Story Si Jutek Tomboy

Story Si Jutek Tomboy
10. Menyebalkan


__ADS_3

" o yah. lo juga tara! kenapa dari dulu lo selalu aja belain dia daripada gue, lo tu harusnya dukung gue bukan si anak sialan itu yang adik lo itu gue tara gue! bukan dia. ouh atau jangan jangan lo ada feeling sama dia ya?" ucap tesa dengan marah dan kesal


" gua ga punya feeling apapun sama dia ingeut itu!" saut tara dengan penuh penekanan


Perdebatan mereka lama kelamaan menjadi tontonan geratis pengunjung toko mall, hingga petugas securiti mall bertindak dan melerai perdebatan tak penting mereka. Menyuruh nya untuk segera meninggalkan mall agar tak menggangu pengunjung lainnya.


Awalnya mereka tak terima atas kelancangan secureti yang menyuruh mereka pergi lebih tepatnya mengusir mereka dari sana namun saat mereka menyadari ada banyak pasang mata yang menyaksikan drama tak penting ini mereka memilih pergi meninggalkan area mall. Mereka masuk kedalam mobil dan meminta supir menjalankan kendaraannya. Namun mereka masih dengan posisi saling menjauh mereka duduk dibelakang sang supir tesa di kanan tara dikirir mata tesa tertuju keluar kaca dan tara melirikkan pandangannya menatap tesa sinis 


Setelah lama mereka saling mendiamkan tiba tiba.


[ call from dad  ]


Tesa : halo pah...


Papa tomi : loh kok suara kamu lemes banget kenapa? are you ok 


Tesa : yes pah i'm fine.


Papa tomi : gimana, happy belanjanya?


Tesa : happy kok pah. Sambil melirik ke arah tara dengan tatapan takbersahabat nya itu


Papa tomi : yaudah kalo gitu papah tunggu dirumah ya sayang


Telpon telah dimatikan sepihak, dari sebrang sana.


Senyum devil yang sulit diartikan terlukis diwajah pria itu.


💨💨💨


Seperti biasa varo telah sampai di depan kontrakan lona dengan seragam yang rapih dan muka cerianya. Sekitar 10 menit lamanya seorang gadis dengan seragam yang sama membuka pintu dan menghampirinya.


" yu berangkat " ucap lona menepuk bahu varo setelah menaiki sepedanya


Tanpa menjawab varo langsung mengayuh sepedanya menuju smp harapan bangsa jarak nya tak jauh dari kediaman lona.


Hanya membutuhkan waktu 15 menit dan kini mereka telah sampai di halaman sekolah.


Lona berdiri menunggu varo menyimpan spedanya.setelah selesai dengan spedanya varo berlari kecil menghampiri lona.


" wets bro, mau kemana?" Ucap seorang anak laki laki dengan ketiga teman lainnya. Tangan varo di tarik anak laku laki itu hingga varo tak bisa melewatinya


" mau ke kelas lah " jawab varo santai


" elah buru buru amat bel ajah masih lama tau, bucin amat lo sama si lona. Udah si lona kan jagoan gausah dianterin ke kelas mah lagian juga siapa si yang berani ama dia" jelas dodit panjang kali lebar.


Sebelum varo mengiyahkan ajakan teman temannya, dodit lebih dulu menarik paksa menuju kantin sekolah.


Sejak lona melihat varo yang dijegal teman temannya lona sudah tau harus apa. Ya.. itu artinya dia harus pergi ke kelas tanpa diantar varo.


Saat ini lona tengah melangkahkan kakinya menyusuri koridor. kelas lona berada di paling belakang, lona menempati kelas {9.5}


Sejak satu bulan yang lalu, kepala sekolah memutuskan untuk mengadakan perputaran siswa untuk kelas 9 dan akhirnya lona, varo dan salma harus berpisah karna pertukaran siswa itu.


Lona tetap berada di kelas 9.5 namun semua teman lamanya tidak ada yang tersisa termasuk salma dan varo. Salma dan varo menempati kelas 9.2 dekat dengan lapangan.


