Story Ummul & Ludmil

Story Ummul & Ludmil
GUGUP


__ADS_3

Mila, menghela nafas, rasanya ia ingin sekali menolak untuk tidur satu kamar dengan Faza, tapi jika Mila melakukannya, sama saja Mila akan memicu genderang perang yang baru.


Dengan terpaksa Mila pun berjalan mengikuti Faza sampai ke lantai atas, entah mengapa jantung Mila terasa berdegup lebih kencang dari biasanya.


Dan kemudian mereka berdua sampai di depan pintu kamar, Faza membuka pintu dan kembali mengajak Mila untuk langsung masuk kedalam sana.


Mila yang canggung memilih untuk duduk di atas pinggir ranjang, sementara Faza, lelaki itu terlihat mulai membuka kemejanya.


“Aku mau mandi, kamu tunggu di sini dan jangan tidur dulu, mengerti?” ungkap Faza.


“Kenapa aku tidak boleh tidur, aku sudah mengantuk!”


“Kalau aku bilang jangan tidur dulu ya jangan, apa susahnya untuk menurut?” keluh Faza.


Mila, berdecak kesal, bahkan sekarang Faza sudah mulai berani mengatur-atur dirinya.


“Dokter Faza, aku tahu kamu itu sekarang adalah suamiku. Tapi bukan berarti kamu bebas mengaturku paham?” jawab Mila, sembari beranjak berdiri.


Faza mengangkat sudut bibirnya, perlahan ia pun berjalan mendekati Mila. Melihat Faza melangkah kearahnya, Mila pun mundur ke belakang.


Namun Faza semakin mendekatinya, Mila berusaha untuk menjauh, sampai tubuhnya mentok di sudut dinding, dan Mila tak bisa lagi menghindar.


Saat itu pula, Faza langsung mengunci tubuh Mila, dengan mengangkat kedua tangan Mila di atas dinding kamar.


“Ka.....kamu mau apa?” tanya Mila dengan bibir bergetar.


Faza tersenyum miring, ia semakin mendekatkan wajahnya ke hadapan Mila, bahkan kini jarak diantara mereka hanya tersisa beberapa senti saja.


“Mila, aku paling tidak suka dibantah jika kamu terus bersikap buruk dan selalu saja membantah ucapan, maka aku tidak akan segan-segan untuk menghukum mu!” tegas Faza dengan tatapan yang menyala.


Mila, spontan menelan lekat saliva nya, jantung Mila semakin berdegup kencang mendengar ucapan yang baru saja Faza katakan.


“Entahlah dari hadapanku!” keluh Mila sembari ingin melepaskan diri.


Namun Faza sama sekali tak perduli, bahkan saat ini salah satu tangannya beralih mencengkram kuat lengan kanan Mila.


“Auuu, sakit!”


Mila, meringis, ia tak pernah mendapatkan tindakan sekasar ini seumur hidupnya. Dari kecil Mila selalu diperlakukan dengan lemah lembut, tapi sekarang apa yang Faza lakukan, dia bahkan menyakiti Mila.

__ADS_1


“Jika kamu tidak ingin aku bertindak kasar, mulai sekarang jangan pernah melawan atau membantah setiap perkataan ku, mengerti?”


“Iya-iya baiklah! tapi sekarang lepaskan tanganmu dari lenganku, ini sangat sakit!" pinta Mila.


Dan saat itu pula Faza pun langsung melepaskan cengkramannya.


Mila, dengan cepat menarik ulur tubuhnya untuk menjauh dari lelaki tampan itu.


'Dasar sableng, apa otaknya bergeser.' batin Mila bergerutu.


“Berbaringlah di ranjang, sekarang!” sambung Faza.


Berhasil membuat kedua kelopak mata Mila langsung membulat sempurna. Oh astaga! apalagi ini, mengapa Dia tiba-tiba ingin aku berbaring di atas ranjang?!


“Kamu mau apa? jangan macam-macam ya,” ucap Mila memperingati.


Faza kembali mengangkat sudut bibirnya.


“Sudah kubilang jangan pernah lagi membantah perkataanku dan sekarang cepat naik ke atas ranjang.”


“Ta.....tapi!”


“Mila, sekarang!”


Faza tersenyum puas, setidaknya kali ini Mila, tak lagi membantah ucapannya.


Di saat yang bersamaan pula, Faza menyusul Mila, lelaki tampan dengan aroma maskulin itu juga menaiki ranjang.


Ia merengkuh tubuh mungil Mila, kedalam pelukannya. Sangat erat! Faza memeluk Mila dengan begitu erat.


Mila sendiri belum mengerti tujuan lelaki tampan itu melakukan semua ini, yang jelas kini jantung Mila kembali berdegup lebih kencang.


“Kamu sebenarnya ingin apa?” tanya Mila sembari mendongakkan kepalanya.


Faza tersenyum manis, ia menyentuh lembut wajah Mila, Faza juga terlihat mengecup pucuk kepala wanita cantik itu.


Sikapnya begitu lembut, sangat berbanding terbalik dengan beberapa menit yang lalu, oh ya ampun bahkan kini Mila, merasa bahwa suaminya ini seperti memiliki kepribadian ganda.


“Sekarang sudah bisa merasakan bagaimana sikap kasar dan juga lembut ku?” tanya Faza seraya mengangkat kedua alisnya.

__ADS_1


Mila, mengangguk. “Ya!”


“Jadi, kamu ingin aku bersikap lembut atau kasar?” tanya Faza, kembali yang kali ini terlihat meraih telapak tangan Mila dan mengecupnya.


“Tentu saja aku ingin diperlakukan dengan lembut, tidak ada wanita di dunia ini yang ingin dikasari,” tegas Mila.


“Baiklah, kalau begitu kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan agar aku bersikap lembut padamu.”


“Hum, yah aku tahu, tidak boleh membantah dan harus menuruti setiap perkataan mu.”


“Good girl!”


Cup! Faza mengecup dahi Mila, ada sesuatu mata indah dan ia begitu jelas melihat seseorang seperti lahir kembali, dan kini menjadi istrinya lagi.


Faza yang terus mendekap tubuhnya dengan begitu erat membuat Mila, perlahan mulai merasa risih.


“Bukannya tadi kamu bilang mau mandi, pergilah sana!” sambung Mila.


Faza tertawa kecil.“Aku sepertinya berubah pikiran.”


“Be.....berubah pikirin gimana?”


“Aku akan mandi nanti saja setelah kita—”


“Kita apa? Faza jangan macam-macam yah!” sambung Mila, sembari melepaskan dirinya dari dalam dekapan Faza.


“Kamu sudah menjadi istriku Mila, dan ini malam pertama kita, kamu harus melaksanakan kewajiban mu untuk melayaniku.”


Dep!


Bibir Mila, langsung terasa kelu tak kalah mendengar perkataan yang baru saja Faza lontarkan. Tidak! tidak! Mila, belum siap, ini terlalu cepat.


Demi apapun, rasanya Mila, ingin sekali lari dan pergi meninggalkan lelaki yang ada di hadapannya kini, namun Mila tak seberani itu untuk kembali membantah ucapan Faza, apa yang harus ia lakukan?


"Bisakah, kita tunda. Aku sangat lengket?" Mila, menghindar kala Faza juga meraih tangannya.


"Baiklah, kita mandi bersama."


Gleeuuuk. "Apa ...?"

__ADS_1


"Aku duluan ke kamar mandi ya, kita bergantian." kabur Mila membuat tawa Faza.


Tbc.


__ADS_2