
" salma.. tolong turunkan aku di depan persimpangan jalan itu saja ya" ucap alona pada salma.
Salma terlihat bingung dan berusaha menerka nerka mengapa temannya ini ingin turun di persimpangan jalan. padahal jarak rumah nya dan persimpangan masih jauh.
Salma mengerutkan dahinya lalu bertanya dengan nada yang menyelidik" loh ko gitu bukannya rumah kamu masih jauh yah alona?"
" ah tidak papa salma. aku hanya ingin mampir dulu sebentar ada urusan yang harus aku selesaikan sebelum pulang." ucap lona berbohong karna ta ingin dikasihani oleh temannya.
Salma terkejut saat tiba tiba alona menepuk bahunya " hey kamu ini kenapa? Suka sekali melamun jika ada masalah, berbagilah dengan ku " ucap alona sambil tersenyum manis.
" ah.. tidak! tidak papa aku hanya sedikit pusing saja. yasudah kamu hati hati ya dijalan bay alona." ucap salma gugup sambil menutup kaca mobil nya
Setelah salma pergi alona bergegas mencari tempat untuk mengganti seragam nya dengan baju biasa, setelah selesai lona berjalan menuju lapak tempat biasa alona berjualan.
di sebuah rumah...
" Lona....LONA....LONA!!!" Panggil seorang pria setengah mabuk dengan nada yang tinggi sampai sampai se isi rumah penasaran dari mana sumber suara itu.
satu persatu penghuni rumah berhambur keluar.
" ada apa ini mas? Alona tidak ada di sini dia belum kembali dari sekolah nya!" Ucap bi wening pada suaminya yang sekarang berada dalam keadaan setengah sadar karna pengaruh minuman.
" Dimana dia sekarang? DIMANA!" Ucap Deri sambil mencengkram kuat tangan wening dengan nada yang menyeramkan seolah ingin menelan seseorang.
" aww.. sakit mas sabar dong gausah marah marah gitu lagian ngapain sih nyari nyari alona palingan juga dia lagi jualan, cari saja sana di persimpangan jalan" ucap bi wening dengan jengkelnya karna ta mengerti dengan apa yang diinginkan suaminya itu.
" iya ni bapak kenapasi dateung dateung bukannya bawain Tesa oleh oleh malah nyari nyari si anak gajelas itu!" ucap tesa sambil bersidekap dada dan memalingkan wajahnya seraya membalikkan badannya masuk ke dalam rumah dengan gaya berjalan yang dihentak hentakan ke tanah.
Ta lupa diikuti tara di belakangnya yang sedari tadi memilih untuk bungkam.
" ada apasi nih ribut ribut, kamu kenapa deri? Kamu minum lagi? Astagfirullah nak tobat nak tobat! ibu takut kamu kenapa napa " ucap nek asih berjalan tergopoh gopoh menghampiri Deri susah payah dengan tongkat ditangannya.
" Arrggh..... BERISIK! Mening Gua cari si Alona itu!" Ucap Deri berjalan pergi meninggalkan halaman Rumahnya.
" mau kamu apakan Lona Deriii... " ucap nek asih
" JUAL! " Teriak deri yang sudah menjauh dan hilang dari pandangan
" yang ini berapa dek? " tanya pembeli
" 2000 pak " jawab alona tak lupa dengan senyum manis nya.
"saya beli 20 ya, tolong segera di bungkus saya sedang terburu buru." ucap sang pembeli itu
" serius pak? mau yang mana? Vanila atau coklat?" Tanya lona antusias pada sang pembeli.
"Terserah kamu saja" ucapnya sambil memandang alona dengan tatapan yang sulit di artikan.
" pak! pak ini pak pesanannya jadi semua totalnya 40 Ribu" ucap alona melambai lambaikan tangan di hadapan pria yang menjadi pelanggannya itu.
__ADS_1
Tanpa sadar sang pembeli menatap lona terlalu lama hingga ia terkesiap saat lona melambai lambaikan tangan di hadapannya, lona merasa ta suka dengan tatapan nya hingga senyum ramah alona diawal hilang berganti dengan tatapan dinginnya.
