
Pffft...
Sedetik kemudian Salma dan Alona pun saling bertukar pandangan. pipi keduanya terlihat mengembang mengulum senyum, dan akhirnya salma sudah tak kuat menahan tawa. salma memilih mengeluarkan suara tawanya dan tertawa terbahak bahak.
Sekuat tenaga Alona berusaha menahan tawanya dengan menutup mulut. Alvaro melirik keduanya bergantian dia memilih diam dan memasang muka masam lalu memalingkan wajahnya.
" Alona coba lihat muka si tampan mu itu begitu kecutt hahah.. " ucap salma mengangkat dagu Alvaro dengan satu tangannya.
Entah mengapa kini muka kecut Alvaro tiba - tiba jadi merah padam. Semakin puaslah Salma menertawakan dirinya sampai terpingkal pingkal.
Alona hanya menjadi penonton diantara pertengkaran yang akan segera berlangsung ini.
" Diam kau gendut! " sarkas Alvaro sambil membekap mulut Salma dengan tidak berperasaan menyumpal nya dengan kerupuk yang ada di meja hingga membuat sang empu tersedak.
Alvaro merasa panik dan menjulurkan Air hangat untuk salma. Setelah salma menetralkan nafasnya Sejurus kemudian Alvaro melesat meninggalkan Salma dan Alona. Sepertinya Alvaro sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia masih berada di dekat Salma.
" Ananda Alvaro pratamaa!! Gila lo yah. Niat banget mau bunuh gue kayak nya yah? Gue sumpahin loe biar kecebur got sekalian. Eh si g***ok jajanan gue di ambil balikin woy " Teriak Salma mengeluarkan emosinya dan segala macam sumpah serapah bagi sang biang Onar. Lalu mengejarnya dengan sekuat tenaga.
Alvaro belum pergi terlalu jauh, siluet nya masih terlihat dari tempat duduk Salma dan Alona. Tinggal lah Alona duduk sendiri menatap iri pada dua manusia yang tengah kejar kejaran itu. Keduanya terlihat bahagia dan sangat serasi.
" Alvaro apa kamu merasakan apa yang aku rasakan saat ini? Jika iyah, mungkin aku akan merasa sangat senang bila mendengarnya langsung dari mulutmu. Alvaro aku sangat mencintai mu amat sangat! Alvaro Maaf kan aku karna hati dan fikiranku tak pernah sejalan aku harap suatu saat nanti aku bisa mengatakan ini padamu. Alvaro bantu aku, aku ingin sembuh dari rasa trauma yang mendalam ini, Aku sangat membeci seorang priaa tapi tidak dengan mu namun sayang ragaku juga ikut menolak kamu aku takut sangat takut. " ucap alona dalam hati.
Alona tersenyum menyaksikan kepergian kedua sahabatnya itu perlahan senyuman terukir dibibir manisnya itu
tes.. tes.. tes..
3 tetes air mata lolos dari matanya.
Alvaro lupa dengan niat awalnya mendatangi mereka berdua. Bahkan Alvaro juga lupa belum menyapa Alona orang yang selalu dirindukannya sedari kemarin.
Cepat cepat alona menghapus air matanya dengan punggung tangannya Alona bergegas pergi dari kantin menuju kelas nya karna Bel sudah dibunyikan.
Alona berjalan menunduk sambil merapikan seragamnya yang agak kusut.
Dan
__ADS_1
Bruukk..
" Aww.. "
Bukan. yang jatuh bukan Alona, melainkan wanita berbadan ramping nan seksi yang kini terkapar di atas lantai.
Alona masih berdiri menatap wanita yang ada di bawah kakinya itu meringis memegang kakinya. Kedua teman si wanita membantunya berdiri dengan susah payah dia berdiri lalu menatap sengit pada Alona.
Alona membalas tatapannya dengan dengan tatapan dingin tanpa ekspresi dan tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Alona merasa tidak melakukan apapun tiba - tiba saja wanita itu menjatuhkan dirinya tepat di hadapan Alona, Alona ingat! sangat ingat dia tidak bersentuhan dengan wanita itu bahkan sedikitpun tidak.
Alona hendak melenggang pergi meninggalkan mereka tapi tangannya di cekal erat oleh salah satu diantara ketiga wanita itu. Nama Alona dengan sangat jelas disebutkan oleh wanita yang tadi menjatuhkan dirinya sendiri di hadapan Alona.
" Alona Grizella mayasari! Apa kau wanita Bodoh? Kau telah menabrak tubuhku dengan sangat keras hingga aku terjatuh dan kau." Ucap wanita itu sambil menunjuk wajah alona. Karna teriakannya sangat keras tentu saja orang orang yang masih berada di kantin menengok ke arah mereka berebut tempat untuk menjadi yang terdepan mendapatkan gosip terbaru dan terhangat.
" Kau melenggang pergi begitu saja tanpa meminta maaf terlebih dahulu padaku? Apa kau tidak tahu aku ini siapa? Oh apa kau mau diberi sp1? Tidak papa sebelum terlambat karna aku masih begitu baik saat ini padamu. Kamu bisa meminta maaf padaku sekarang aku akan memaafkanmu dengan syarat jauhi Alvaro! DIA MILIKKU! " Lanjutnya mendramatisir keadaan dan dengan angkuhnya menekankan beberapa kata.
