
"Assalamualaikum"
Sudah berapa hari cuti atau libur corona,
Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..
Semoga corona bisa cepat berlalu dan kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa.
[****************************]
Wilona pun bertanya pada Ivan, bagai mana dengan, keadaan Arjun, Apa kah Arjun, baik-baik saja
.
.
"Van! Arjun, gimana dia baik-baik aja Kan, Arjun ngga marah kan sama kalian?. Arjun, mau maafin kalian kan?" tanya, Wilona pada Ivan.
"Boro-boro di maafin, dia malah ngusir kita dari rumahnya." jawab, Ivan pada Wilona.
"Ha..!!! Ngusir kalian! Kok bisa sich, tapi Arjun baik-baik ajakan?" tanya, Wilona lagi pada Ivan.
"Ya, dia baik-baik aja, dan memang Iya dia ngusir kita, dan itu semua gara-gara pacarnya." jelas, Ivan pada Wilona.
Wilona pun kaget mendengar Arjun sudah punya pacar,.
"Apa! Arjun, udah punya pacar?!" tanya Wilona pada Ivan dengan kaget.
"Kok! Loh, kaget gitu sich? denger Arjun punya pacar,?" jawab, Ivan bertanya balik pada Wilona.
"Oh,, ngga kok maksud gue, kok bisa Arjun ngusir kalian, cuman gara-gara pacarnya, gimana ceritanya?" jawabnya, bertanya balik Wilona berusaha menyembunyikan raut wajahnya
.
.
"Ya, dia itu orangnya ngeselin banget, bedah banget deh sama loh, baik ngga pernah marah-marah sama kita, dan ngga pernah buat Ferdi, benci sama kita. Loh malahan enak diajak ngobrol, dan diajak bercandah, bedah banget deh sama pacarnya Arjun, yang bikin suasana hati gue selalu panas, kalo liat mukanya" jelas, Ivan pada Wilona
.
.
"Kok, loh malah banding-bandingkan pacarnya Arjun sama gue." jawab, Wilona bertanya.
.
.
"Ya, karena loh, memang jauh lebih baik daripada pacarnya Arjun" jawab, Ferdi tiba-tiba muncul dari belakang Wilona.
.
Wilona pun langsung membuang muka saat ia melihat Ferdi.
"He.! Broh! Dari mana aja loh, tiba-tiba bisa nongol di situ?" tanya, Ivan pada Ferdi. Yang tiba-tiba muncul
__ADS_1
"Gue, dari cari Wilona, taunya Wilona, udah sampai duluan disini, " jawab Ferdi Wilona langsung di potong pembicaraan
"Ngapain! Loh! Cariin gue." tanya Wilona pada Ferdi. Masih kesel
"Ya, maafin gue, tadi gue ninggalin loh di tenga jalan sendirian," jawab Ferdi
Ferdi pun mengalihkan pembicaraan
.
.
"Van! loh, kok bisa di sini,? Bukannya tadi loh lagi bareng Nathan, ama Vino, mereka kemana ?" jawab, Ferdi pada Ivan bertanya Balik
"Tadi, gue anterin Dewi pulang, kalo Nathan pergi ngga tau dia mau pergi kemana, soalnya tadi dia, langsung pergi gitu aja, dan Vino, lagi kejar Nathan yang bawa mobil, ngebut-ngebutan, Vino tinggalin gue di taman, mana Vino pake motor gue lagi kejar Nathan" jelas, Ivan pada Ferdi
"Apa! Emang Nathan, kenapa?!" tanya, Ferdi khawatir Nathan kenapa-napa apa lagi Nathan punya penyakit.
.
.
"Ya, seperti biasa, Nathan itu paling ngga bisa, kalo di ingetin sama masa lalunya, pasti sakit kepalanya kumat,. Kalo misalnya ada orang yang ingetin dia sama masa lalunya" jelas, Ivan pada Ferdi tentang kenapa Nathan sampai pergi
"Emang siapa yang ingetin dia.?!"tanya, Ferdi.
"Maafin gue, Fer! Ini semua salah gue, ngga seharusnya gue, ingetin Nathan tentang masa lalunya" Jawab, Dewi pada Ferdi.
"Aduh! Dewi! Kok loh bisa senekat itu sich, loh tau ngga, Nathan itu lagi amnesia, dan dia ngga boleh, di paksa untuk ingat sama masa lalu nya, aduh! Kalo gitu ini gawat Nathan bisa melukai dirinya sendiri," jelas, Ferdi pada Dewi
Dewi hanya berdiam mendengar penjelasan dari Ferdi.
"Dewi! Loh kenal sama Nathan" tanya, Wilona pada Dewi, namun Dewi hanya berdiam dan tidak menjawab pertanyaan Wilona dan tidak berkata apa-apa.. Ivan langsung menjelaskan pada Wilona
"Bukan, cuma kenal Wil, tapi Dewi itu mantannya Nathan," jelas Ivan pada Wilona
"Apa.!! Mantan?!" tanya Wilona lagi
"Ya,Wilona, Dewi itu mantannya Nathan, tapi Nathan amnesia, dia ngga inget sama Dewi, dan setiap kali Dewi datang dan temuin Nathan, sakit kepala Nathan pasti kumat. Makanan keluarga dan teman-temannya Nathan melarang Dewi dekat-dekat sama Nathan" jelas, Ferdi pada Wilona.
