
*Jangan terlalu menyesali apa yang terjadi di masa lalu. Semua sudah terjadi, tidak ada yang bisa diubah. Terima. Jadikan itu sebagai pelajaran untuk masa kini dan masa depan yang lebih baik.
○○○○
diperjalan menuju tempat kerja lona. varo terlihat memikirkan sesuatu. saking frustasinya ia, dengan pikirannya itu. varo membuka topik pembicaraannya terlebih dulu " Mmm... bul, coco mau ngomong sesuatu, boleh ga?" ucap varo memulai pembicaraan.
" Boleh kok tanya aja, coco kenapa si biasanya juga kalo nanya langsung aja gak nanya dulu boleh engga nya." ucap lona asal menjawab. tapi ternyata berhasil membuat varo salah tingkah. what apa coba ulang? salah tingkah? maksudnya ow ow ow..
" a. aa.. emm hehe iya si ya mmm.. itu jadi gini em aku.."
saut varo gelagapan. kata kata yang telah varo siapkan ternyata hilang tanpa pamit huh menyebalkan
sebelum varo menyelesaikan bicaranya obrolan mereka terpaksa harus terhenti. karna sekarang mereka sudah berada di depan coffee shop tempat lona bekerja. hingga suara seseorang membuyarkan keheningan diantara mereka berdua
__ADS_1
" Hey lona. apa yang sedang kau lakukan bukankah kau sudah terlambat mengapa masih berdiri disitu cepatlah, segera kedapur selesaikan semua pekerjaan, pekerjaan mu menunggu" ucap kak Risa sang pemilik coffee shop itu yang dulu bertemu dengan lona di pinggir jalan. Kak Risa pula lah yang menawarkan lona pekerjaan ini hingga lona bisa mencukupi kehidupannya sampai sekarang.
suara kak risa benar benar membuat keduaya kaget sampai terlonjak seketika kesadaran keduanyapun kembali " oh iya kak maaf ya lona terlambat tadikan lona udah ijin telat iyakan kak? yasudah kalau begitu lona ganti baju dulu ya kak." ucap lona tergesa gesa hingga lupa dengan varo yang sudah ia tinggalkan di parkiran depan coffee.
.......
tara dan tesa kini sedang berada disebuah mall yang cukup besar mereka nampak sedang bercanda ria bersama tawa yang mereka keluarkan seperti taada beban.
" haha go**ok lu, candaan lu receh gila " ucap tesa terkikik menatap saudarinya itu
" eh elu yang go**ok. sableng gak sopan lu ama abang sendiri gaada hormat hormatnya lo ama gua" saut tara dengan mimik muka yang dibuat sinis
" waww abang gua sekarang gila hormat ya pejabat lo?" ucap tesa dengan nada yang agak keras dan lebih tepatnya mungkin kata kata "sindiran" namun bukan itu yang dimaksud tesa
__ADS_1
setelah beberapa detik hening.
" eh bang ngomong ngomong si lona gimana ya sekarang, emm.. pasti dia gak sekolah atau mungkin jadi gembel awh atau mungkin juga dia jual diri kali ya biar bisa sekolah" ucap tesa sambil memasukkan barang barangnya kedalam mobil.
entah ada yang salah atau bagaimana tapi yang jelas tara tidak merespon sedikitpun dan langsung menutup bagasi dengan tidak santainya. tesa mencoba mengingat ngingat apa yang dia ucapkan namun menurut tesa dia tidak menemukan kesalah dalam ucapannya tadi. " e eh ludengerkan gue ngomong apa barusan " ucap tesa menahan tangan tara
" udalah tes jangan bahas dia lagi. lo juga kenapasi sukaaaa.. banget liat orang menderita lo gak kasian apa sama dia, dia udah gapunya siapa siapa lagi tes" ucap tara
" o yah lo juga tara! kenapa dari dulu lo selalu aja belain dia daripada gue lo tu harusnya dukung gue bukan si anak sialan itu yang adik lo iti gue tara gue! bukan dia. ouh atau jangan jangan lo ada feeling sama dia ya" ucap tesa dengan marah dan kesal masuk kedalam mobil yang diikuti tara dibelakangnya
" gua ga punya feeling apapun sama dia ingeut itu!" saut tara dengan penuh penekanan
.......
__ADS_1