" maaf pak apakah tidak ada uang kecil? saya tidak punya kembalian?" ucapnya dengan nada rendah namun ta seramah diawal.
"yasudah tidak papa ambil saja kembaliannya untuk kamu" ucap sang pembeli sambil berjalan pergi menibggalkan lona
" eum pak tunggu...begini saja, bagaimana kalo besok bapak kembalilah kesini dan ambilah kembaliannya?."
" baiklah kalo kau memaksa tapi saya tidak bisa berjanji "
Tak lama setelah pembeli itu pergi,
Lona bergegas membereskan dagangannya dan berniat untuk segera pulang namun...
Dari kejauhan suara Berat memanggil manggil nama lona dengan kasar
" LONA! LONA! DIMANA LO HAH " teriak seorang peria memanggil nama nya.
" sepertinya aku kenal dengan suara ini, ah paman? Mengapa dia terdengar sangat marah, apakah aku membuat kesalahan? Ya Tuhan lindungilah aku" ucap alona dalam hati sambil menahan tubuhnya yang sudah gemetar dan pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.
Dipinggiran jalan tempat alona berjualan orang orang sudah ramai mengelilingi keributan yang dibuat deri. deri memaksa alona untuk ikut dengan nya menyeret tangan alona dengan kasar.
Lona berusaha meminta tolong tapi taada yang berani menolongnya taada yang berani melarang Deri karna postur tubuhnya yang kekar dan dipenuhi tato serta mimik muka yang amat sangar membuat yang menyaksikan derama itu hanya saling berbisik menatap iba pada alona yang malang.
" ikut guaa! " bentak Deri pada alona sambil menarik tangan alona hingga alona berjalan mengikuti langkah deri dengan terseret seret.
" tidak mau paman! tidak mau! lona mau pulang heuu... hiks hiks hiks nenek...." ucap alona sambil terus meronta ronta terisak dan berteriak berharap ada orang yang akan berbaik hati menolong nya.
Alona tak henti hentinya berdoa pada tuhan berharap tuhan bersedia menurunkan malaikat penolong untuknya. alona benar benar sudah tidak tau harus apa lagi karna dia tau jika deri sedang semarah ini dia tidak akan bisa lepas dengan mudah.
Nek asih menyusul deri ke persimpangan jalan tempat lona biasa berjualan nek asih berusaha mengedarkan pandangannya namun nek asih tak menemukan orang yang dicari disana
berharap menemukan mereka.
" permisi ibu ibu. nenek sedang mencari cucu nenek yang biasa berjualan disini, apa ibu melihat nya? " jelas nek asih pada sekerumunan ibu ibu yang baru saja menyaksikan drama yang baru saja dibuat Deri.
"oh yang jualan puding itu ya bu?" Tanya nya memastikan.
"ah iyh benar. dimana dia sekarang?"
" oh yang itu barusaja ada bapa bapa yang menyeretnya pergi, tampilannya si kaya preman nek " ucap ibu ibu itu pada nek asih " semoga cucuk nya baik baik saja ya nek saya pergi dulu permisi" pamitnya pada nek asih
deg...
" ya Allah kemana Deri membawa cucuk ku. lindungilah dia Tuhan, semoga Deri tidak melakukan hal yang membahayakan alona lagi. ya Tuhan kemana aku harus mencarinya? " ucap nek asih dalam hati sambil berjalan melamun hingga...
Brakk
" aduh.. " lirih nek asih
__ADS_1
" ya ampun nek maaf maaf, maafkan saya, mari nek saya bantu nenek bangun." ucap seorang anak laki laki yang bertabrakan dengan nek asih
" maaf kan nenek ya cu nenek tak sengaja nenek sedang mencari cucu nenek yang hilang " ucap nek asih dengan suara paruhnya.
" memangnya cucuk nenek hilang dimana usianya berapa tahun? Mari nek biar saya bantu sebagai permintaan maaf " ucap anak laki laki itu sambil membantu nek asih berjalan.
