
Detik demi detik berganti menjadi jam, hari demi hari telah dilewati lona, kini satu minggu sudah terlewati.
Lona masih dalam masa penyembuhannya namun, seperti biasa lona ta hanya berdiam diri selama lona masih memakai tongkat
Sampai sekarang
Lona masih mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan baik
Selalu ada varo yang menemaninya dari pagi hingga sore
Taada hari yang varo lewatkan untuk menjaga lona, gadis yang membuat varo selalu ingin menjaga dan melindunginya
begitupun dengan salma Telah banyak yang diceritakan salma pada sang mamah tentang cerita sahabat barunya itu
Hingga sang mamah merasa tertarik dengan kepribadian lona yang diceritakan salma dan menyuruh salma untuk membawanya main kerumah berkenalan dengan sang mamah
Sementara Tesa dan Tara saudarikembar ini sibuk dengan ketidak sukaannya melihat keakraban lona dengan teman laki laki nya itu
terkadang mereka merencanakan hal hal yang membuat keduanya kesusahan dan menderita. namun mereka sellau bisa mengatasinya dengan lapang dada tanpa mendendam
Siapa lagi kalo bukan varo
Varo memberikan bentuk kasih sayang hingga perhatiannya pada lona yang sudah seperti saudari kandungnya itu membuat mereka merasa iri hati
Mungkin ketika mereka besar dan masih seperti itu orang malah akan mengira mereka adalah sepasang kekasih yang saling menyayangi dan Bukan dua orang sahabat yang saling menjaga satu sama lain.
Tesa hanta tidak suka jika ada orang yang membantu lona entah mengapa dari kecil ibunya mendidik tesa untuk berlaku egois pada lona
sedangkan tara, tara merasa ta suka jika lona dibantu orang lain selain dirinya, menurut tara lona hanya boleh mendapat bantuan darinya agar lona merasa hutang budi padanya dan bergantung padanya.
Lona belum berjualan lagi karna uangnya waktu itu habis dibelikan bahan bahan untuk jualan sampai bahan bahan itu hancur lona pun belum pergi kemana mana selain dirumah. lona diizinkan pihak sekolah untuk libur sampai luka lona kering, dan lona bisa berjalan tanpa tongkat
"Kak Varo udah..., sini biar aku aja yang ngerjain ini kan memang tugas ku kak." lirih lona pada varo yang sedang membantu lona menyapu rumah hingga teras
Percuma saja lona berteriak teriak meminta varo menghentikan pekerjaanya dan membiarkan lona yang melanjutkan, tapi, apa yang terjadi? varo tetap saja tak mau mendengarkan lona dia tetap meneruskan pekerjaannya.
"Suuuuuuuutts... berisik, apasusahnya si lona tinggal duduk manis aja disitu, sambil liatin aku nyapu udah beres itu aja tugas kamu oke" ucap varo sambil menaruh tangannya pada bibirnya seolah sedang mengisyaratkan sesuatu lalu berkacak pinggang
Varo melanjutkan menyapunya hingga mengepel seluruh lantai
" kak..." lirih lona lagi setelah lama hening
"Apa, Bentar bentar dikit lagi nih. Nah kan akhirnya beres juga aku naro ini duluyah ke belakang" pamitnya pada lona.
"ada apa? bicaralah" ucap varo sembari ikut mendudukan dirinya di samping lona sambil meregangkan otot otot nya
sebelum bicara lona mengambil aba aba mebarik nafas dan membuabgnya perlahan. lona berniat ingin menanyakan sesuatu pada varo namun lona takut varo akan merasa tersinggung dengan ucapannya. beberapa hari ini mereka sudah berteman jadi perlakuan lona pada varo mulai menghangat. " kak, aku ingin menanyakan sesuatu pada mu... apa boleh?" izin lona dengan sangat hati hati
"tanyakan saja" saut varo dengan santainya sambil mengerutkan alisnya merasa penasaran dengan apa yang ingin ditanyakan lona
"kakak kan seminggu ini selalu saja datang kesini menemanikuvdari pagi hingga sore, apakah orang tua kakak tidak hawatir atau mencari kakak gitu?atau kakak tidak punya rumah?" ucap lona dengan polisnya
" ah bagai mana ini apa yang harus katakan padanya apa dia akan menjauhiku jika ia tau bahwa aku anak seorang pengusaha besar apa dia akan merasa minder atau tidak yah, atau bahkan dia akan memanfaatkan aku?. ah mikir apasi aku ini lona kan ga kaya gitu " varo bersimruk dalam hati hingga ta sadar bahwa dirinya belum menjawab pertanyaan lona dan malah melamun
"kak.." satu tepukan tangan dari lina yang mendarat di bahu varo berhasil menyadarkan lamunan nya
" ah iyah maaf tadi kamu nanya apa?" ucap ku menghindari pertanyaan lona sebisa mungkin
lalu aku berhasil mendapat tatapan aneh dari lona dengan tatpan biasa sambil menaikan kedua alisnya.ah sungguh ekspresi yang sunggu susah ku tebak memang
" ini sudah mau gelap lon aku pulang duluyah. aku ta bisa menjawab pertanyaan mu sekarang maaf kan aku tapi suatu saat nanti aku akan memberi tahu mu, bay lona" ucap ku lalu bergegas pergi meninggalkannya di teras depan rumah
jika kalian bertanya apa aku tidak pergi sekolah? jawabannya tentu saja tidak, lih bagaimana bisa,apa orang tuaku tidak marah? tentu saja marah jika mereka mengetahuinya tapi untungnya mereka tidak mengetahuinya. nah loh ko bisa? ya bisa lah karna kedua orang tuaku sibuk bekerja, kebetulan mereka ada pekerjaan di luar negri dan akan kembali bulan depan jadi aku bebas. lalu bagaimna dengan pihak sekolah berarti aku alpa? oh tentu tidak jawabannya karna aku menyuruh pengasuhku untuk memberi surat sakit pada pihak sekolah. dan jangan memberi tahu orang tuaku.
