
Bi Ina, bertanya pada siapa dia kenapa bisa pulang sama Arjun,
.
"Non-non, ini siapanya si aden ya,? Kenapa bisa aden pulang bareng ennon?" tanya, bi Ina, pada Sita.
"Oh! Ya, Kenalin Bi, nama sata Sita, pacarnya Arjun" jawab Sita pada Bi Ina.
"Oh, pacarnya si aden, maaf ya non bibi, tadi sudah banyak tanya" ucap, bi Ina pada Sita,
"Ngga, Papa kok bi" jawab Sita Pada bi Ina.
"Ya, sudah kalau begitu bibi, kedapur dulu ya mau masakin bubur buat si aden," ucap, bi Ina pada Sita.
.
Oh! Ya bi, ntar biar saya aja yang jagain Arjun" jawab Sita pada bi Ina.
Sita pun kembali kemarnya Arjun, menemani ia di kamar yang sedang tidak enak badan
DIKAMAR ARJUN.
"Sayang! Kamu gimana udah baikan?" tanya, Sita Pada Arjun.
"Udah kok, ini aku, udah merasa lebih baikan, kan ada kamu," jawab, Arjun pada Sita.
"Ah! Sayang ada-ada aja deh kamu," ucap, Sita pada Arjun.
"Ya, aku serius, aku bahagia banget karena punya pacar kek kamu, sayang perhatian, dan juga pengertian." jawab, Arjun pada Sita.
"Hm, sayang lebay deh," ucap Sita malu-malu.
"Kok aku, di bilang lebay sih?" tanya, Arjun pada Sita.
Arjun, pun menatap Sita dengan senyum-senyum dan semakin mendekat pada Sita ia ingin mencium pipiny Sita, tiba-tiba ada Bi Ina ketok pintu.
KETOK PINTU
Tok.. Tok.. Tok..
"Den, aden ini bi Ina bawain bubur" panggil bi Ina membawakan bubur untuk Arjun.
"Aduh!, bi Ina ganggu aja deh, ngga tau apa orang lagi pacaran." guman Arjun dalam hati.
"Ya, bi masuk aja, pintunya ngga di kunci kok" jawab Sita pada bi Ina
__ADS_1
Bi Ina pun masuk membawa bubur yang sudah ia buat untuk Arjun,
.
"Ini, non Sita, buburnya mending aden, di suruh makan sekarang mumpung buburnya masih anget, " ucap, bi Ina Memberikan semangkuk bubur pada Sita untuk di kasih pada Arjun
"Ya, bi sini biar saya aja yang suapin Arjun," ucap Sita pada bi Ina. Mengambil bubur dan menyuapi Arjun
"Ya, sudah kalau begitu bibi, keluar dulu ya non Sita" ucap, bi Ina pada Sita, keluar dari kamar Arjun
.
"Sayang! Kamu makan dulu, aku suapin ya" ucap, Sita pada Arjun menawarkan bubur pada Arjun
"Ya, deh karena kamu maksa," jawab Arjun pada Sita.
"Apaan sich! Kamu siapa yang maksa" tanya, Sita pada Arjun.
"Kamu!" jawab Arjun pada Sita.
"Sayang! Apaan sich?!" tanya, Sita pada Arjun
"Katanya mau suapin aku, ini kok malah bengong?" tanya, Arjun pada Sita bertanya balik.
"Udah, ni aku suapin deh, a-aem buka, mulutnya," ucap Sita pada Arjun.
"Gimana, enak ngga?," tanya, Sita pada Arjun dengan terus menyuapi Arjun.
"Ya, enak banget, apa lagi disuapin sama kamu" jawab, Arjun pada Sita.
"Udah, kalo gitu cepat abisin buburnya, biar cepat sembuh" ucap Sita pada arjun.
"Udah-udah! Sayang! Aku udah kenyang aku, mau minum" ucap Arjun pada Sita meminta air minum.
"Kok, udah ini buburnya kan belom abis sayang, ayo dong abisin" tanya, Sita pada. Arjun.
"Aduh, sayang! Aku, serius aku ngga bisa, aku udah kenyang," jawab, Arjun pada Sita.
"Ya, udah kalo gitu kamu, minum dulu ya," ucap, Sita,. Memberi minum pada Arjun
Sita pun meletakkan mangkuk buburnya, dan mengambil tissu lalu ia melap mulutnya Arjun.
Arjun, pun langsung memegang tangannya Sita, dan mengusap dengan lembut pipi kirinya Sita.
"Sita, aku, sayang sama kamu," ucap, Arjun pada Sita.
__ADS_1
"Aku, juga sayang sama kamu Arjun, " jawab Sita, menggenggam tangan kirinya Arjun.
"Sita.., Aku, boleh minta sesuatu ngga sama kamu," tanya, Arjun dengan lembut pada Sita.
"Apa!?" jawab, Sita dengan menatap Arjun, dengan penuh cinta.
"Aku-aku.., Aku, mau kamu" ucap Arjun pada Sita. Tiba-tiba sudah ada Nathan dan teman-temannya mengetok pintu kamarnya diluar.
.
KETOK PINTU,
Tok.. Tok.. Tok.. Tok..
"Arjun..,! Loh ada di dalemkan" panggil Nathan diluar kamarnya Arjun.
"Aduuh!!! Siapa lagi sich itu?! Bikin kesel aja, ngga bisa liat orang senang apa?!" guman, Arjun dalam hati..
"Arjun..,!!!! Loh ada di dalem kan Arjun.?!" panggil Nathan lagi pada Arjun dari luar kamar Arjun.
"Sayang, keknya ada orang deh di luar aku, bukain pintunya dulu ya sayang," ucap, Sita pada Arjun.
"Udah, kamu bukain dulu gi sana" suruh Arjun pada Sita.
Sita pun melangaka pergi membuka kan pintunya
"Loh.,! Lama ba-ng-et sich!" tanya, Nathan kaget melihat Sita yang membuka kan pintu kamarnya Arjun.
.
"E-eloh! Loh ngapain disini,? Arjun, mana" tanya," Nathan pada Sita Yang berdiri di pintu kamarnya Arjun.
"Ya, gue, emang kenapa? Arjun, ada di dalem lagi ngga enak badan" jawab Sita pada Nathan.
Nathan, pun langsung masuk tanpa permisi pada Sita,, Vino dan Ivan masih berdiri di depan pintu. Dengan pandangan mengarah pada Sita.
"Kalian, kenapa liatin gue, kek gitu?!" tanya, Sita pada Vino dan Ivan.
"Ngga- ngga, papa kok, siapa yang liatin loh" jawab, Vino pada Sita.
"Ya, gue, juga ngga liatin loh, kok lohnya aja tuh yang merasa kita berdua liatin" ucap Ivan pada Sita, dengan jutek.
"Loh, loh minggir dong, gie, mau lewat, " ucap Vino menyuruh Sita menyingkir dari pintu karena mereka mau lewat.
B͟e͟r͟s͟a͟m͟b͟u͟n͟g͟...
__ADS_1