
Begitulah penggalan lagu yang kudengar. Ah aku baru sadar ini suara salma sahabatku aish ternyata bakat terpendam nya ini sangat mengejutkan. Ku fikir suara cenprengnya itu amat sumbang jika diajak bernyayi ternyata malah sebaliknya.
Lama aku ternganga, setelah salma menyelesaikan bait terakhirnya aku berikan tepukkan tangan sekeras kerasnya memberikan appreciation setinggi tingginya hingga tepukkan tanganku menggema di ruangan ini haha lebay? Iyh itulah aku.
" Tumben ke sini lon, kenapa?" Celetuknya, yang tak bergeming dari tempat duduk yang membelakangiku.
" ee.. enggak ada, cuma mau ngajak ke kantin yuk?" Jawabku asal karna sebenarnya tujuan awalku ingin bercerita tentang si cowo jangkung yang menyebalkan, dan berbagaimacam hal yang menyebalkan lainnya yang terjadi tadi pagi.
Ah tapi bukan salma namanya kalo mudah percaya dengan ucapanku. Dia pasti akan terus bertanya sampai aku jujur " kau sedang berbohong padaku?" Tanya nya santai. Tuhkan nanyakan...Tapi aku rasa ini bukan pertanyaan ini namanya memojokkan.
" kau memang tidak pandaiberbohong lon " ucapnya lagi sambil memutar kursi membalik badan nenghadap ke arahku, kalo sudah diberi kode seperti ini aku sudah pasrah aku melupakan niat keduaku tadi, ingin makan dikantin sambil ngomel ngomel, tapi ternyata mulutku ini tak sabaran tanpa basa basi lagi aku langsung bercerita panjang lebar dengan menggunakan intonasi yang berbeda beda hingga ekspresi muka yang bergantian. Eh dipikir lagi drama kalai ah
Puas aku menceritakannya pada salma. Tak terasa bel masuk sudah terdengar nyaring di telinga, aku berpamitan pada salma yang masih duduk ditempat semula,
sebenarnya sedari tadi aku bercerita salma hanya menjawab tiga kata "Oh" , " jadi?" , " Terus?"
Apa dia jengkel ya dengan aku yang selalu mengganggu latihan musiknya?. Tapi yasudahlah karna hari ini jadwal pelajarannya di ruang musik
kuputuskann untuk segera pergi dan meninggalkannya sendirian. tak biasanya dia hanya diam seperti itu. Apa dia ketularan aku yang dulu?.
Begitu aku memasuki kelas, ku ucapkan salam namun pelan hingga taada yang menderngar pikir ku. Ku langkahkan kaki ini ke meja pavoritku, meja pojok paling belakang
Dan alangkah jengkelnya aku harus berhadapan lagi dengan si jangkung ini, ah rasanya aku ingin menonjok muka sok cool nya itu. Tapi aku sadar siapa aku ini
Ku tatap bola mata hitamnya lekat lekat ku pasang muka sangar andalan ku entalah dimatanya ekspresiku ini seperti apa. Entah dia akan mengerti atau tidak aku tidak peduli ku arahkan kepalaku menunjuk ke bangku lain bermaksud menyuruhnya untuk segera meninggalkan kursiku.
Dasar bodoh si jangkung ini malah menaikkan alisnya? Tandanya apa? Tandanya.. dia tak mengerti dengan maksud dan tujuanku! Mungkin.
__ADS_1
"Minggir! aku mau duduk, pindah ke tempat mu sanah" ucapku datar. Padahal dalam hati ini ingin sekali rasanya aku menjambak dan memarahinya.
Kalo saja ini varo sudah kupastikan akan kujambak habis helaian rambut tengahnya yang bertumpuk itu.
Sabar lona, sabar ini ujian untuk mu yah. Jika aku mencari masalah dengannya sama saja aku masuk kandang singa, bagaimana tidak, dia adalah anak dari donatur utama disekolah ini yang paling manja, angkuh, arogan, tapi idiot menurutku.
Ya... aku sebagai seorang anak terlantar yang bermimpi akan, bahkan "ingin sukses" hanya bisa diam dan bersabar menunggu keajaiban datang bukan? Sambil berdo'a dan berusaha tentunya.
Nah loh. Ngapain dia ngeluarin senyuman miring kaya gitu sok cakep banget idupmu bang!.
Sepulang sekolah seperti biasa kami bertiga berjalan beriringan menyusuri jalan menuju gerbang sekolah sementara Varo menggambil spedanya ke dekat parkiran. aku menemani salma di depan gerbang sekolah sambil menunggu mobil jemputannya datang.
