
Hallo
namaku Alona Grizella Mayasari, aku tinggal bersama nenek asih dan bibi wening, aku duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 4 SD, Umurku 10 tahun.
Nenek bilang ayah dan ibuku sudah tidak ada, kata nenek mereka meninggal karna kecelakaan, Tapi yang aku dengar dari cerita tetangga katanya mereka masih hidup dan tinggal di kota. Kadang, akupun merasa bingung harus mempercayai cerita yang mana Aku selalu berharap bahwa semua yang dikatakan tetangga tetanggaku itu benar akupun akan selalu mengharapkan mereka menjemput dan membawaku kerumah mereka lalu setelah itu kami hidup bahagia deh, seperti dongeng yang selalu aku baca di buku hehe.
Setiap pagi Nenek selalu membangunkan ku sebelum saudari saudariku yang lain bangun, aku membantu nenek mengerjakan semua pekerjaan rumah sebelum berangkat ke sekolah. dan aku merasa senang melakukannya.
Setelah pekerjaan rumah selesai, aku menyiapkan dagangan ku. untuk ku bawa ke sekolah karna selain aku selalu di bangunkan lebih awal akupun tidak pernah diberi bekal seperti saudari saudariku yang lain, tapi tidak masalah aku yakin nenek menyuruh ku untuk berjualan karna nenek sayang pada ku. mungkin saja nenek ingin mengajarkanku hidup mandiri.
pagi hari...
Setelah alona menyiapkan sarapan pagi di meja, lalu mereka makan bersama tetapi hanya alona yang selalu makan di bawah lantai sedangkan yang lainnya makan di atas meja
" Alona..." panggil bibi wening sambil beranjak dari duduk nya tanda bahwa dia telah menyelesaikan sarapan pagi nya.
__ADS_1
" Iya bi! " saut alona sambil menunjukan senyum manis nya yang tulus.
" jika sarapan mu telah selesai segeralah beres kan mejanya lalu cuci semua piring!" tegas bibi wening pada alona
" I..iya bi " sahut alona sambil beranjak dari duduk nya
" Bagus, yu sayang kita harus segera berangkat nanti kamu telat. Bu... wening pamit ya mau mengantar anak anak" ucap bibi wening pada alona dan nek asih sambil meraih tangan kedua anak nya yaitu Tara dan Tesa
" Oke mah " ucap keduanya sambil beranjak turun dari kursi lalu melirik ke arah lona bersamaan. keduanya kompak menjulurkan lidah pada lona seolah
sedanga berkata ' emang enak '.
Setelah mereka selesai makan, alona merapikan meja makan, lalu mencuci piring dan bergegas berangkat menuju sekolah, sedangkan kedua saudarinya sudah di antarkan ke sekolah oleh bibi wening menggunakan kendaraan bermotor sejak selesai makan tadi pagi.
Alona selalu berjalan kaki untuk sampai kesekolahnya jarak rumah lona dan sekolah kira kira 2kilo meter sebab itulah alona selalu terlambat ke sekolah
__ADS_1
mana mungkin, 2kilo itu kan sangat jauh? lona kan masih kecil, mana mungkin dia sanggup?
itu buktinya lona sampe kesekolah setiap harinya.
saat tiba di Sekolah...
"Nak lona, telat lagi yah?" tanya pak satpam pada lona, dengan tatapan sendunya.
Karna pak satpam tersebut sudah mengetahui penyebab lona yang selalu datang terlambat ke sekolah, karna pak satpam merasa kasihan pada lona jadi pa satpam selalu membukakan gerbang dan mengijinkan lona masuk tanpa bertanya atau berdebat.
" iya pak satpam maaf kan alona yah. alona boleh masuk ga pak satpam?" Tanya lona pada satpam sambil menundukan kepalanya karna merasa bersalah.
"Lona, Panggil aja pa otoy yah, yasudah cepat masuk nanti kamu di hukum bu guru lagi!" ucap pa satpam otoy pada alona.
" makasih ya pa satpam otoy. lona masuk dulu ya pak, Assalamualaikum" ucap lona tak lupa menunjukan senyum manis nya dan berterimakasih lalu bergegas pergi.
__ADS_1
" ya tuhan jagalah anak itu semangatnya nampak ta pernah padam walau hidupnya begitu rumit " lirih pa otoy dalam hati sambil memandang nanar kepergian alona.
Alona berlarian kalang kabut menuju kelas. keringat bercucuran membasahi pelipisnya, namun ta membuat alona berhenti dari larinya ia terus berusaha secepat mungkin sampai di kelasnya.