•••♧•••
Keesokan harinya dirumah
__ADS_1
Salma...
"Sayang... gimana kabar teman mu itu,
apa dia sudah membaik?" Tanya mama mirna pada salma
"gatau mah salma blom tau rumah lona soalnya, jadi salma gataudeh keadaan dia gmna sekarang." ucap salma menghembuskan napasnya berat dan merubah wajahnya jadi sendu.
"Kenapa ga tanya sama... siapa tuh namanya kata kamu kemaren?" Ucap sang mamah berusaha mengingat ngingat nama seseorang yang di ucap salma tempo hari
Nampak salma yang berusaha mengingat perbincangannya waktu itu dengan sang mamah" emm... ka varo Maksud mama?"
Ucapnya berusaha menebak nebak
Sang mamah meng iyakan ucapan salma dengan semangat nya.
" selamat pagi..." ucap lelaki tampan yang nampak awet muda namun sudah berumur itu
"pagi juga papa sayang" ucap salma yang mendapat ciuman hangat dari sang papah yah kini mereka sedang berada di atas meja makan menikmati srapan paginya sebelum memulai aktivitas nya masing masing
mamah mira dengan sigap mengambilkan piring dan mengambilkan roti serta memberinya berbagai selai kesukaan suaminya itu
" ngomongin apa si seru banget kayanya sampe papa gak dikasih tau, curang ni" ucal papa boy sambik mencubit gemas pipi salma yang nampak mengembang
" papah mau tau, apa mau tau banget hehe" saut salma bermaksud menggoda sang papah
" itu loh pah ada temen sekelasnya salma yang kecelakaan, keserempet motor gitulah terus orang nya ga tanggung jawab." ucap mama mira angkat bicara sebelum salma menceritakan pada papah nya
niat mamah mirna sih bantuin salma bicara soalnya mulut salma nampak penuh dengan makanan dan agak susah bicara
" astagfirullah terus gimana sekarang keadaan anak nya, luka apa engga, terus lukannya parahga" ucap papa boy sambil menelan kasar roti yang ada di tenggorokannya karna saking kaget hingga papa boy tersedak
" adu papah pelan pelan ding makannya, kata salma sib kakinya robek, tapi sekarang sudah dijait dan tinggal nungguvsatu minggu lagi untuk membuka jaitannya" jelas mama mirna pada suaminya
setelah acar makan makan selesai papa boy mengantarkan salma kesekolahnya lalu berangkat menuju kantornya
•••♧•••
jika menang sebagian uang nya akam dipakai unuk menutupi hutangnya pada sang bandar dan jika kalah maka ia akan kembali berhutang pada sang bandar.
tapi sayang jika dihitung lebih banyak kata kalah dari pada menang dalam hidupnya.
hingga seringkali jika sangbandar menuntut uangnya dikembalikan maka ia akan menyeret keponakannya lona, untuk apa? ya tentu untuk di jual pada sang bandar selebihnya terserah sang bandar.
namun sayang usahanya selalu gagal seperti waktu itu, untunglah ada orang yang datang menolong lona jika tidak mungkin lona audah berhasil dibawa oleh sang bandar judi itu.
kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada lona nanti.
yah orang itu adalah Deri paman nya sendiri.
bagaimana bisa seorang paman menjual keponakan nya sendiri? entahlah tapi hampir 24 jam tubuh deri dalam keadaan setengah sadar alias dibawah pengaruh minuman beralcohol.