"Siapa! Yang tanya sama loh, gue bukan nanya ama loh, gue nanya sama Ivan bukan sama loh." jawab, Wilona pada Ferdi bertanya sinis
"Yakan, gue cuma jelasin,. Loh masih marah ya sama gue?
Gue, minta maaf ya, please, Wilona, maafin gue, ya please,"bujuk Ferdi dan berlutut di depan bangku yang Wilona duduki
"Loh! Apa-apaan sich! Malu di liatin orang tau ngga! Udah loh cepat berdiri!." sahut Wilona.
"Jadi, sekarang loh udah maafin gue?." tanya, Ferdi pada Wilona
"Udah, Ah! Gue mau masuk, gue cepek." sahut, Wilona lalu beranjak masuk dalam kamar nya.
"Wilona! Loh mau kemana,?" tanya, Ferdi pada Wilona
"Loh.!! Ngga! Dengar tadi gue ngomong apa? Gue, mau masuk mau istirahat, gue capek" jelas Wilona lalu masuk ia pun menutup pintu kamarnya.
"Fer! Maafin Wilona ya." ucap, Dewi pada Ferdi
"Ngga, papa kok, gue, maklum kalo dia masih marah sama gue., Oiya Dew, gue pulang dulu ya, udah malem soalnya, Van! loh ngga mau pulang bareng gue,?" jawab, Ferdi dan bertanya pada Ivan
__ADS_1
"Ya, mau dong, emang kalo gue ngga ikut pulang bareng loh, gue pulangnaik apa? Motor gue kan di bawa sama Vino," jawab, Ivan pada Ferdi
"Ya udah, kalo gitu kita pulang sekarang." ajak, Ferdi pada Ivan.
.
"Dewi, gue pulang dulu ya." pamit, Ivan lalu beranjak ke mobilnya Ferdi.
"Ya, kalian hati-hati ya," sahut, Dewi ia pun masuk menyusul Wilona.
Di kamar Wilona
Wilona menangis, karena tau Arjun sudah punya pacar.
"Wilona.., kok loh, nangis?" tanya, Dewi pada Wilona
"Ngga, gue ngga papa kok," jawab, Wilona dengan suara serak.
"Loh.., pasti sedih banget ya.? Loh yang sabar Wil." bujuk, Dewi pada Wilona berusaha menenangkan Wilona
Wilona pun langsung memeluk badan Dewi.
Dan menangis.
Hiks.. Hiks.. Hiks.. Hiks..
"Dew, gue sedih banget Dew, ternyata cowok, yang selama ini, gue puja-puja, ternyata dia udah punya pacar, dan dia bener-bener udah lupa sama masa kecil kita," sahut, Wilona dan terus menangis.
Dewi pun memeluk balik Wilona dan berkata
"Wilona.., gu-gue,, ngerti, banget sama perasaan loh, orang yang sangat-sangat kita cintai kini udah lupa sama kita," ucap, Dewi pada Wilona dan menangis
"Gue,,ngga bisa Dew..., gue cinta banget sama Arjun.., dan gue selalu berharap kalo suatu saat nanti dia bisa membalas cintanya gue ke dia." ucap, Wilona terus menangis.
"Wilona.., sakitnya loh, itu ngga seberapa di bandingkan sama sakitnya gue, loh belum pernah pacaran sama Arjun, loh cuma mencintai dia secara diem-diem, nah kalo gue,- gue pernah pacaran sama Nathan, dan tiba-tiba aja dia ngga kenal lagi sama gue, dan dia ngga ingat sama sekali gue siapa., dan yang lebih menyakitkan Nathan ngata-ngatain gue, kalo gue cewek ngga bener," jelas, Dewi pada Wilona tentang dia dengan Nathan,
"Ya, sich, Dew, gue, belum pernah pacaran sama Arjun, dan selama ini gue cuma jadi pengagum rahasianya dia, " jawab, Wilona pada Dewi.
"Udah, makanya sekarang lo, lupain Arjun, begitu pun dengan gue, gue akan berusaha buat lupain Nathan." ucap, Dewi pada Wilona.
.
"Tapi., gue ngga bisa, gue ngga bisa ngelupain Arjun, karena gue cinta banget sama dia." guman, Wilona dalam hati.
"Kok! Loh malah bengong,?" tanya, Dewi pada Wilona.
"Ngga papa kok Dew, Oiya Dew gue minta maaf ya, loh bisa ngga biarin gue sendiri dulu," jawab, Wilona meminta Dewi membiarkan dirinya sendiri.
"Ya, udah, kalo gitu, gue balik ke kamar gue ya, " Sahut, Dewi lalu beranjak keluar dari kamarnya Wilona
"Hufff.., kenapa sih, orang yang gue cintai ngga bisa gue miliki." guman, Wilona sambil baring menangis memeluk bantal gulingnya
.
Menangis Hiks.. Hiks.. Hiks..
.
Bersambung...
__ADS_1