" ah terimakaih cu kamu baik sekali apa tidak merepotkan mu? " tanya nek asih pada anak laki laki itu.
" ah tidak nek mari."
Mereka terus menyusuri jalanan tak lupa sepanjang jalan setiap bertemu dengan orang orang nek asih menyebutkan ciri ciri alona pada orang orang berharap ada yang melihatnya dan memudahkan nek asih untuk menemukan alona.
•••••••
alona dibawa ke sebuah tempat yang tersembunyi.
disebuah ruangan yang luas hampir mirip seperti sebuah lapangan dengan dinding dan lantai yang diberi nuansa hitam abstrak ditambah banyaknya deretan kamar dengan lorong panjang yang gelap di bawah hiasan lampu gantung remang remang terdengar banyak suara jeritan tangisan anak anak dan bau amis darah yang begitu menyengat menusuk hidung.
" Aku telah membawa barang yang kau mau" ucap Deri pada seorang lelaki yang umurnya kira kira sama dengannya sekitar 35 tahunan
" Gua kira lu boong lagi, tapi ternyata tidak baguslah " ucap lelaki itu sambil mengambil alih lona.
alona terkejut bukan main badan nya membeku seketika kala melihat seorang peria yang keluar dari salah satu kamar di ujung lorong. pria itu menyeret mayat anak perempuan yang bagian tubuhnya telah terpisah pisah.
bagian kepala di tenteng di kiri sambil di seret darah bercucuran berserakan dimana mana bagian kaki dan tangan di kanan dan terikat pada tali sedangkan badannya entahlah. karna pria itu tidak terlihat membawa badan si mayat.
" paman dia siapa paman? alona ga mau ikut sama om ini alona mau pulang lepasin ish" alona terus berusaha berontak namun tenaganya kalah besar dengan kedua bodyguard yang memegangi tangannya.
" aku telah menepati janjiku Sersan. sekarang mana bayaran ku?" ucap Deri sambil menamprakan tangannya.
" Hahaha kalo masalah duit aja ingeut lo, tenang saja Deri. lihat lah dibelakang mu ada koper besar. semua uang itu sudah cukup untuk bayaran mu ambil saja." ucap laki laki itu enteng.
Deri berjalan mendekati koper nya dan memastikan isinya sesuai yang dijanjikan. setelahnya deri bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Tanpa Deri sadari sedari tadi ada orang yang mengikutinya semua perbuatan Deri terrekam oleh camera nya.
Sebelum alona benar benar dibawa masuk kedalam sebuah ruangan yang sama tempat dimana pria tadi keluar menggusur mayat oleh orang orang suruhan laki laki tua itu. seseorang yang sedari tadi mengawasinya bergerak cepat membunyikan sirineu polisi dan melepaskan 1 tembakan ke udara dan satu lagi tepat di kaki orang suruhan yang memegangi alona.
Dorr.. Dorr..
"shittt sialan.. Deri bodoh kenapa bisa ada yang mengikuti mu!"
beberapa detik setelah tembakan di layangkan pasukan polisi masuk dan menggeledah tempat tersebut. hanya sebagian yang berhasil di amankan sisanya berjasil kabur lewat pintu bawah tanah.
Sontak saja semua yang ada di situ berhamburan melarikan diri karna terlalu panik. sang bodyguard yang memegangi alona melepaskan pegangannya dan meninggalkan alona disana.
Alona Berlari menghampiri orang yang menyelamatkannya dan berhambur memeluknnya dengan badan yang bergetar.
Setelah merasa lebih baik, alona melepaskan pelukannya dari orang itu perlahan ia membuka matanya dan mendongakkan kepala keatas melepaskan pelukannya lalu berusaha mengenali orang yang berada dihadapannya ini.
__ADS_1
" loh om ini kan... " kaget alona sambil menatap orang yang ada dihadapannya tapercaya.
perlahan Alona memundurkan langkah nya.