Sesekali aku tertawa kecil mendengar cerita salma tentang masa masa sekolah dasar kami. Rasanya baru kemarin menjadi anak SD lanjut SMP dan sekrang? Sebentar lagi kita akan menginjak bangku SMA, sungguh menggejutkan! entah waktu yang begitu cepat berlalu, atau memang kami sebagai manusia yang terlalu menikmati hidup di dunia.
Kadang kita terlalu banyak mengeluh atas cobaan yang datang, ibaratnya kita diberi kebahagian selama sebulan penuh dan diberi cobaan hanya satu atau dua hari tapi kita malah menawar dengan berkata " ya Allah mengapa kau memberi cobaan yang begitu bertubi tubi seperti ini kepadaku kenapa orang lain tidak merasakannya juga?" padahal jika dibandingkan dengan nikmat yang diberikan Allah kepada kita itu tak sebanding dengan cobaan yang kita alami saat itu.
Maka jika kita mendapat ujian yang berat bersyukurlah karna Allah telah memilih kita untuk menyelesaikannya, itu artinya hanya kita yang mampu melewati cobaan tersebut.
Salmapun berpamitan pada kami saat jemputannya sudah datang, setelah mobil salma melesat jauh varo mulai mengayuh kendaraan roda duanya kemana lagi kalo bukan mengantarku ke coffee kak ririn.
Orang yang sudah berbaik hati padaku dan varo dulu dari mulai aku menjadi tukang bersih bersih lantai hingga memcuci piring dan sekarang aku sudah pindah kebagian depan bertugas mengantar dan menerima pesanan pelanggan.
Varo masih mengayuh sepedanya sambil sesekali mengajakku bercanda bahkan aku sudah hafal dengan gombalan gombalan varo yang selalu dilontarkannya setiap kali. Contohnya seperti sekarang ini
" mbul kita kan gak seumuran nih ya? " ucapnya ditengah tengah perbincangan kami
" iya kenapa emang?" Tanyaku penasaran. Lama dia terdiam membuatku semakin penasaran
__ADS_1
" emhh tapi.... " timpalnya menggantung. " tapi... bolehga aku seumur hidup sama kamu.... bwahahahah" lanjutnya dengan tawa puas mengerjaiku
Entahlah, pipiku merona atau tidak tapi yang jelas aku sedang berusaha sekuat tenaga menahan tawaku ini, kubalas saja dengan jeweranku ditelinganya.
Tiba tiba otakku yang cerdik ini mendapat panggilan untuk membalas gombalan receh nya itu. " ih kamu bisa dieum gak si!" Ucapku agak sewot
" dih apaan si mbul dari tadi coco dieum ko cuma lagi ngayuh sepeda aj..." ucapnya terpotong kata kataku
" dieum di hatiku maksudnya... bwahahaha" balasku dengan tawa yang tak kalah meriah dengan tawanya tadi. Lama terdiam kulanjutkan kata kataku " tuh kan aku juga bisa gombal emang kamu doang blwee" kataku sambil kujulurkan lidah di pinggir telinganya
Panasnya sang surya seakan memberi semangat kepada para insan untuk berlomba lomba mengais rezeki di tengah kota Cianjur yang begitu padat ini, jam menunjukan pukul 13:20. Varo meminggirkan kendaraan roda duanya di depan masjid.
Akupun turun seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan varo, aku berjalan masuk mendahuluinya karna memang jalan masuknya berbeda. Pintu di kanan untuk perempuan dan pintu dikiri untuk laki laki.
Selesai melaksanakan solat kami bergegas menuju coffee.
Dan disinilah aku berdiri sekarang, didepan mesin uang dan melayani para pelanggan yang datang mampir ke coffe ada yang sekedar memesan minuman ada juga yang sekalian memesan makanan
------------
assalamualaikum wr. wb. untuk semua para pembaca novel ini Minal aidzin walfaidzin, saya risma ingin meminta maaf yang sebesar besarnya🙏🏻
bila ada salah salah kata, tulisan, dan waktu up, mohon dimaafkan karna saya pun masih dalam tahap belajar dalam menuangkan cerita dan pengalaman pribadi saya disini.
sekaligus saya ingin mengucapkan selamat Hari raya idul fitri 1441 hijriah. selamat merayakan hari kemenangan🙏
dan saya minta dukungannya dengan cara like serta comen dikarya pertama saya ini. trimakasih♡
__ADS_1