Story Ummul & Ludmil

Story Ummul & Ludmil
MASALAH CINTA DIMULAI


__ADS_3

Acara dinner berlangsung tidak lama, Ummul benar benar menampaki wajah ketidaksukaan nya pada Jack. Sehingga Jack sendiri hanya pasrah, sampai wanita ini dinikahi, kalau perlu ia akan menghajar wanita tidak tahu diri di depannya ini, karena menyinggungnya dengan sikap saat ini acuh, padahal Jack sudah banyak membantu keluarganya.


Saat itu, Ummul baru saja pulang ke rumah. Dia sengaja datang ke kantor hari ini, untuk mengajukan cuti. Karena dia akan melangsungkan pernikahan dengan kekasih pilihan keluarga sebulan lagi.


Jack, kekasihnya. Mereka menjalin hubungan sejak perjodohan sepihak, merasa mereka tidak saling cocok dan memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius lagi karena papa Ummul memintanya menikah.


Padahal Ummul begitu mencintai Ludmil, begitu pula sebaliknya, dia begitu menyayangi Ummul.


Dia menyukai kepribadian Ummul yang manja dan sedikit suka ngambek. Menurut Ludmil, dia akan terlihat cantik jika Ummul sedang ngambek kepadanya. Tetapi dia juga sedikit keras kepala.


Ummul gadis yang mandiri, berkerja keras saat ingin mencapai tujuannya. Tidak heran jika dia sudah mencapai cita-citanya yaitu menjadi seorang wanita ternama, meski kini ia masih melanjutkan kuliahnya.


Banyak orang yang diam-diam mengaguminya di kantor magang, bahkan ada yang betul-betul menyatakan cintanya kepada Ummul. Namun dia tetap dengan ketulusan dan kesetiaannya, dia tidak akan mungkin mengkhianati cintanya.


Terlebih lagi Ludmil memperlakukannya penuh kasih sayang, hanya saja Ummul bingung untuk niat lari dengan Ludmil, dari pernikahan paksa. Tapi Ummul tidak tega pada sang papa, ia takut durhaka pada orangtuanya, terlebih ia hanya mempunyai papa, sejak ibunya meminta berpisah.


Saat Ludmil melamarnya. Kebahagiaan terpancar di wajah mereka berdua, akan tetapi sang papa menentang. Sepasang cincin permata melekat di jari manis Ummul dan Jack lah saat ia datang, ketika Ludmil melamar. Maka perseteruan keluarga Ludmil dimulai, sehingga orangtua mereka memutuskan untuk Ludmil juga putus dengan Ummul, karena kesalahpahaman. Di tambah setara kekayaan keluarga Ludmil yang standar.

__ADS_1


Keluarga Ludmil, berfikir Ummul sengaja membuat dua lamaran, dalam satu hari. Sehingga papa Ummul menerima keluarga Jack, padahal orangtua Ludmil saat itu datang baik baik, dan lebih dulu melamar. Atau karena lamarannya tidak berpuluh miliar seperti Jack.


Hingga hari tiba malam pertunangan, Ummul merasa ingin membatalkan. Ia ingin sekali bicara kebusukan pria bernama Jack, tapi Ummul tak punya bukti. Terlebih beberapa hari lalu, ia dilabrak seorang wanita.


Tak heran jika laki-laki seperti Jack jatuh cinta padanya. Tapi tidak menyangka pula, di saat pertunangan mereka hampir selesai, tamu-tamu yang di undang sudah mulai sepi meninggalkan kediaman keluarga Ummul, yakni orangtua Jack datang tiba-tiba, dan mengejutkan keluarga Ummul untuk mengalihkan perhatian mereka padanya.


"Ummul, mama datang sayang. Mama ikut bahagia saat ini."


"Mama, mama dari mana saja. Pertunangan ini bukan keinginan Ummul. Mama, bisa bicara pada papa. Ummul bingung, untuk mengatakannya, Jack tidak sebaik yang mama kira. Karena.."


"Ssst! mama tidak bisa lama, mama hanya hadir sebagai tamu. Tapi mama pasti akan membantumu, mama tahu apa yang ada dalam hatimu nak."


"Mama, aku sudah menelpon kalian beberapa kali, tapi tidak ada yang angkat. Aku sudah menduga kalau kalian sedang sibuk."


Mirna sang ibu, menghampiri Ummul dan, memeluknya dengan erat.


Ummul juga memeluk kakaknya meski ia berbeda ayah, kerinduan terpancar di bola matanya yang bulat.

__ADS_1


"Kakak, kenapa datang terlambat, acara pertunangan ku sudah selesai!"


"Soal pilihan ada di tanganmu! jika kamu ingin menolak semua ini, kamu bisa kawin lari dengan kekasihmu itu. Jangan bodoh, Jack sudah punya istri di london, dan kekasih juga ada. Apa kau mau dijadikan yang ketiga hingga ..?" terdiam Ummul.


"Tapi bagaimana dengan papa?" tanya Ummul.


"Serahkan semuanya pada kami, kamu hanya perlu melarikan semua dengan orang yang kamu harapkan. Hanya saja, konsekuensinya kamu akan tamat. Pergi tanpa sepeserpun, dan papa akan mengeluarkan kamu dari nama keluarga." ujar Mirna sang ibu, tersenyum miring.


Hingga mereka pun berpisah, dan Ummul memikirkan hal matang matang. Akankah ia lakukan, namun konsekuensi yang akan ia terima begitu fatal.


Ummul pun dengan berat hati, menghubungi Ludmil dan menjelaskan. Namun Ludmil pun sama halnya, ia akan kesulitan bekerja jika ia tidak menurut, dimana Ludmil harus menikah lebih dulu dengan gadis pilihan orangtuanya, selama beberapa bulan. Bahkan mustahil Ludmil bicara tidak melakukan kontak fisik, dilema Ummul membuat dirinya ingin pergi ke Kairo mengajar sambil kuliah.


Menutup panggilan, dan Ummul memikirkan masalah hubungan yang rumit.


'Baiklah, kita harus berada untuk diam dan tak mengenal Ludmil.' lirihnya.


"Tunggu Ummul!" teriak Ludmil, namun Ummul tak ingin lagi mendengar suara Ludmil, karena kecewanya.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2