Suami Impian

Suami Impian
"Padepokan Elang Putih"


__ADS_3

Dan laki-laki tua itu mengaku-ngaku ke Arjun bahwa ia adalah orang suruhan Elang putih.


Dan laki-laki itu berusaha meyakinkan Arjun, Arjun pun langsung percaya begitu saja,. Arjun tidak langsung melepaskan laki-laki itu ia hanya memindah kannya karrna ia berpikir akan mengguna kan laki-laki itu untuk mencari information lebih banyak lagi tentang Elang putih.


"kurang ajar, ternyata information yang Ferdi dapat, tentang Elang putih itu memang benar, ternyata mereka memang mencari masalah dengan kita." ucap, Arjun.


"Emang Ferdi, dapat information apa? Tentang elang putih.? " tanya, Nathan serentak Vino.


"Ferdi, dapat information, kalo ada orang dari elang putih sedang dekat dengan kita, dan menyuruh kita, untuk lebih berhati-hati. Dan ternyata information yang Ferdi dapat benar ada nya." jawab, Arjun pada nathan


"Kalo, gitu apa yang harus kita lakukan sekarang" tanya, Nathan pada Arjun


"Sekarang, yang perlu kita lakukan adalah mencari tau siapa orang itu, karena menurut information yang Ferdi, dapat kan orang itu sudah dekat sama kita." jawab, Arjun pada Nathan


"Gimana dengan laki-laki itu," tanya, Vino pada Arjun


Gue, udah pindahkan dia di tempat yang lebih aman, gue akan menggunakan laki-laki itu, untuk mencari lebih banyak lagi tentang information elang putih." jawab Arjun


"Lalu, gimana sama orang tua itu,?" tanya, Nathan pada Arjun


"Nanti, kita urus laki-laki itu." jawab Arjun.


Terus gimana dong sama cucunya itu, apa kita akan menahannya terus.?" tanya, Vino pada Arjun


"Sebaiknya begitu, dan loh urus anak itu carikan dia pengasu, udah sekarang sebaiknya kita pulang." jawab Arjun pada Nathan


Arjun Nathan dan Vino pun keluar, mereka pun pulang.


.


.


DI KOSTSAN WILONA.


.


Wilona kalah itu lagi beres-beres, ingin pulang ke rumahnya karena, tiba-tiba ia merasa rindu pada ayahnya, Wilona, pun memberi tahu pada Dewi, kalo ia ingin mengenguk ayahnya di Padepokan.


"Wilona! Loh, mau kemana malem malem gini beres beres gitu.?" tanya Dewi.


"Gue mau pulang Dew, gue kangan sama bokap gue, soalnya gue udah lama banget ngga pulang-pulang gengukin dia." jawab Wilona.


"Loh! mau pergi malam ini juga Wil.?" tanya, Dewi.


"Ya Dew gue mau pergi malam ini" jawab, Wilona.


Maaf, banget ya Wilona! Gue, ngga bisa temanin loh ke sana." ucap Dewi.


"Iya, ngga papa gue bisa pergi sendiri kok." jawan Wilona.


"Lah! terus loh mau naik apa?" tanya Dewi


"Gue mau naik taksi online aja nanti kesana." jawab Wilona.


"Loh ngga takut Wil?! Naik taksi online malem-malem, kalo gue ni ya mending loh minta tolong ama si Ferdi deh buat anterin loh ke sana, soalnya, Wilona sekarang itu udah bahaya banget naik taksi online malem-malem,, soalnya ya sekarang itu udah banyak banget, yang namanya begal. Mending loh minta tolong Ferfi pasti dia mau kok anterin loh ke sana." ucap dewi.


"Ya sich loh benar, tapi apa iya Ferdi mau anterin gue." ucap Wilona.


"Ya! coba loh tanyain dia." jawab Dewi.


"Tanya'innya gimana ya, Oh ya gue chat dia di WA deh." ucap Wilona.


.

__ADS_1


.


.


Akhir nya Wilona pun ngechat Ferdi di WA. bertanya dan meminta tolong dianterin


Wilona-[Hay Fer, malem loh lagi apa.?]


Ferdi-[Ya hy jga Wilona, gue lagi dduk aja ni]


Wilona-[Ferdi! Gue bsa mnta tlng gak?]


Ferdi-[ya! Bisa emng mau mnta tlng apa?]


Winona-[Fer! Loh, bisa anterin gue gak?]


Ferdi-[ boleh, emg loh, mau di antrin kmna?]


Wilona-[gue mau pulng ke Padeponkan bokap gue]


Ferdi-[ya udah skrg loh siap-siap gue otw ksna]


.


.


.


Ferdi pun mengantar Wilona pulang ke Padepokan Ayahnya Wilona.


Perjalanan menuju Padepokan Elang putih


"Fer! Gue, makasih banget ya loh udah mau anterin gue, maaf ya gue udah ngerepotin loh banget" ucap Wilona.


"Nah kita udah hampir sampe Fer" ucap Wilona sambil menujuk ke arah Padepokan Elang putih,


"Haa!! Itu kan Padepokan Elang putih, apa jangan-jangan Wilona." ucap Ferdi dalam hati dan menggantung perkataan nya, dan menatap Wilona dengan was-was


"Fer! Kok, loh bengong, kok loh liatin gue kek gitu." tanya Wilona.


