Story Ummul & Ludmil

Story Ummul & Ludmil
CINTA MASA KULIAH


__ADS_3

Ludmil meninggalkan Rahayu, dimana kali ini pergi lebih cepat dan sampai rumah, dan menutup pintu rapat. Dimana ia menatap kisahnya dengan Ummul di masa sekolah, betapa tidak Ummul anak orang berada, dimana mau dinikahinya tanpa restu dan berjuang hidup dengan apa adanya.


Masa Kuliah Dulu.


"Ludmil, kamu ga bisa seperti ini hubungan kita, sudah lama berakhir. Bukankah kamu juga memutuskan jika aku wanita tak berperasaan?"


"Dengarkan aku Ummul, please!"


"Ludmil, kamu itu pria aneh, kamu pria buruk yang aku kenal. Tolong jauhi aku, jangan pernah muncul dihadapanku!"


"Ummul, please maafkan aku. Baiklah aku akan mengirim sharelock nanti malam! Aku tau dia tidak ada kan? Aku akan menjemputmu lewat pintu jendela. Please kali ini saja!"


"Kita saling pikirkan lagi! hubungan kita, apa harus lanjut atau enggak Ludmil. Kamu tahu kan, aku akan dinikahi oleh orangtuaku!" ujar Ummul pergi.


Semua mata memandang dan Ummul segera mengambil buku dan bergegas dari ruangan perpus.


"Cieh! bisa bisanya dia datang lagi. Ludmil kamu jangan mempersulit hatiku, hidupku sudah sulit tak tentu."


Auch.. air mata apa ini kenapa jatuh, Ummul pun mengusapnya, entah kenapa perasaan ini sikap ini. Harusnya aku ga bertemu pria yang mengatakan jika aku adalah wanita buruk, tapi kenapa dia datang lagi? bahkan rasa cinta Ummul sangat dalam pada sosok pria bernama Ludmil.


Sebal!! Sebal!! Gemuruh Ummul. Ia terdiam dengan mengepal membulat kertas tak tau arah.


"Kenapa kamu Ummul, kusut sekali macam itu ye?"


Antie, mendekat wajahnya kehadapan Ummul yang berada dimeja kampus.


"Apaan sih kalian ini, aku sedang badmood tak ingin diganggu!" kedua temannya pun duduk disamping Ummul. Menatap penuh tanya, karena mereka yakin terjadi sesuatu hal.


"Untuk apa kalian duduk disini, lagi pula aku tidak apa santai aja. Kalian lebih baik fokus materi kita ini ya! Aku dah senyum kok, tadi masih kesel aja sama wanita tadi yang aku tabrak." Ummul mengeles, padahal Antie tahu jika Ummul bertemu mantannya yakni Ludmil.


"Owh! gitu toh kiraiin wajahmu berubah kenapa, benar - benar macam kasut yang telah dipakai tak dicuci berbulan bulan kau Umm."


"Udah deh, jangan ngeledek terus. Mending perhatiin aja dosen kita cool ya?"


Antie tersenyum dan kembali akan makala yang harus diselesaikan. Setelah mendengar Ummul berbicara tak sehat.


"Eeeiikh, tadi bilang apa kamu, Ummul mulai kumat deh. Bae - bae jelalatan nanti ada yang kambuh cowonya datang,"

__ADS_1


Antie meledek, tapi Ummul hanya memutar malas untuk berdebat, karena yang dimaksud Antie adalah Jack. Kekasih yang tak di inginkan.


"Oke Antie, suka kamu deh mau bicara apa." cetus Ummul, meninggalkan temannya itu.


Lepas pulang kuliah, Ummul sudah di depan menunggu, ia mampir ke kedai coffe.


Hari ini rasanya nafas terasa lega, karena Jack kembali ke paris. Ia pun meregangkan tangannya dan berjalan menepi di tempat duduk, sebuah taman ia melihat lalu lalang keramaian, anak kecil bermain.


"Huuuh, rasanya sepertinya indah sekali melihat anak itu bermain dengan riang, tak punya masalah dan beban."


"Kamu lihat apa Ummul?"


Ludmil tiba saja datang sudah duduk disampingnya. Ummul memutar mata jika yang ia lihat hanya salah, tapi memang jelas di sampingnya adalah mantan kekasih yang ia cintai, bahkan jika terus bersama Ludmil akan sulit penuh terjangan.


"Ludmil please! kamu jangan disini! Aku gak mau kamu dekat sama aku!"


Ludmil tetap pada pendiriannya. Ia memakaikan jaket hitam pada Ummul, topi hitam dan kacamata, menggulung rambutnya masuk kedalam topi. Sehingga wanita dihadapannya terkejut dan tersenyum.


