
"Ferdi datang di Kantor Arjun,''
Ferdi pun langsung masuk ke ruangan Arjun, Langsung membuka pintu, tanpa mengetok nya terlebih dulu..
"Ferdi! ah eloh bikin kaget aja.'' ucap Ivan.
"Arjun mana.?'' tanya Ferdi.
"Tuh ada orang nya.'' jawab Ivan.
"Ya ini gue, loh kenapa? tanya Arjun.
"Ngga papa, gue cuman mau nanya apa loh akan ke markas hari ini.?'' jawab Ferdi
"Ya, emang kenapa.?'' tanya Arjun
Gue cuma pengen kasih tau ke eloh sesuatu, Tadi gue dapat kabar katanya menyuruh kita untuk berhati-hati karna salah satu dari mereka sudah dekat dengan kita.'' jawab Ferdi.
"Loh coba cari tau siapa orang itu, apa kah dia mata-mata atau.?'' ucap Arjun.
"Gue udah cari tau, dan gue dapat sedikit info,''
"makanya gue buru-buru ke sini, kalo ngga salah informasi yang gue dapat, katanya orang itu adalah anak dari ketua Elang putih. ucap Ferdi
Tapi gue ngga ada urusan sama Elang putih, dan dari dulu keluarga dari pasukan naga api, mereka tidak pernah ada masalah dengan Elang putih, karna menurut cerita yang gue dapat pasukan Elang putih ngga pernah mau ikut campur tangan dengan masalah apa pun itu,'' ucap Arjun.
"Kalo gitu kita ngga perlu takut ama Elang putih,?'' tanya Ivan.
Iya bener, justru malah lebih baik kalo orang dari Elang putih bergabung dengan kita, biar yang lain pun bisa sungkan dengan kita, kita bisa memanfaat kan dia. ucap Arjun.
"Tapi gue penasaran sama orang itu.?
Dan apa tujuan nya untuk mendekati kita. tanya Ivan.
"Itu ngga penting untuk kita tau, yang terpenting adalah menjalan kan misi kita dengan baik, semoga aja Nathan dan Vino bisa cepat dapat informasi tentang keluarga orang tua itu.'' ucap Arjun.
"Emang Nathan dan Vino kemana.? tanya Ferdi
"Nathan dan Vino sedang menjalan kan misi nya, dan kita tingkal tunggu kabar dari Nathan dan pergi ke markas.
Lima menit kemudian Arjun dapat pesan WA dari Nathan, menyuruh nya untuk pergi ke markas,
__ADS_1
Tling.... bunyi hand fhone arjun
"Bunyi apaan tu Jun'' tanya Ivan.
"Arjun pun membuka hand fhone nya..
Broh gue dapat pesan dari Nathan dia menyuruh kita ke markas sekarang.Ayo kita berangkat sekarang.'' ucap Arjun dan melangkah pergi.
Mereka pun sampai di markas dan melihat Nathan membawa seorang anak kecil bersama nya.
Ferdi pun langsung bertanya.
"Arjun! kenapa ada anak kecil.?'' tanya Ferdi.
"Itu adalah umpan kita.'' jawab Arjun
"Broh! loh udah gila broh?, loh mau celakain anak kecil itu.?'' tanya Ferdi
Ngga gue ngga akan apa-apain anak itu, dan bukan gue yang akan melakukan nya tapi loh.!'' jawab Arjun.
"Ngga Arjun, ngga gue ngga akan mau dan jangan sekali-kali loh maksa gue untuk melakukan itu.'' ucap Ferdi dengan tegas.
Arjun pun turun dari mobil, dan langsung mengarah ke anak perempuan yang di bawa Nathan dan Vino, anak perempuan itu pun langsung buat Arjun teringat dengan Wilona gadis kecil yang sering dia panggil kelinci kecil, Waktu Arjun masih kecil. Arjun tambah teringat dengan Willna gadis kecil itu, mendengar anak kecil itu menyebut nya dengan sebutan om ganteng.
