keberanian, dan rasa tanggung jawab. Semua pelajaran ini akan berguna tidak hanya dalam tinju, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Jihoon juga menyadari bahwa tinju adalah cara yang baik untuk menjaga fisiknya tetap bugar dan kuat. Dalam perjalanannya untuk mengungkap kebenaran di balik The Shadows dan Death Eye, dia tahu bahwa dia harus tetap dalam kondisi fisik yang prima.
Sementara Jihoon terus berlatih dan berkembang dalam tinju, dia juga tidak pernah melupakan misinya untuk mengungkap misteri di balik The Shadows dan Death Eye. Dia tahu bahwa tantangan yang lebih besar mungkin ada di depan, dan dia siap untuk menghadapinya dengan keberanian dan kekuatan yang baru dia peroleh.
Akhirnya, Jihoon menyadari bahwa bela diri adalah perjalanan yang tak pernah berakhir. Setiap langkah yang diambilnya, setiap pelajaran yang dipelajarinya, dan setiap tantangan yang dia hadapi adalah bagian dari perjalanannya menuju pertumbuhan, penemuan diri, dan perubahan yang positif dalam dunia yang dihadapinya.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Jihoon siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin ada di depannya, baik dalam tinju maupun dalam pencarian kebenarannya.
__ADS_1