Dan.... Brukk.. 


Lonapun segera sadar dari lamunan panjangnya. Lona melirikkan matanya kebawah dan tersadar dengan buku paket yang sedari tadi ia pegang kini sudah lepas dari tangannya.

__ADS_1


Lona mengambilnya dengan tidak santai dan mendongakkan kepalanya memastikan siapa yang menabraknya, dan mengapa tak mengeluarkan suara?.


Lona menatap tajam netra coklat alis tebal dan bibir tebal milik cowo yang kini diam mematung memandanginya itu.


" Maaf " ucap cowo itu dingin tanpa ekspresi.


Lona mengangkat sebelah alisnya dan hendak


menerobos pintu yang terhalang oleh badan si cowo jangkung ini. Entah ada masalah apa dengannya namun ia terus saja mengikuti pergerakan lona, lona hendak kekiri ia pun kekiri lona hendak ke kanan iapun bergerak ke arah kanah.


Plakkk


" kau Menghalangi jalan ku " ucap lona setelah mendaratkan tamparan manisnya di pipi si cowo jangkung itu. Lona melenggang masuk dan duduk di barisan kedua bersama jeje teman kelasnya yang baru.


Tak lama bel masuk kelas berbunyi. Tanda jam pelajaran pertama akan segera di mulai


💨💨💨💨


LONA POV}


Kulihat jam di dinding waktu menunjukan pukul 06:05. Ah pasti varo sudah di depan menungguku, setelah meminum susu aku menyambar tasku lalu membuka gagang pintu kosan dan benar saja varoku sudah berada di depan halaman kontrakan.


Karna hari ini aku Tak mau membuatnya menunggu, aku bergegas keluar dan mengunci pintu. Menyapanya lalu naik di belakang si blue. Ya itu sebutan untuk speda kesayangannya ini.


Sepanjang jalan aku mengajak varo bernyayi mendendangkan lagu kesukaan kami saking serunya bernyanyi aku tak sadar ini sudah di depan gerbang sekolah.


Aku turun berjalan agak jauh dan menunggu varo di dekat tangga. Dia akan marah jiak aku tak menunggunya walaupun sekarang kami berbeda kelas tapi dia kekeh ingin selalu mengantarku ke kelas barulah varo balik ke kelasnya sendiri.


Eh tunggu. Lihat itu, ketiga curut menghadang varo pasti ujungnya seret kantin nih, malas sekali jika harus menunggu terlalu lama disini lebih baik aku ke kelas sendiri saja.


Aku berjalan menyusuri koridor menuju kelas ku, saat sampai di depan pintu aku merasa ditabrak sesuatu. Sesaat aku mengambil buku ku yang jatuh setelahnya ku mendongakkan kepala ku melihat siapa yang berdiri dihadapanku ini. Dan ah


Menyebalkan. ku kira aku akan memulai hariku dengan mulus tanpa gangguan dan tanpa ada yang mengusik. Entah datang dari mana cowo jangkung yang aneh ini  berdiri mematung di depan kelas menghalangi pintu masukku.


Sungguh rasanya aku ingin muntah melihat gayanya. 


Aaaargh aku geram melihat ekspresinya itu tanpa sadar tanganku melayang dan mendarat dengan mulus di pipinya. Huh aku puass melihatnya meskipun tak sengaja melakukannya tapi aku berterimakasih pada tanganku ini.


Jika salma ada mungkin diapun akan membantuku memarahi cowo jangkung ini. Mungki cowo ini teman baruku dikelas setelah ada pertukaran murid sebulan lalu tapi aku tak sempat mendengar namanya ah aku sungguh tak peduli dengan namanya. 


Setelah aku lama bersabar dengan kedongkolan nya aku menerobos masuk menabrak tubuh besarnya dengan sengaja. Ku dudukkan badan ini di kursi kesayangan ku aku duduk bersama teman wanita sebangkuku yang baru nama nya Jeje anandita. Kulihat lihat Sifatnya hampir sama dengan salma namun bedanya yang ini lebih calem tapi tatapan dan kata katanya yang tajam.