"Kamu ngga usah khawatir, om ada disini om ngga akan menyakitin kamu.'' ucap Arjun berusaha membujuk anak itu, dan entah kenapa dia teringat dengan kelinci kecil nya
"kok gue teringat ama kelinci kecil itu ya, apa sekarang dia sudah melupan gue, dan pasti kelinci itu sangat cantik, gue pasti akan seneng banget kalo gue ketemu lagi ama kelinci kecil itu.'' ucap Arjun dalam hati sambil menatap anak perempuan itu.
Arjun pun menyuruh Ferdi mengambil anak itu,
"Fer loh urus anak itu.'' ucap Arjun
Ferdi pun mendekat dan memgajak anak itu ngobrol, dan bertanya kenapa dia bisa ikut dengam Nathan, anak perempuan itu menjawab.
"Hmmm hai adek kecil, Nama kamu siapa nama kakak Ferdi , kok kamu bisa ikut sich sama teman nya kakak ke sini.?'' tanya Ferdi ke anak perempuan itu.
"Oh kakak itu, kata nya kakak itu mau bawa aku ketemu dengan kakek , karna kakek sudah lama tidak pulang, dan kakak itu mau mengantar kan aku bertemu dengan kakek kak,.'' jawab anak kecil itu.
Ferdi pun berbalik badan, dan bertanya pada Nathan dan Vino.
"Broh apa maksud anak ini apa?, gue ngga ngerti apa yang dia bicara kan.?'' tanya Ferdi.
__ADS_1
"Anak itu adalah cucu dari orang tua itu, dan kita bisa memancing orang tua itu, untuk membuka mulut nya pake anak itu.'' jawab Nathan.
"Broh umpan kita kemarin dapat, didalam ruangan rahasia ada seorang laki-laki masuk kesana kemarin, karna dia ngga bisa membuka pintu nya makanya dia ikut terkurung di dalam ruangan itu.'' ucap Vino
"Itu lebih bagus jadi kita ngga perlu repot-repot mencari informasi, dengan mudah laki-laki itu bisa kita ajak untuk bekerja sama,'' ucap Arjun
Dan bergegas masuk ke ruangan rahasia.
dengan memakai topeng sebagi penutup wajah nya agar orang itu tidak dapat mengenal nya.
"Wah-wah. wah.'' Bertepuk tangan.
"Hebat-hebat punya nyali juga loh datang ke sini, loh mau ngapain masuk ke markas gue,?''tanya Arjun dari luar ruangan tersebut dan mengepalkan tangan.
"Siapa kamu?! Tolong keluar kan aku dari sini,''
"aku mohon siapa pun kamu tolong keluar kan aku dari sini, aku mohon pada mu apa pun yang kau mau akan ku turuti, asal aku bisa keluar dari sini'' ucap laki-laki tersebut,
"Hm bagus, kalo begitu katakan dulu siapa yang menyuruh loh untuk memata-matain gue,?'' tanya Arjun. Tegas.
"Baik-baik, tapi kau harus keluar kan aku dari sini dulu,'' jawab laki-laki itu.
"Udah deh loh ngga usah berbasah-basih, Mending sekarang Cepetan loh ngomong, karna gue ngga ada waktu untuk tawar menawar dengan loh.'' ucap Arjun.
"Kalo loh ngga mau ngomong jujur, gue akan akan pergi dari sini, ngga papa kalo emang loh suka berada di dalam sana, gue akan kembali kesini minggu depan.'' ucap Arjun
"Ja-jangan, ba-baik saya akan berbicara, tapi kamu harus janji kalo kamu ngga akan bilang kalo aku lah yang memberitahu mu,'' ucap laki-laki itu..
"Hm baik lah gue akan diam, dan gue pastikan omongan gue ini bisa dipegang, jadi loh ngga usah takut, takut akan gue ngga bukain loh pintu dari situ, ngga gue bukan type orang yang seperti itu.''
"Gue orang yang selalu menepati janji nya.'' ucap Arjun
BERSAMBUNG...
Semoga kalian
Suka sama karya ku
Selamat membaca
__ADS_1
Jangan lupa like komen and vote