"Oke! kalau begini kamu aman. Sekarang kamu mau ikut aku sebentar atau duduk seperti ini?" Ummul pun luluh.


"Baiklah, aku akan ikut padamu."


Lama terdiam duduk diparkiran, ponsel Ummul bergetar. Jack menanyakan apa ia sudah sampai rumah, tapi ia membalas sedang dalam perjalanan dan akan sampai rumah.


'Jack kenapa kamu memperlakukanku, seperti ini, aku seperti hewan peliharaan. Suasana tanpa cinta di dekatmu rasanya tak nyaman.' batin Ummul yang membuka ponsel dan menutup lipat ponselnya.


"Kenapa kamu tidak minta, kamu tidak ingin dijodohkan dengannya?" tanyanya pada Ummul.


"Ludmil. Bukankah kamu juga akan dijodohkan, begitupun aku. Aku juga lelah, bingung kenapa kedua orangtua kita tidak merestui, jika kita bersama kita akan dikeluarkan dari keluarga?"


Dua puluh menit berlalu saling hening diam didalam mobil.


"Ummul, tatap mata aku, sekarang please!"


Ludmil, yang dari tadi memegang setir mobil diparkiran menatap intens wanitanya.


"Ludmil, kita tak boleh seperti ini. Kamu sudah .... ?"

__ADS_1


Namun jari telunjuk Ludmil mendarat sempurna ke bibirnya, agar Ummul diam tak banyak bicara.


"Aku tahu dan aku tidak akan berhenti untuk mengikutimu. Meski harus sembunyi sembunyi dan kamu menyamar. Jika didekatku dengan penyamaran seperti ini. Aku rela, sampai benar benar kamu milik seseorang aku akan berhenti. Ummul, aku ingin kita saling dekat seperti ini! dan yakini jika kita bersama kita bisa melewatinya, aku menunggu jawabanmu."


"Ludmil tapi, .."


Ummul sedikit panik, tapi Ludmil menggenggam tangan Ummul dan mengecup jari jemarinya.


"Maafkan aku, percayalah aku pernah membuatmu kecewa. Maafkan aku pernah bersikap dan mengabaikanmu. Tapi kamu tahu, aku tak bisa menghilangkan kamu didalam hidupku. Semakin jauh aku semakin cinta bertambah dan tumbuh."


"Apa kamu mau menerimaku kembali, kita sama sama memperjuangkannya?"


"Ludmil, aku! aku gak bisa melibatkanmu, aku takut kamu celaka nanti!"


"Ummul, please! meski aku celaka olehmu. Aku akan berhenti jika Jack benar - benar melamarmu dan dia benar mencintai melindungimu. Izinkan kita kembali lagi. Aku mencintaimu, meski sadar aku salah di waktu yang tidak tepat!"


Aku ingin disampingmu, membantumu, dan jadilah Ummul yang tegar berani, aku tahu posisimu sulit.


Kita akan coba hadapi. Aku akan membantumu, dan memperjuangkannya. Akan ku tebus apapun luka yang membekas karena telah mengabaikanmu, dalam hubungan kita.


Ummul terbawa suasana ia bingung harus berbuat apa ketika Ludmil memaksa untuk kembali.


"Ludmil aku bisa apa meski aku takut? Aku takut suatu hari musibah menghampiri lebih kuat dari sebelumnya, aku pun menderita jika kita berpisah darimu."


Cinta memang membuat mata tertutup, tapi dengan kekuatan cinta, semua masalah pasti tak mungkin, jika tak ada jalan keluarnya.


akan kah kamu bisa melewatinya bersamaku.


Hari itu, Ummul sadar jika cinta pertamanya ada pada sosok pria bernama Ludmil. Begitupun sebaliknya. Tapi jeruji penghalang restu dan keluarga mereka masing masing telah menjodohkan pada pasangan yang dianggap baik untuk bagi keluarganya.


Ummul, sedikit pening. Kala itu mereka sedang duduk di taman, makan coklat dan bercerita. Tapi saat itu juga. Kepala Ludmil dipukul dari arah belakang, dan saat Ummul menoleh, ia terkejut Ludmil tergeletak. Tiba saja ia dibius oleh seorang pria tak dikenal memakai topeng.


Malam itu, adalah malam bersejarah. Sosok Ummul tak kembali melihat Ludmil. Ia sudah berada di dalam kamarnya, ketika pagi cerah menyingsing dari celah jendela.


"Ayah, aku dimana?" tanya Ummul, pada sang Ayah dan ibu yang sedang duduk menatap tajam.


"Sudah ayah katakan, jangan lagi temui pria miskin itu Ummul." ketus nya bernada tinggi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2