
Episode sebelumnya
.
.
" Huuffft " Ivan pun menghela nafas dengan kasar
" Udah, gini aja sekarang lo pulang, lo anterin Dewi pulang pake mobil gue, terus lo ambilin gue baju dirumah, gue mau temenin Vino disini jagain Nathan." ucap, Arjun pada Ivan
.
Next episode
.
Ivan pun mengantar Dewi pulang,
Sementara, Arjun, Ferdi, dan Wilona, masih tetap di rumah sakit, menemani Vino menjaga Nathan.
.
"Vin! gimana keadaan Nathan?" tanya, Wilona pada Vino.
" sampai saat ini Nathan, dia belum sadarkan diri, dia masih kritis. " jawab, Vino pada Wilona
" Loh! Yang sabar ya Vin, gue yakin Nathan pasti bakalan sembu kok, oiya Vin, lo udah makan belum?" tanya, Wilona pada Vino.
" Gue ngga ada napsu makan. " sahut, vino pada Wilona.
" Vin, loh juga harus jaga kesehatan, lo ngga boleh kek gitu, Lo harus makan." ucap, Ferdi pada Vino.
" Ya, Ferdi bener tu, kalo soal jagain Nathan, lo ngga usah khawatir, gue ada disini, biar gue yang jagain dia, lo sama Wilona ama Ferdi pergi sana makan di kantin." suruh, Arjun pada Vino.
" Udah, yuk Vin, kita makan yuk, kalo lo ngga makan gimana lo bisa jagain Nathan." bujuk, Ferdi Pada Vino
" Ya, Vin ayo, lagian ada Arjun kok yang jagain Nathan disini." ajak, Wilona pada Vino
.
.
Vino Ia duduk dilantai dan menunduhkan kepalanya dan memeluk kedua kaki nya, Kemudian ia berfikir akan ikut dengan Ferdi dan Wilona ia pun bangkit lalu ikut dengan Ferdi dan Wilona ke kantin.
.
.
Sampai di kantin Ferdi pun merusaha menghibur Vino, Ferdi pun pergi mengambil kan makanan untuk Vino.
.
Namun Vino seperti nya tidak mau makan.
Wilona pun membujuk nya supaya ia mau makan
.
" Vin, Ini makanan lo, gue ambil semua makanan kesukaan lo, " ucap, Ferdi sambil memberikan sepiring nasi yang sudah ada lauk ke sukaan Vino.
.
" Makasih" ucap, Vino mengambil makanan tersebut dan menaruh di depannya.
.
" Vino, kok makanan nya ngga di makan sih, " tanya, Wilona pada Vino.
.
__ADS_1
" Ngga, gue ngga bisa makan enak, sementara kondisi Nathan masih kritis." jawab, Vino pada Wilona
.
Akhirnya Wilona pun mengambil makanan itu ia menyendok, lalu Wilona memberikan pada Vino, dan menyuruh Vino untuk membuka mulutnya.
.
" kalo gitu, gue akan suapin lo, ayo buka mulut nya." tawar, Wilona pada Vino.
Vino menatap Wilona. Ia melihat ketulusan Wilona di Wajah nya Wilona. Lalu Vino pun membuka mulutnya dengan pelan. Dan suapin sama Wilona.
.
" Gimana enak ngga " tanya, Wilona pada Vino
.
" Henge " jawab, Vino tersenyum
.
" Nah, kalo gitu, ayo cepat buka mulutnya abisin makanan nya, oke " ucap, Wilona pada Vino.
.
Vino pun mulai memandangai Wilona. Dan berkata. Dalam hati
.
" Wilona, loh baik banget, kok gue jadi deg-degkan disuapin sama Wilona?" guman, Vino dalam hati.
Melihat Wilona,
.
Ferdi pun langsung berdehem. Melihat Vino menatap Wilona.
" Ehem " Ferdi.
Vino pun kaget, karena ia menyakah kalo Wilona adalah pacarnya Ferdi. Dan ia tidak pernah tau kalo Ferdi dan Wilona adalah saudarah angkat.
" Astaga, apa yang terjadi sama gue, Wilona kan pacarnya Ferdi, gue ngga boleh jatuh cinta sama pacar sahabat gue sendiri." guman, Vino.
" Lagi Vin, ini nasinya tinggal dikit lagi kok, ngga boleh lo buang-buang nasi, karena masih banyak banget orang diluaran sana kelaparan, dan masih banyak lagi kok, orang di luaran sana masalahnya lebih besar, tapi mereka tetap semangat, dan mereka ngga pernah putus asa. " jelas, Wilona Pada Vino
Membuat Vino. Semakin kagum pada Wilona
" Wilona memeng benar-benar bedah dari yang lain, walaupun Wilona sedikit bawel tapi dia perduli sama orang lain.
