Suami Impian

Suami Impian
Season 2 Suami ku kekasih impian ku. Chapter 1


__ADS_3

Penulis. Annha


Cerita ini hanya fikti belaka


Bila terdapat kesamaan toko/karakter itu hanya, kebetulan saja


Cerita, ini terdapat dari pemikiran sendiri hanya sebuah khayalan. Semata


Perkenalan toko/karakter


-----------------------------------


Visual Dion, anak, Arjun dan Wilona umur 7 tahun. Ganteng, pintar, lucu, kadang bersikap dingin.



----------------------------------


Visual Wilona. Umur 27 tahun



----------------------------------


Visual Arjun. Umur 33 tahun



--------------------------------


Visual Ferdi. Umur 28 tahun



---------------------------------


Visual Siska pacar Ferdi, umur 22 tahun.


Cantik, baik pengertian.



Delapan tahun kemudian pernikahan Wilona dan Arjun,


Kini Arjun di sibuk kan, oleh pekerjaan nya, belum lagi urusan Pasukan naga api


Arjun adalah ketua dari Naga api, namun sampai saat ini Wilona belum mengetahui hal tersebut,


Kalo ternyata suaminya adalah Ketua Naga api,


Wilona pun tidak pernah menceritakan, pada Arjun kalo dirinya adalah anak, dari Kedua dari pasukan Elang putih.


Arjun tinggal di rumah yang cukup mewah, bersama isteri dan anak nya.


Tapi Wilona tidak pernah tau, yang sebenarnya apa pekerjaan Arjun selama ini, dia hanya tau kalo suami itu adalah seorang pengusaha yang sukses. Yang punya kantor yang sangat bagus.


Selama delapan tahun pernikahan mereka, sedikit pun Wilona tidak pernah curiga pada pekerjaan Arjun.


Begitu pun dengan Arjun, dia tidak pernah tau kalo Wilona, isteri nya adalah anak dari musuh nya.


Apa kah yang akan terjadi, bila Wilona tau pekerjaan suami nya, yang sesungguhnya.


Apa yang akan Arjun lakukan, kalau tau bahwa isteri nya adalah anak musuh nya.


••••••••••••••••••••••••••••••••••


Pagi-pagi sekali Wilona, bangun menyiapkan Sarapan, Dan menyajikan di atas meja, dan sarapan bersama suami dan anak nya.

__ADS_1


Kebetulan hari ini, adalah hari pertama Dion masuk sekolah dasar.


Di meja makan Dion bertanya pada Bunda dan Ayah nya, apa kah mereka akan mengantar nya ke sekolah.


.


" Bunda ... Hari ini hari adalah pertama Dion sekolah, Dion mau diantar Bunda sama Ayah, bisakan Bunda." tanya Dion


" Ya, sayang ... Bunda bukan cuma anterin Dion aja, tapi Bunda juga akan temani Dion sampai pulang sekalah." jawab Wilona pada anak nya


" Beneran Bunda ? Yeeee.....! Bunda temanin Dion. Asyik..!! " Dion sangat senang


Dion bertanya pada Arjun, Ayah nya.


" Ayah-Ayah, Ayah! Mau kan anterin Dion ke sekolah? " tanya Dion pada Arjun


" Maaf sayang! Tapi kayanya Ayah ngga bisa, soalnya Ayah punya banyak sekali pekerjaan di kantor, " jawab Arjun pada Anaknya


" Ya! Ayah! Masa cuma anterin Dion bentar aja ngga bisa sih. " ucap Dion. Sedikit kecewa dengan penolakan Ayahnya


" Gimana kalo om Ferdi yang anterin Dion, nanti om Ferdi beliin es cream deh." tanya Ferdi tiba-tiba ada di belakang nya Dion.


" Om Ferdi! Kayak jalangkung! yang langsung muncul gitu aja. " ujar Dion dengan melahap roti bakar buata Wilona Bundanya.


" Uuussss! Dion! Ngga boleh ngomong kayak gitu sama om Ferdi." tegur Wilona pada anaknya


" Feri! kapan kamu sampai dari luar kota. " tanya Wilona


" Aku baru aja sampai, aku langsung ke sini soalnya aku kangen sama Dion," jawab Ferdi


Mengacak rambut Dion.


" Gimana bisnis lo lancar?" tanya Arjun pada Ferdi


" Ya! Alhamdulilah." jawab Ferdi


Dion langsung menatap mata Ferdi, dan melambai-melambaikan tangannya depan Ferdi


" Om Ferdi ngga bisa melihat ya?" tanya Dion pada Ferdi


" Kok! Dion nanya nya gitu." jawab Ferdi bertanya balik


" Kan! om Ferdi nanya sama Dion, nanya kalo Dion lagi makan apa? " jawab Dion dengan serius


" Ooh gitu, om Ferdi bisa melihat kok!" jawab Ferdi


" Terus! kalo om Ferdi bisa melihat, kenapa om Ferdi bertanya lagi sama Dion? " tanya Dion pada Ferdi


" Hum ... Ngomong-ngomong, om Ferdi ngga diajakin makan ni?" tanya Ferdi lagi pada Dion. Dan menarik kuris duduk bersampingan dengan Dion.