Ketiga perempuan ini berdiri dengan angkuhnya bersidekap dada menatap remeh pada Alona.
Alona bersimrik kecil dan membuang muka merasa eneg dengan tingkah perempuan satu ini. Alona masih diam dan tak membalas satupun perkataan wanita itu ia hanya menggapnya Angin lalu.
Alona memaksa keluar dari kerumunan. tapi urung! langkahnya terhenti kala wanita itu kembali membangkitkan amarahnya yang telah lama tak menampakkan diri.
Gelak tawa dari para murid terdengar begitu menyayat hati. Alona sangat ngilu mendengarr kata - kata itu.
Alona membalikkan badannya menjadi berhadapan dengan wanita itu Perlahan Alona mengikis jarak diantara dia dan wanita itu Alona mengangkat kedua tangannya dan menaruhnya di pundak wanita itu.
" Hey wanita Bodoh! apa kau sadar. Kau sedang mempermalukan dirimu sendiri. Kau tidak sedang mempermalukan aku, KAU mempermalukan DIRIMU sendiri. apa masalahmu? Hanya karna insiden barusan yang sama sekali tidak ku lakukan lantas kau menghakimi hidupku dengan mulut kotormu itu, kau fikir kau pantas berada disini? Ku rasa tidak. Kau fikir karna kau berkuasa aku akan tunduk dan patih padamu begitu? Oh sungguh tidak akan pernah Coba kau lihat di pojok kanan sana liat dengam mata kepala mu itu, disana terpampang JELAS cctv bukan? Kau lihat saja disana aku tidak sedikitpun menyentuh tubuh kotormu itu dan jika kau menginginkan Alvaro langkahi dulu mayatku akau tak akan mundur campkan itu." Ucap alona panjang lebar sembari menekan nekan pundak si wanita tadi.
" Bar - bar boleh kalo gak jago jangan " bisik Alona ditelinga ajeng namun masih trrdengar oleh semua orang Lalu pergi meninggalkan kerumunan.
Lebih tepatnya Alona bukan berbisik hanya berbicara dengan mendekatkan mulutnya dengan telinga Ajeng.
Ajeng diam mematung merasakan malu yang amat sangat malu. Alona mengatakannya dengan sangat lantang dan mendominasi! tentu saja Ajeng sangat malu karna disana banyak murid yang menyaksinya serta bertepuk tangan atas perkataan terakhir Alona.
Ajeng mengepal dengan sangat keras hingga kuku - kukunya memerah dia semakin membeci Alona, Alona adalah orang kesekian yang harus dia musnahkan secepatnya! jika tidak maka semua akan menjadi boomerang baginya.
__ADS_1
" Alvaro sini ga loe. Gue udah gedek banget ya sama lo bener - bener deh ni anak satu sekalinya muncul bikin ulaaaah mulu." Ucap Salma berkacak pinggang merasa lelah mengejar Alvaro yang sudah hilang dari pandangannya.
Salma memilih untuk berjalan saja menuju kelasnya Karna Alvaro berbelok ke arah rooftop dan tidak mungkin bagi Salma jika harus mengejar Alvaro sampai kesana karna bel sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu.
Salma menghela nafasnya kasar dan mulai berjalan menuju kelasnya. Dengan lunglai Salma duduk di bangku kesayangannya.
" Ciki guee! Haaaaaaaa.... " teriaknya sambil merengek tak jelas.
" Ma lagi pms yah? " ucap ardo salah satu teman laki - laki nya. Salma hanya meliriknya sekilas tanpa mau menanggapinya.
" Selamat pagi anak - anak " sapa pak Yuga pada murid - muridnya.
" pagi juga pak " jawab mereka serentak.
" pak bapak gak capek yah pak? " tanya salah satu siswi yang duduk di belakang.
" enggak memangnya kenapa saya harus capek. Ini kan sudah jadi kewajiban saya untuk mengajar kalian semua " jawab pak Yuga heran.
" Bukan itu pak maksud saya. Bapak gak capek tiap hari makin ganteung kaya gitu? Saya aja capek loh pak liatnya " lanjut siswi itu.
Prok.. prok .. prok
" aduh kamu ini ada - ada saja Maura " jawab pak Yuga agak salting
" pak .. pak.. " panggil salah satu siswi yang duduk di pojok depan
" iyah kenapa silvi "
" Bapak cobak deh munduran dikit "
" Loh kenapa memangnya? "
" iyh pak soalnya bapak gantengnya kelewatan "
" Aummm..Hahahahaha " suara gelak tawa dari murid murid lainnya yang menyaksikan ekspresi sang guru yang begitu menggemaskan.
__ADS_1
Yah pak Yuga adalah guru paling muda yang ada di sekolah ini maka dari itu tak heran jika pak Yuga menjadi incaran para kaum hawa. Usia pak Yuga masih terbilang sangat muda usianya baru menginjak 21 tahun beliau adalah guru magang di sini.
Setelah acara gombal - gombalan selesai Pak Yuga melanjutkan kembali mengajar mata pelajarannya hari ini. pak Yuga Adalah guru bahasa inggris di sekolah ini.