Story Si Jutek Tomboy

Story Si Jutek Tomboy
BAB 14


__ADS_3

Dan ini adalah hukuman pertama bagi salma. Hukuman ini sudah tak asing mungkin bagi anak anak lainnya tapi bagi salma ini pertamakalinya.


"Apenih.." ucap salma sambil memandang hamparan bata putih di depannya" wagelasih hahahaha.... Gas lah " lanjutnya lantang sambil tertawa, gila? Tidak dia tidak gila. Dia menertawakan dirinya sendiri mengapa bisa dia begitu santai saat dihukum dan lagi dia merasa taada beban.


30 menit telah berlalu apa yang dia lakukan? Lari  Mengelilingi lapangan? No dia berjalan santai sambil bertingkah tak jelas.


Laki laki bertubuh atletis berdiri di pojok tihang memeperhatikannya dengan seksama. Mungkin yang ada di pikirannya saat itu adalah fiks cewe nakal! Gak jelas!.


Bel kelas berbunyi. Dan ya Pulang, akhirnya bel pulangpun dibunyikan ini bel yang paling kita para murid nantikan.


Entahlah ini hari apa. tapi yang jelas hari ini salma sangat aneh. Perasaannya menginginkan dia tetap di sini. di sekolah 


Akhirnya setelah yang kesekian kalinya salma bertanya pada dirinya sendiri untuk pulang atau tetap disana. Salma memutuskan untuk diam ditaman sekolah duduk sendiri dan termenung disana. 


" huffff capek... " ucapnya menghempaskan diri di bangku taman

__ADS_1


" Nih ambil buat kamu " titah seorang pria dengan tas yang menggantung dibahu kirinya " kenapa kamu liatin aku sambil bengong begitu terpesona ya?" Sarkasnya pede


"Hello, lo siapa ya so kenal banget. Gak! GAK MAU! gue gak mau terima. buat lo aja sono, jangan jangan lo mau apa apain gue lagi lewat minuman itu." balas salma memalingkan wajah kearah lain.


" terserah kamu mau ngomong apa, aku taro minuman nya disini yah. Kalo stres nya udah beres cepet pulang jangan pulang malem malem disini banyak yang puti putih bay" ucap peria itu sambil melangkah pergi meninggalkan salma


" idih njiss banget tu cowo. Gajelas " omel salma pada peria itu.  


Beberapa saat kemudian salma mulai memikirkan perkataan pria asing tadi tentang benda putih putih dia melirik kanan kiri depan belakang atas bawah ternyata hari memang sudah mulai gelap " Astagfirullah gue baru nyadar yang dia maksud putih putih tu ternyata..." gumamnya dalam hati


"Huaaaaa papaaaaaaah takuuuut..  " teriak salma menyambar tas dan berlari secepat kilat meninggalkan taman.


" Loh ko nanya papah. Mana papa tau papahkan juga baru sampe rumah emang nya mang Jo gak jemput salma?. "


" kan mang Jo izin pulang kampung pah. Masa papah lupa sih " jawab ibu salma sambil terus mondar mandir di  depan sang suami

__ADS_1


Begitu mendengar suara deru motor yang tak dikenal berada di depan rumah ibu salma tergopoh gopoh berlari kedepan pintu gerbang dan melihat siapa yang datang.


Alangkah terkejutnya ibu salma melihat anak sulung, satu satunya pulang diantar pria. Masalahnya bukan itu, masalahnya adalah ini pria pertama yang dia bawa pulang selama 16 tahun dia bernafas.


" assalamualaikum "


"Mah"


"Tante"


Jawab keduanya bersamaan


" waalaikumussalam , eh ini siapa sal? Yaudah yu masuk dulu aja pamali magrib magrib diluar " ajak ibu salma pada salma dan sang pria


" oh engga mah dia sibuk katanya iya kan? Iya kan? Jadi sekarang dia udah harus langsung pulang iya kan? Soalnya ortu nya pasti nyariin juga iya kan? " ucap salma nyerocos sambil mendorong dorong bahu si pria memberi kode agar dia segera meninggalkan halaman rumah nya. Lalu menarik narik lengan ibunya agar mengikutinya segera masuk ke dalam rumah

__ADS_1


" loh ko kamu gak sopan si sama tamu gak boleh gitu dong salma. suruh masuk aja dulu sebentar nunggu abis magrib baru pulang. Iya ga nak ganteng? " ucap ibu salma mencari persetujuan dari sang pria.


" mhh maaf tante kaya nya salma ada benernya juga saya pamit pulang dulu ya tan permisi " pamit sang pria setelah merasa tidak nyaman dengan tatapan seseorang dibalik jendela.


__ADS_2