" Om Ferdi! mau makan? " tanya Dion dengan serius


" Ia Dong mau. "


" Feri! Sini aku ambilin, Kamu mau makan apa, nasi goreng atau roti bakar? " tanya Wilona pada Ferdi


" Om Ferdi kan udah gede' ngapain pake di ambilin, om Ferdi juga bukan suami nya Bunda." sahut Dion dengan sinis


" Udah Bunda, ngga usah repot-repot om Ferdi bisa ambil sendiri kok. " ujar Ferdi dengan meniru gaya bicara nya Dion.


" Hmm ... Sayang! Kayak nya aku udah harus berangkat deh aku udah hampir telat, sayang! Ngga papa kan kamu anterin Dion sendiri, atau kamu minta di anterin Ferdi aja." tanya Arjun pada Wilona


" Ngga papa kok sayang, kamu hati-hati ya." ucap Wilona pada Arjun. Dan mencium tangan Arjun, Arjun pun mencium kening Wilona dan mencium Dion. Sambil ngacak rambut nya Dion.


"Gue ngga di cium ni Jun?!" tanya Ferdi (bercanda)


" Om Ferdi mau di cium? Sana minta cium sama bi Ina." jawab Dion pada Ferdi

__ADS_1


Arjun tertawa mendengar anak nya bicara seperti itu.


" Ayah! Ngga mau anterin Dion ke sekolah dulu. " tanya Dion pada Arjun


"Kan itu ada om Ferdi! Kan kata om Ferdinya dia mau anterin Dion ke sekolah. " jawab Arjun pada Dion anak nya


" Ya! Dion ntar biar om yang anterin." bujuk Ferdi pada Dion


Dion terus merengek pada Ayahnya


" Enggan! Dion ngga mau sama om Ferdi, om Ferdi kan bukan Ayahnya Dion. " sahut Dion


Dion terus memeluk Arjun, tidak mau melepas kannya, Ia tetap ingin diantar oleh ayahnya pergi ke sekolah.


" Dion! dengarkan Ayah, Ayah harus kerja nak, Ayah harus cari uang supaya bisa memenuhin kebutuhan keluarga kita. " bujuk Arjun pada Anaknya.


" Memang kalo Ayah telat dikit masuk kantor, itu bisa membuat Ayah jatuh miskin?" tanya Dion


" Ngga gitu juga nak, cuma Ayah harus"


" Ngga usah di terusin! udah sana Ayah berangkat kerja ... " ucap Dion mengambek


" Nah gitu dong, tapi anak Ayah jangan cemberut dong, jangan ngambek ya nak ya. " ucap Arjun sambil mengelus kepala Dion


" Udah ah! Dion males sama Ayah! Ayah ngga sayang sama Dion." jawab Dion pada Ayahnya


" Jangan marah dong, ntar kalo marah ganteng nya bisa ilang, gini deh Ayah janji ntar kalo hari libur kita ke pantai, gimana Dion mau ngga?" rayu Arjun pada Dion


" Beneran, Ayah serius, mau bawa Dion ke pantai?" tanya Dion


"Ya! Sayang! Ayah serius, Ayah ngga bohong, Ayo tos dulu dong" jawab Arjun pada anak nya.


Tos...


Pakk!


" Tos. sama om Ferdi juga dong." ucap Ferdi sambil mengangkat tangan pada Dion


" Ngga! Dion ngga mau." sahut Dion jutek


" Jutek amat sih? Om Ferdi nangis ni, He- e-ee-ee.!! Dion ngga mau teman om Ferdi" gombal Ferdi pura-pura menangis


"Ah! Om Ferdi lucu banget! Hahahaha... " ketawa Dion.


" Jadi! sekarang Dion udah mau temanan lagi sama om Ferdi? Yeeee! Om Ferdi seneng banget" tanya Ferdi pada Dion


Dion pun langsung memeluk Ferdi dan berkata.


" Dion kangen sama om Ferdi. " ucap Dion pada Ferdi


" Sama ... om Ferdi juga kangen, kangen banget!!! Om Ferdi kangen banget sama Dion" ucap Ferdi sambil menggendong Dion.


" Om Ferdi bawa oleh-oleh apa buat Dion." tanya Dion


" Hum... Om Ferdi beliin Dion mainan pesawat, nanti kita bisa main bareng ya kan" jawab Ferdi


" Terus! Mainan pesawat nya mana.?" tanya Dion


" Ada di mobilnya om Ferdi, udah yuk kita berangkat ke sekolah. " ajak Ferdi.


Ia menggendong Dion sampai di mobilnya, d


Dan Ferdi mengantar Wilona dan, Dion pergi ke sekolahannya Dion.


 


Bersambung...

__ADS_1


 


__ADS_2