"Oh! ngga, gue ngga papa kok gue cuman ngantuk aja." jawab Ferdi.


"Nah kita udah sampe, Fer ayo kita turun Sekalian gue kenalin loh sama bokap gue." ucap Wilona mengaja Ferdi.


Ferdi pun ragu-ragu untuk turun takut, dan berpikir kalo Wilona akan mencalakan dia.


Karna kenapa Wilona tiba-tiba mengajak nya sini.


"Ferdi! Kok loh malah bengong sich dalem mobil ayo turun." panggil Wilona.


Para murid-murid ayah nya Wilona pun berdatangan menyambut Wilona yang baru datang, Ferdi pun semakin merasa takut, dan ngga berani turun dari mobil nya.


Ferdi! Loh kenapa kok ngga turun sich? Tuh mereka pada nyambut kedatangan kita loh." Panggil Wilona.


Ferdi pun tutun dari mobil nya sambil memejam kan mata nya pasrah dan berkata dalam hati.


"Ya Tuhan, aku pasrah jika harus mati ditangan mereka semua." ucap Ferdi dalam hati.


"Ferdi! Loh kenapa merem gitu.?" tanya Wilona.


"Hmm mereka ngga apa-apain gue" ucap Ferdi dalam hati Dan membuka matanya pas di depan laki-laki yang tinggi tegap, laki-laki itu tersenyum dan menyapahnya dan ternyata dia adalah guru Linggah Ayahnya Wilona Pemimpin Elang putih.


"Haii anak muda! Kok kamu kelihatan seperti orang ketakutan?" sapa guru Lingga Ayahnya Wilona

__ADS_1


"Ha-haaii om selamat malam." jawab Ferdi


"Hehehe, ini sudah bukan malam lagi, ini sudah hampir pagi," ucap guru Lingga.


Wilona pun memperkenal kan Ferfi pada Ayah nya dan para murid yang ada di situ


"Ayah!. kenal kan ini Ferfi temannya Wilona, "hai teman-teman kenalin ini teman Wilona namanya Ferdi gimana ganteng kan." ucap Wilona dengan pertama kali memuji Ferdi kalo Ferdi ganteng.


"Ya, sudah kalo begitu kenapa kita masih ngobrol diluar, ayo kita masuk ajak temanmu itu." ucap guru Lingga


"Baik, Ayah! ferdi! Ayo kita masuk, loh ngga usah takut ayah orangnya baik kok." ucap Wilona menarik tangan Ferdi masuk.


"Ternyata Wilona bagian dari Elang putih, tapi ayahnya Wilona itu siapa.?" tanya, dalam hati Ferdi.


Dan melangkah masuk, orang-orang yang ada di Padepokan itu semua pada rama dan semua pada menyambut kedatangan Wilona dan Ferdi dengan baik


"Siapa sebenarnya Wilona, sepertinya dia sangat di hormati disini" tanya, alam hati Ferdi.


.


DALAM RUMAH WILONA,


Wilona duduk di sebelah ayahnya, dan memperkenal kan ayahnya pada Ferdi.


Ferdi! kenalin ini Ayah nya gue namanya guru Lingga


Ayah gue ini adalah pemilik Padepokan ini dan Pemimpin Pasukan Elang putih..


Sonta Ferdi langsung terkejut mendengar Wilona berkata dia anak Pasukan Elang putih, Ferdi pun langsung batuk karna terkejut.


.


Batuk


Ehok...Ehok..Ehok...


"Ferdi! Loh kenapa?. Loh ngga papa kan? Gue ambilin minum, ni minum dulu loh istrahat deh loh pasti kecapek an, gue anterin loh ke kamar ya." tanya, Wilona


"Hm! gue ngga papa kok, udah loh ngga usah khawatir, loh tenang aja gue baik-baik aja." jawab Ferdi


Ayahnya Wilona pun langsung menegur Wilona agar berbahasa dengan sopan Wilona Tidak boleh pakai Bahasa yang seperti itu kalo ia berada di Padepokan.


"Ehem.. Wilona! Berapa kali ayah sudah mengingatkan kamu kalo disini Wilona tidak boleh mengguna kan Bahasa loh-loh gue-gue, apa Wilona sudah lupa?" ucap Ayah Wilona


"Maaf, Ayah! Wilona lupa, Wilona salah Ayah! Wilona minta maaf " ucap Wilona.


Mendengar guru Lingga dengan cara berbicara yang sopan Wilona yang sangat menghargai Ayahnya.


Ferdi pun berpikir kalo ngga mungkin orang seperti guru Lingga mau mencelakai orang lain..


"Ini pasti salah, orang itu pasti berbohong sama Arjun dan hanya ingin memecah belahkan Antara Pasukan Naga api dan Pasukan Elang putih, karna kalo diliat-liat ayahnya Wilona ini orang baik." ucap ferdi dalam hati.


 


Bersambung


Semoga kalian semua


Suka sama karyaku


Selamat membaca


Jangan lupa like komen and vote

__ADS_1


 


__ADS_2