Wilona pun sadar kalo Vino sedang memandangi nya.
" Vino!! Kok lo mala ngelamun? Lo kenapa liatin gue kek gitu?" tanya, Wilona pada Vino.
"Ooh, mm gue-gue ngga papa, " jawab Vino,
" Nah, nasi nya udah abis ni, ini airnya lo minum dulu." ucap, Wilona Pada Vino
" Makasih, " ucap, Vino pada Wilona.
"Bilang aja lo modus, pura-pura ngga mau makan, biar lo bisa di suapin sama Wilona." ucap, Ferdi bercanda.
Pipi Vino pun langsung memerah.
" Loh kenapa?" tanya, Wilona pasa Vino.
" Ngga, gue ngga papa kok" jawab, Vino tersenyum.
" Aduh, kok gue makin deg-degkan ya, apa lagi kalo gue lihat matanya Wilona" guman, Vino.
__ADS_1
Sebentar ia melupakan masalah Nathan,
Karena Wilona yang membuatnya merasa tenang, nyaman.
" Vin, kita balik yuk ke depan ruangn nya Nathan." ajak Ferdi.
Vino pun bangkit, lalu mereka balik di depan ruang rawat Nathan.
Melihat ada Sita Wilona kaget, kenapa ada Sita. Wilona tidak tahu kalo Sita temannya adalah pacarnya Arjun. Wilona pun langsung menghampiri Sita. Dan bertanya kenapa Sita bisa ada di rumah sakit itu.
" Sita, " panggil Wilona pada Sita.
Membuat Arjun dan Ferdi Vino.
Kaget dan Heran kok mereka bisa saling kenal.
" Wilona, "Sahut, Sita.
Mereka langsung cipika-cipiki
Membuat Arjun, Ferdi dan Vino
Semakin heran karena Wilona, dan Sita terlihat begitu akrab.
" Wil! Lo ngapain disini, siapa yang sakit?." tanya, Sita pada Wilona
"Ooh, gue kesini lagi genukin seseorang." jawab, Wilona Pada Sita.
"Seseorang! Cewek apa cowok?!" tanya, Sita lagi.
"Ya, cowok lah." jawab, Wilona
"Jangan-jangan?" tanya, Sita pada Wilona menggoda Wilona
"Jangan-jangan gimana maksud lo, bdw lo sendiri ngapain disini.? " jawab, Wilona bertanya balik. Pada Sita
"Ooh, gue, gue gengukin temannya pacar gue, " jawab, Sita pada Wilona
"Pacar?, sejak kapan lo punya pacar.?" tanya, Wilona pada Arjun.
"Hmm,, sini gue kenalin" jawab, Sita dan menarik tangan Wilona, pergi di depan nya Arjun.
Wilona bingung kok Sita bawa dia ke depannya Arjun.
" Sayang! Kenalin teman aku namanya Wilona, Wilona, kenalin ini Arjun pacar gue." ucap, Sita pada Arjun dan Wilona.
Saat itu perasaan Wilona bagaikan di sambar petir di siang bolong, tidak menyangka ternyata pacarnya Sita teman baiknya adalah laki-laki pujaannnya.
" Ooh, jadi Wilona ini teman kamu sayang." tanya, Arjun pada Sita.
"Ya, sayang! Dia teman aku, teman dan sahabat aku, kalian berdua salaman dong." jawab, Sita dan menyuruh Arjun Wilona bersalaman
" Ngga, ngga ah, Aku udah kenal lama sama dia, karena Wilona itu pacarnya Ferdi" ucap, Arjun pada Sita.
"Haa!! Pacarnya Ferdi" tanya, Sita.
Wilona pun langsung berpamitan pada Vino, Wilona bilang dia sudah mau balik, dia mau istrahat.
" Vin, gue balik dulu ya, gue capek banget, gue pengen istirahat," ucap,Wilona pada Vino lalu ia beranjak dan meninggalkan Sita dan Arjun.
Wilona berlari ke taman terdekat rumah sakit, Ia duduk dibangku dan menangis.
Ternyata laki-laki pujaanya adalah pacar sahabatnya sendiri.
Hiks... Hiks... Hiks..
" Gue ngga nyangka ternyata Sita adalah pacarnya Arjun." ucap, Wilona sambil menangis.
Hiks.. Hiks.. Hiks..
__ADS_1
Bersambung....