Tubuhnya tinggi kulitnya putih, pintar public speaking tergolong orang berada pula, gak kaya aku hm. Gimana gak insecure coba akunya ya. Haha canda insecure:v


Belmasuk telah dibunyikan sejak 30 menit yang lalu. Aku fokus dengan materi yang diberikan guru sampai bel  istirahat pertama telah dibunyikan.


Aku bergegas mengemas buku ke dalam tas lalu keluar menunggu salma lewat dan kita pergi bersama kekantin. Orang yang kutunggu tak kunjung menampakkan hidungnya.


Beberapa saat kemudian varo datang menghampiri aku yang duduk di depan ruang kelasku tapi... mana salma? Ko dia sendirian?


Aku celingukan mencari keberadaan salma ku pikir dia sembunyi " loh ko kamu datang sendirian salma mana? Jangan bilang kamu ninggalin dia yah" tanyaku pada varo dengan nada ancaman ku. Secara mereka itu kalo berantem mesti nyiapin status siaga bahaya soalnya takut ada yang kelepasan bunuh bunuhan amit amit deh.


" Hai embul. Ck bukannya nanyain aku malah nanyain yang gaada, katanyasi mau latihan musik di ruang musik. " ucapnya santai


" oh yaudah aku susul aja deh biar kekantin bareng  kamu mau ikut gak?" Tanya ku seraya melangkahkan kaki menuju ruang musik


" kemana?" Tanya varo memegang tangan ku menghentikan pergerakan kaki ku


" nyusul salma lah ke ruang musik" jawab ku, lalu melepas jemari varo dari tangan imut ku ini. Kutinggalkan dia yang masih setia dengan posisinya.

__ADS_1


Aku berlari kecil menuju ruang musik agar cepat samapai. Sebelum jam istirahat habis, samar samar aku mendengar suara nyanyian dari arah ruang musik. Semakin aku mendekat suaranya semakin jelas lagu yang dinyanyikan begitu merdu dan indah didengar, suara petikan gitar yang dimainkan pun begitu sopan didengar gendang telinga ini hehe, berlebihan sekaliya aku ini.


Ku intip kedalam. seorang perempuan dengan rambut panjang membelakangiku sedang duduk diatas kursi sambil memetik gitar dan memamerkan suara indahnya itu. ku dengarkan lagunya itu sampai selesai


{ BUDI DOREMI : TOLONG }


Kurasa 'ku sedang jatuh cinta


Karena rasanya ini berbeda


Oh, apakah ini memang cinta?


Selalu berbeda saat menatapnya (hu)


Mengapa aku begini?


Hilang berani dekat denganmu


Ingin 'ku memilikimu


Tapi aku tak tahu


Bagaimana caranya?


Tolong katakan pada dirinya


Lagu ini kutuliskan untuknya


Namanya selalu kusebut dalam doa


Sampai aku mampu


Ucap maukah denganku


Kurasa 'ku sedang jatuh cinta


Karna rasanya ini berbeda


Oh, apakah ini memang cinta?


Selalu berbeda saat menatapnya hu


Di sini aku berdiri


Menanti waktu yang tepat


Hingga akhirnya kumampu


Katakan padamu oh


Tolong katakan pada dirinya


Lagu ini kutuliskan untuknya


Namanya selalu kusebut dalam doa


Sampai aku mampu


Ucap maukah denganku

__ADS_1


Begitulah penggalan lagu yang kudengar. Ah aku baru sadar ini suara salma sahabatku aish...ternyata bakat terpendam nya ini sangat mengejutkan. Ku fikir suara cenprengnya itu amat sumbang jika diajak bernyayi ternyata malah sebaliknya. 


suaranya lebih sopan daripada akhlak Netizen:v huhu... canda Netizen.


__ADS_2