Story Ummul & Ludmil

Story Ummul & Ludmil
SURPRISE FAZA


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Fu Mila kemudian duduk di samping Faza, ia merasa begitu penasaran dengan kejutan yang akan Faza berikan padanya.


“Mana kejutannya?” tanya Mila dengan manja.


Faza meraih sebuah amplop yang berisi dua lembar kertas dari dalam sana.


“Ini kejutannya, lihatlah!”


Mila meraih amplop tersebut dan melihat isi di dalamnya, dalam beberapa detik Mila tampak terdiam, Mila bahkan sampai membungkam mulutnya tak percaya.


“New York?”


“Yaaaa!”


“Kamu mau ajakin aku ke Newyork, ini serius?”


Ternyata, isi dari amplop tersebut adalah dua tiket penerbangan menuju New York, pasalnya Fu Mala suka berbelanja. Dan tepat sekali Faza, ingin mengajak sang istri ke sana untuk berlibur, dimana ia juga harus bertemu pasien Vip dari balaikota pemerintahan New York.


“Yaaa. because it is your dream!”


“Yes it’s my dream .. Tapi tunggu dulu deh, kamu tahu dari mana kalau aku pengen banget ke sana?”


“Aku selalu tahu apa yang kamu inginkan dari dulu Mila."


“Wait, kamu bilang kamu selalu tahu apa yang aku inginkan. Itu artinya dari dulu kamu udah banyak cari tahu tentang aku?”


“Ya, bahkan jauh sebelum pak Ludmil jatuh sakit, dan ibu Ummul meninggal dan mungkin jauh sebelum kamu mengenalku, aku sudah banyak mencari tahu tentang kamu Mila.” jelas Faza.


Berhasil membuat Mila terpanah. “Tapi kenapa?”

__ADS_1


“Karena aku sudah mencintaimu dari dulu, aku telah jatuh hati padamu Fu Mila!”


Deg.


Mila termangu, namun di sisi lain ia juga merasa begitu terharu dengan apa yang Faza ucapkan. Ternyata alasan kenapa Faza sangat setuju dengan wasiat perjodohan itu karena ia telah jatuh hati pada Mila sejak dulu.


“Aku pengen peluk kamu deh,” ucap Mila dengan mata berbinar.


Saat itu pula Faza langsung merentangkan kedua tangannya.


Dengan penuh haru Mila menghempaskan tubuhnya kedalam dekapan hangat sang suami. Hari ini Mila berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan mulai belajar untuk mencintai Faza meskipun itu akan membutuhkan waktu yang panjang.


Namun mungkinkah kisah cinta Faza dan juga Mila akan terus berjalan mulus seperti sekarang? bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa awal pernikahan yang bahagia bukanlah akhir dari sebuah kisah cinta yang sesungguhnya. Namun justru itu semua adalah awal dari segalanya.


Hari Berganti Bulan Ke Tahun.


Setelah lulus dari kuliahnya. Faza memang menunda anak sampai Fu Mila lulus. Sehingga kala ini hidup mereka amat bahagia layaknya orang pacaran.


Satu Tahun Pernikahan.


“Aduh, udah jam sembilan pasti mas Faza bakal marah banget aku pulang jam segini,” ucap Mila.


Karena terlalu asik pergi bersama dua temannya. Mila berharap Faza tidak akan memarahinya.


Dengan satu helaan nafas, Mila pun melepaskan seat belt yang sedari tadi melingkar ditubuhnya. Mila berjalan turun dari dalam mobil.


Melangkah menuju kearah pintu rumah, Mila membuka pintu tersebut yang ternyata belum terkunci.


Disaat Mila memasuki ruang tamu, ia tak menemukan keberadaan siapapun di sana.


“Kemana Faza, biasanya kalau aku pulang telat dia udah nungguin di ruang tamu sambil berdiri, apa dia uda tidur?” tebak Mila yang terus berjalan.

__ADS_1


Sampai akhirnya Mila melewati halaman belakang. Langkahnya pun seketika terhenti, tak kala melihat seperti ada sesuatu yang berbeda di taman belakang rumahnya.


Mila melangkah keluar dan berjalan menuju taman, Mila terkejut ketika melihat banyak sekali lampu dan juga taburan mawar berbentuk hati.


Sebuah meja makan dilapisi kain putih juga ada di sana, tak hanya itu banyak pula hidangan makan malam yang tersaji di atas sana.


Mila menatap sekelilingnya, ia tak menemukan keberadaan siapapun.


Hingga tiba-tiba!


“Aku sudah menunggu lama,” ucap seseorang dari arah belakang.


Mila langsung menoleh ke asal suara tersebut dan saat itu pula ia melihat kehadiran Faza yang tampak rapi dengan kemeja putih.


“Mas Faza, kamu yang siapkan semua ini?” tanya Mila.


Faza menghela nafas, ia berjalan mendekat kearah istri kecilnya itu.


“Jika bukan aku, lalu siapa lagi. Pasti kamu lupa kan ini tanggal berapa?” ucap Faza sembari mengangkat kedua alisnya.


Mila, tampak terdiam sejenak, ia bahkan masih belum mengerti akan maksud ucapan sang suami.


“Ini tanggal 26 febuari, memangnya ada apa?” jawab Mila.


"Oh astaga .. anniversary kita mas."


Faza pun senyum, membuat degub jantung Fu Mila yang di sapa Mila menatap saling dengan intens.


'Sudah kah kita untuk program hamil? besok kita temu ayahmu.'


"Ayah Ludmil, a- aku .." terdiam.

__ADS_1


"Apapun keadaannya, ia tetap ayah mertuaku sayang. Apa ada yang kamu sembunyikan dari mas .. kamu tidak berniat menemui kakakmu Fu Mala?" tanya Faza, yang membuat bibir Mila kelu.


Tbc.


__ADS_2