Deri amat sangat jarang pulang kerumah nya jika bukan untuk membawa lona atau kalu tidak mengambil uang dari istrinya wening
tidak hanya judi yang di gelutinya tapi juga bermain perem puan, hingga Deri sering tidur dengan para perempuan malam yang ada di club itu. contohnya saja seperti saat ini
" Wah... om lagi banyak duit nih, malem ini mau sama siapa om" ucap salah satu wanita yang kini sedang memanjakan deri dengan pijatan rayuan serta sentuhan yang menggairahkan nafsunya
deri hanya tersenyum pada mereka jangan lupakan tangan deri tangan satunya memegang minuman dan yang satunya memegang pinggang salah satu wanita penghibur yang duduk di pangkuannya
" sama aku aja om aku yakin bisa bikin om nambah terus loh" ucap yang satunya lagi sambil menuangkan minuman untuk deri
Datang lah wanita muda salah satu wanita yang paling populer di club itu menghampiri deri tanpa basa basi ia langsung menuntun tangan deri mengarahkannya pada sebuah kamar
" udah sini ikut aku aja" ucap ica yang menarik tangan deri menuntunnya menuju sebuah kamar VVIP yang diikutu deri tanpa perlawanan karna 3 botol minuman yang diteguknya tadi begitu membuatnya setengah linglung.
setelah sampai di kamar hingga wanita itu mulai menjalankan aksinya merayu dan memuaskan deri.
__ADS_1
setelah deri terlelap dan tidak sadarkan diri wanita itu pergi dengan membawa semua isi dompet deri yang penuh dengan uang namun tidak dengan dopetnya, dompet deri dilempar ke sembarang arah oleh ica.
•••♧•••
waktu begitu ta terasa satubulan telah berlalu kini lona sudah kembali bersekolah dan menjalankan aktivitasnya di sekolah namun dengan luka yang masih belom mengering hanya saja jaitan lona sudah dibuka sejak dua minggu kemarin
lona amat sangat merindukan salma begitupula dengan salma yang amat sangat merindukan lona juga karna tidak ada kabar sama sekali dari lona ataupun varo karna keduanya ta kunjung masuk le lingkungan sekolah.
lona dihadiahi berbagai tugas yang amat sangat menumpuk. salma membantu lona dengan memberikan buku catatanya dan memberi taunya tugas apa saja yang di berikan bu guru.
kini lona sedang sibuk menyalin semua pekerjaannya selama sebulan itu, namun lona ta merasa kerepotan apalagi kewalahan mengerjakannya lona terlihat senang dan santai mengerjakannya.
sampai lona melupakan jam istirahatnya dan tak sadar bahwa salma telah pergi meninggalkannya ke kantin untuk membeli makannan
saat salma baru saja sampai dati kantin lona belum menyadarinya hingga saat salma menyuapkan ciki pada lona
" amm.. anak pinterr haha" ucap salma pada lona yang diiringi gelak tawa diujung kata katanya
" ish salma... kamu apa apan si akukan lagi nulis, ko malah disuapin si lagain itukan jajanan kamu" ucap lona tanpa menengok dan tetap pokus dengan buku dan pulpen. dan tetap mengunyah makan yang sudah masuk ke mulutnya
" Gapapa lona aku suapin lagian ini ciki juga dari kak varo tadi dia bilang titip ciki ini buat kamu, tapi karna kamu sibuk nulis jadi yaudah aku suapin gapapa dong sambil makan juga ini kan jam istirahat lona" oceh salma panjang kali lebar
" Benarkah itu salma" ucap lona ta percaya
" Benar apanya?" saut salma karna ta mengerti maksdu kata kata lona
" bener kak varo yang jajanin aku?" tanya lona lagi memastikan
" iya ish ga percayaan deh" jawab salam santai
•••♧•••
tibalah saat nya oulang sekolah, sedari tadi lona tidak kelur kelasnya ia masih sibuk dengan pekerjaannya menyalin tugas yang ia tinggalkan sela sebulan ini
setelah pulang sekolah lona berencana mencari pundi pundi uang untuk melanjutkan berdagangnya.
karna hanya dari dagang lona mendapatkan penghasilan lebih dan mendapatkan uang dari jeri payahnya sendiri
kini setiap pulang ataupun berangkat kesekolah varo akan selalu ada di sampingnya.
" kak varo kak pulang duluan saja lona ada urusan dulu pasti lama soalnya" ucapnya agar varo tidao mengikutinya namun sungguh sia sia saja varo tetap ingin ikut dengannya kemanapun dia pergi
" Gamau aku ikut! inget yah nek asih nitipin kamu ke aku jadi kamu berangkat selamat pulang pun harus selamat" ocehnya ta henti henti mengingatkan lona
" iyah iyah tau tapi pliss kali ini aja soalnya ini penting banget lona takut ngerepotin kak varo" ucapnya dengan tatapan memohon
" engga sekali engga ya engga pokonya aku ikut" ucapnya kekeh pada lona
terpaksa lona membiarkan varo mengikuti langkahnya sebenarnya lonapun bingung harus pergi kemana unyuk mencari uang itu
hingga setelah lelah berkeliling tanpa tujuan varo pun angkat bicara " sebenernya kamu mau kemana si ada urusan apa ko ga nyampe nyampe aku auss nih" ucapnya yang sudah ta tahan lagi ingin mengeluarkan unek uneknya
" kan tadi aku udah ngomong pasti lama kak varo tetep ngeyel mau ikut, dasar keras kepala memang " ucap lona enteng sambil menyelonjorkan kakinya yang terasa keram
" kenapa kakinya sakit? pegel? aku pijitin yah mana sini kakinya" tawar varo pada lona
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
Trimakasih sampai bertemu lagi di episod selanjutnya....