Standing Man

Standing Man
Death Eye


__ADS_3

Jihoon menghabiskan beberapa hari berikutnya dengan perasaan cemas. Pertemuan dengan sosok misterius yang memiliki mata merah, dan sekarang dikenal sebagai "Death Eye," telah meninggalkan bekas yang mendalam dalam pikirannya. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Death Eye atau mengapa mereka tertarik padanya.


Dia memutuskan untuk berbicara dengan Yoojin dan teman-temannya dalam Klub Perubahan tentang pertemuan itu. Mereka duduk bersama di sebuah ruangan yang tenang setelah jam pelajaran.


Yoojin berseru, "Ini benar-benar aneh, Jihoon. Seseorang dengan mata merah yang misterius, yang hanya mengenalmu dengan namamu, dan kemudian ada sosok ber mantel merah yang muncul untuk menyelamatkanmu. Apa yang sebenarnya terjadi?"


Jihoon menggelengkan kepala. "Aku tidak tahu pasti. Yang aku tahu adalah bahwa Death Eye, begitu dia memperkenalkan dirinya, memberiku peringatan dan mengatakan bahwa dia ingin melihat seberapa kuat aku."


Seorang teman yang duduk di sebelah Jihoon bertanya, "Apa yang dia maksud dengan 'seberapa kuat'? Apa yang mereka inginkan?"


Jihoon berpikir sejenak sebelum menjawab, "Aku pikir mereka menginginkan aku untuk menunjukkan bahwa aku bisa mengatasi semua pertarungan yang datang padaku. Tapi ada sesuatu yang lebih aneh tentang mereka, sesuatu yang tidak bisa kuterangkan dengan jelas."

__ADS_1


Klub Perubahan mulai merencanakan bagaimana mereka bisa mengungkap lebih banyak tentang Death Eye dan maksud sebenarnya di balik pertemuan itu. Mereka sepakat untuk mengumpulkan informasi dan menyelidiki siapa Death Eye sebenarnya. Jihoon merasa lega bahwa dia tidak sendirian dalam menghadapi misteri ini.


Beberapa hari berlalu tanpa kejadian lebih lanjut, tetapi malam itu, ketika Jihoon sedang berjalan pulang dari pertemuan Klub Perubahan, dia merasa bahwa dia sedang diikuti lagi. Dia mempercepat langkahnya, mencoba untuk menyusul, tetapi perasaan cemasnya semakin kuat.


Malam itu begitu gelap dan dingin, dan dia merasa bagai terperangkap dalam situasi yang menegangkan. Namun, kali ini, bukan Death Eye yang datang ke arahnya, melainkan sosok dengan mantel merah yang muncul kembali.


Mereka berdua berdiri berhadapan, dan sosok dengan mantel merah berkata dengan suara lembut, "Jihoon, aku tahu bahwa pertemuan pertamamu dengan Death Eye meninggalkan banyak pertanyaan. Aku datang untuk memberimu jawaban."


Sosok tersebut melanjutkan, "Death Eye adalah bagian dari sebuah kelompok rahasia yang disebut 'The Shadows.' Mereka adalah kelompok yang misterius dan sangat berkuasa, dan tujuan mereka adalah untuk menguji kekuatan individu dan memilih mereka yang dianggap pantas untuk bergabung."


Jihoon merasa semakin bingung. "Kenapa mereka menginginkan aku? Apa yang bisa aku tawarkan kepada kelompok seperti itu?"

__ADS_1


Sosok ber mantel merah menjawab, "Kekuatanku yang mereka cari adalah bukan hanya kekuatan fisik, Jihoon. Mereka mencari seseorang yang memiliki potensi untuk membawa perubahan, untuk mengubah dunia di sekitarnya. Dan mereka melihat potensi itu dalam dirimu."


Jihoon merasa berat. Baginya, menjadi bagian dari kelompok seperti The Shadows tidak terdengar seperti pilihan yang baik. Dia ingin menggunakan kekuatannya untuk melakukan perubahan yang positif, bukan untuk tujuan yang tidak jelas seperti yang diinginkan oleh Death Eye dan kelompoknya.


Sosok ber mantel merah itu melanjutkan, "Aku ingin membantumu, Jihoon. Aku adalah bagian dari kelompok rahasia lain yang bertentangan dengan The Shadows. Kami ingin melindungi orang-orang seperti kamu dan menghentikan rencana jahat mereka."


Jihoon merasa sedikit lega mendengar bahwa ada kelompok yang akan membantunya melawan The Shadows. Namun, dia masih memiliki banyak pertanyaan tentang siapa sosok ber mantel merah


ini dan kelompoknya.


Mereka berdua berbicara untuk beberapa saat lagi, merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mereka untuk mengungkap rencana The Shadows dan menjaga Jihoon dan siswa lainnya dari ancaman yang tidak diketahui.

__ADS_1


Setelah pertemuan itu, Jihoon merasa lebih percaya diri bahwa dia tidak akan sendirian dalam menghadapi Death Eye dan The Shadows. Dia merasa tekadnya untuk melakukan perubahan yang positif di sekolah ini semakin kuat, dan dia siap untuk menghadapi semua tantangan yang akan datang.


__ADS_2