Standing Man

Standing Man
Pertemuan dengan Misteri Mata Merah


__ADS_3

Sementara Jihoon terus menjalani perjuangan untuk mengubah Sekolah Menengah Sejati, dia tanpa sadar melangkah ke dalam pusaran misteri yang lebih gelap. Suatu malam, setelah pertemuan Klub Perubahan, ketika dia berjalan pulang sendirian, dia merasa bahwa ada yang aneh di sekitar sekolah.


Lampu jalanan berkedip-kedip, menciptakan bayangan yang menakutkan di setiap sudut koridor. Malam itu sangat gelap, dan udara terasa dingin. Jihoon berjalan dengan hati-hati, mencoba untuk tidak merasa cemas. Namun, dia merasa bahwa dia tidak sendirian di sana.


Saat dia mendekati sebuah bangunan tua di sisi sekolah yang ditinggalkan, dia mendengar suara langkah kaki yang pelan di belakangnya. Jihoon berhenti sejenak dan berbalik, mencoba untuk melihat siapa yang mengikutinya. Namun, di tengah kegelapan, dia hanya melihat sosok yang samar-samar, dengan sepasang mata yang bersinar merah.


Jantung Jihoon berdebar keras. Sosok itu mendekatinya dengan cepat, dan ketika dia semakin mendekat, mata merahnya semakin terlihat jelas. Jihoon merasa takut, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Orang ini, atau apapun itu, terasa sangat berbahaya.


Saat orang misterius itu berdiri hanya beberapa langkah dari Jihoon, dia akhirnya berbicara dengan suara berat yang menggema, "Kau adalah Park Jihoon, bukan?"


Jihoon hanya mampu mengangguk dengan gemetar. Dia merasa terjebak dalam keheningan yang menakutkan, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Orang misterius itu melanjutkan, "Aku tahu tentang apa yang kau lakukan di sekolah ini, tentang Klub Perubahanmu, dan tentang Standing Man. Aku datang untuk memberikanmu sebuah peringatan."


Jihoon mulai sedikit mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. "Siapa kau? Apa yang kau inginkan dariku?"


Sosok misterius itu tersenyum, tetapi senyum itu tidak membawa rasa keamanan. "Aku adalah pengamat di balik layar, Jihoon. Dan aku memiliki nafsu untuk memburu yang kuat."


Jihoon merasa perasaannya campur aduk antara takut dan bingung. "Apa maksudmu dengan 'memiliki nafsu untuk memburu yang kuat'?"


Orang itu mengangkat satu alisnya, dan mata merahnya berkilat lebih terang. "Kekuatan adalah hal yang menarik, Jihoon. Aku ingin melihat apakah kau benar-benar sekuat yang dikatakan orang."


Namun, sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi, Jihoon mendengar suara langkah kaki yang mendekat dengan cepat. Seseorang tiba-tiba muncul dari kegelapan dan melompat untuk menghadang orang misterius itu. Sosok tersebut memiliki pakaian yang mencolok dengan sehelai mantel berwarna merah menyala.

__ADS_1


Orang misterius itu melihat kedatangan sosok yang tiba-tiba itu dan tampak terkejut. "Kau? Kenapa kau di sini?"


Sosok dengan mantel merah tidak menjawab, tetapi dia tampak siap untuk melindungi Jihoon. Mereka berdua terlibat dalam konfrontasi singkat, dengan Jihoon hanya bisa menonton dengan penuh ketegangan.


Setelah beberapa saat, orang misterius itu akhirnya berbicara, "Baiklah, kita akan bertemu lagi, Jihoon." Dengan itu, dia menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Jihoon, yang masih bingung, di sana.


Sosok dengan mantel merah menghampiri Jihoon dan berkata dengan suara tenang, "Kau baik-baik saja?"


Jihoon hanya bisa mengangguk, masih terguncang oleh pertemuan yang aneh tadi. "Siapa dia? Mengapa dia menginginkan sesuatu dariku?"


Sosok dengan mantel merah menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu pasti. Tapi aku merasa bahwa ada lebih banyak yang harus kita pelajari tentang orang itu. Kita harus berhati-hati, Jihoon."

__ADS_1


Mereka berdua kemudian berpisah, dan Jihoon pulang dengan hati yang masih berdegup kencang. Pertemuan dengan sosok misterius dengan mata merah telah mengguncangnya dan meninggalkan banyak pertanyaan di benaknya. Siapakah orang itu dan apa yang dia inginkan dari Jihoon?


Ini adalah sebuah misteri baru yang akan Jihoon hadapi di antara pertarungan-pertarungan yang sedang berlangsung di Sekolah Menengah Sejati. Kejadian ini membuatnya merasa semakin rentan, tetapi juga semakin tertarik untuk mengungkapkan kebenaran di balik semua ini.


__ADS_2