Story Ummul & Ludmil

Story Ummul & Ludmil
MALAM KITA


__ADS_3

Mendengar bahwa kartu yang diberikan Faza tak memiliki batas nominal membuat Mila rasanya ingin sekali melompat-lompat kegirangan. Oh ya ampun kalau tahu Faza se-royal ini, mana mungkin Mila menolak dinikahinya.


“Mas Faza, apa boleh aku pakai kartunya untuk beli handphone baru?” tanya Mila.


Faza membalasnya dengan senyuman manis,


“Boleh, atau kamu gunakan perawatan seluruh body di Zap, atau ratu kecantikan glows manapun aku gak apa apa. Asalkan kamu bahagia, dan menjadi istri nurut untuk aku. Satu lagi, dimanapun bersama siapa aku harus tahu. Tidak ada teman laki laki, karena status kamu itu bukan lajang."


“Ooohw .. Serius, hanya itu syaratnya?”


“Iya sayang.”


Mila, langsung beranjak dari tempat duduknya dan beralih kearah Faza, wanita cantik itu memeluk tubuh Faza.


“Cuma dipeluk aja nih?” Faza menaikkan salah satu alisnya.


“Ya terus kamu mau apa?” tanya Mila dengan manja.


Faza terlihat menatap lekat manik mata Mila, tatapan yang penuh dengan gairah.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Faza beranjak berdiri. Faza menyentuh wajah Mila dan berkata.


“I Love You Fu Mila, I Love You!”


Mila, hanya terdiam dengan jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya.


Tak sampai disitu, Faza tampak memiringkan kepalanya, mendekatkan wajahnya ke bibir manis milik Mila dan pada akhirnya kedua bibir mereka pun saling bertaut.


Kecupan yang begitu hangat, keduanya benar-benar larut dalam suasana. Jarak yang pernah ada diantara mereka seketika runtuh tak terbatas.


Hasrat yang sudah begitu menggebu dari dalam diri Faza membuatnya tak mampu mengendalikan diri, kecupan yang awalnya biasa saja, berubah menjadi panas dan sangat agresif.


Mila, sendiri hampir saja tak mampu menyeimbanginya, asupan oksigen yang semakin menipis memaksa mereka berdua melepaskan tautannya.


“Astaga, Faza!” Mila, terperanjat saat suaminya menggendongnya secara tiba-tiba.


Faza hanya tersenyum nakal sembari terus melangkah menuju anak tangga untuk naik ke lantai atas tempat kamar mereka berada.


Dum!

__ADS_1


Faza menghempaskan tubuh Mila ke atas ranjang king size miliknya, di saat yang bersamaan Faza terlihat mulai melucuti satu persatu pakaian yang ia kenakan.


Mila yang sudah berada di atas ranjang hanya terpaku tanpa suara, Mila tak menduga berawal dari rencananya untuk mendapatkan black card, justru berakhir sampai sejauh ini.


Oh astaga rasanya jantung Mila ingin lepas dari sarangnya. Faza sendiri tampak tidak ragu untuk memperlihatkan tubuhnya secara keseluruhan.


Sangat menggoda! berhasil membuat Mila menelan lekat salivanya sampai berulang kali, terlebih lagi bagian yang berada di bawah sana ‘Milik’ Faza, seumur hidupnya baru kali ini Mila melihat benda seperti itu.


Jika ditanya selanjutnya bagaimana? tentu saja Faza dengan penuh gairahnya langsung naik ke atas ranjang merangkak mendekati Mila, beralih melepaskan seluruh pakaian yang Mila kenakan tanpa tersisa sehelai benang pun, yang berhasil ia tutupi karena malu, sudah celos di tutupi seluruh tubuh Faza yang siap menerkam.


******* demi ******* mulai terdengar mengisi setiap sudut kamar, kenikmatan yang mungkin sudah begitu Faza dambakan, kemolekan tubuh Mila yang sedari dulu mampu membuatnya terpesona, dan pada akhirnya kini berhasil Faza miliki.


“Ah! pelan-pelan!”


“Relax honey! agar tidak sakit.”


Dan malam itu menjadi saksi menyatunya mereka berdua dengan penuh tak tertahankan.


Hingga lepas lah semua, Mila merasakan gemetar dan kaku, kini berhasil Faza tenangkan dengan relungan buaian Faza. Dimana air mata Mila, jatuh dan terasa dirinya sudah jadi istri Faza.

__ADS_1


'Ibu Ummul, jika ia masih ada. Pasti kehidupan aku dan kakak serta ayah tidak akan terpecah, dan karena Faza, ayah dalam perawatan. Tanpa kakak Fumala tahu, jika aku kini ada dimana.' batin Mila.


Tbc.


__ADS_2