
Episode Sebelumnya.
.
.
.
" Ngga, maksud gue gini, Sita itu udah punya pacar selain Arjun, soalnya Sita pernah kenalin sama gue pacarnya, pacarnya Sita itu orang bule, tampan, tinggi, putih, kaya lagi. " jelas, Vira pada Wilona.
" Apa! Sita punya pacar selain Arjun?!" tanya, Wilona serentak Dewi..
.
Next episode
.
.
.
" Ya, tapi kok kalian kaget gitu biasa aja kali, Sita itu memang punya cowok banyak. Dia selalu kenalin gue di setiap pacar nya." jelas.Vira
" Apa! Jadi Sita play gird dong?" tanya Wilona pada Vira
" Ya bisa dibilang begitu" jawan Vira pada Wilona
" Jangan-jangan lo juga sama kaya Sita." tanya Dewi pada Vira
" Eh! Enak aja lu, gue bukan cewek kaya Sita. Gue ini tipe cewek yang setia." jawab Vira pada Dewi
" Ya, tapi siapa tau aja, lo kan dekat banget sama Sita." ucap Wilona Pada Vira
" He! Lo kalo ngomong kadang suka bener ya." jawab Vira (bercanda)
" Hahahaha" ketawa Wilona dan Dewi
" He! Tapi gue kasian sama si Arjun, kasian dia Sita ngga serius." ucap, Wilona
" Makanya, sekarang lo kasih tau ke Arjun, kalo lo adalah teman kecilnya, siapa tau aja dengan lo kasih tau ke dia. Kalo lo adalah teman kecilnya dia bisa membalas cinta lo ke dia" kata Vira pada Wilona
" Gue harus kasih tau ke Arjun, kalo Sita cuman mainin perasaan nya doang" berguman dalam hati.
" Udah, sekarang gue mau mandi." ucap Wilona
" Udah lo mandi sana, badan lo bau banget tau ngga." sahut Vira.
Wilona pun beranjak dari kamar Dewi ke kamarnya
Di restoran Arjun bersama Sita, makan berdua.
" Sayang! Kamu pesen apa.?" tanya Sita pada Arjun
" Ooh, ini aku pesen nasi goreng, sama jus alpukat." jawab Arjun pada Sita
" Sayang! Selerah kamu kok nora' banget." tanya, Sita pada Arjun
" Maksud kamu?! " jawab Arjun bertanya balik pada Sita
"Maksud aku gini, masa kita makan direstoran mewah kaya gini, kamu cuma pesen nasi goreng sama jus alpukat." jawab Sita pada Arjun
" Memang kenapa? Ngga boleh, ngga boleh makan nasi goreng kalo di restoran mewah." tanya Arjun mulai tersinggung dengan kata-kata Sita pada nya
" Sayang! Bisa ngga, itu jus alpukat nya di buang, baunya ngga enak banget tau ngga." ucap Sita sambil menutup hidungnya
" Sita, kamu kan tau, aku suka minum jus alpukat." jawab Arjun pada Sita
" Ya udah deh terserah," ucap, Sita Arjun
" Sita sama Wilona bedah banget, Sita sombong kalo Wilona ngga." guman Arjun dalam sambil menatap sita
" Lo, gue kok malah membanding-bandingkan, Sita sama Wilona. Wilona kan pacarnya Ferdi." guman Arjun lagi
__ADS_1
" Huffft " Arjun menghela nafas panjang.
Besonya di Rumah sakit, Wilona datang dengan membawa Rantang makanan untuk Arjun. Namun akhirnya rantang itu diberi kan pada Vino, bukan pada Arjun.
Karena Wilona merasa canggung, untuk memberi kan pada Arjun.
Makannya Wilona memberi kan pada Vino
Wilona berdiri di belakang Vino, sambil membawa Rantang yang berisi makanan.
Arjun membalikan badan dan, melihat Wilona berdiri di belakang Vino, Ia langsung bertanya pada Wilona.
" Wilona! Lo ngapain berdiri disitu.? Lo Sendirian aja. Ferdi mana kok ngga barengan sama lo" tanya Arjun pada Wilona
" Ngga, gue sendirian aja, gue ngga bareng sama Ferdi." jawab Wilona pada Arjun
" Cewek ngga jelas, di tanya apa jawabnya apa." ucap Arjun pada Wilona
Wilona pun langsung duduk di bangku sebelahnya Vino dan, memberikan Rantang yang berisi makanan itu pada Vino.
" Vino! Ini buat lo" ucap Wilona pada Vino sambil memberikan rantanng itu pada Vino
" Ini apa? " tanya Vino pada Wilona
"disitu ada sedikit makanan, gue masak khusus buat lo." jawab Wilona pada Vino.
" Seriusan Wil, ini buat gue? " tanya Vino pada Wilona.
" Bukan! Tapi buat dokter, yang ada dirumah sakit ini, ya buat kamu lah, masa buat orang lain." jawab Wilona.( bercanda )
" Ah! lo bisa aja bercandanya." ucap Vino pada Wilona
" Udah, ayo di makan, mampung masih anget " ucap Wilona menyuruh Vino segera memakan makanan yang dibawa
" Wilona! Makasih ya, lo baik banget. Sampe repot-repot Bawain makanan segala buat gue." ucap Vino
Lalu ia membuka rantang itu dan, menyantap makanan nya didepan Arjun.
Ia pun merampas makanan tersebut, dari Vino Dan memakannya.
" Hee! Vin! Itu lo makan apaan?, kaya nya enak banget!." tanya Arjun pada Vino
" Ya, ini memang enak banget." jawab Vino pada Arjun.
Dan terus menyantap makanan tersebut.
Lalu Arjun pun merampasnya
Merampas
" Hee! Arjun lo apa-apaan sih, itu tu makanan gue. Main rampas makanan orang aja." tanya Vino kesel
" Wilona! Kok lo diem aja sih, itu makanan dari lo dirampas sama Arjun." ucap Vino pada Wilona
Wilona hanya tersenyum, melihat tingkah konyol Arjun, dan Vino berebutan makanan. Seperti anak kecil.
" He! Vino Ini itu buat gue, soalnya ini makanan kesukaan gue, ngga mungkin lah, Wilona masakin lo tapi nasi goreng kesukaan gue." ucap Arjun pada Vino
" Tapi Wilona kasinya ke gue, bukan sama lo." jawab Vino
.
.
" Vino, makanan itu memang buat Arjun, dan gue seneng banget, melihat Arjun menyukai makanan dari gue." guman Wilona dalam hati.
" Vino ini sumpa, nasi goreng nya enak banget" jawab Arjun pada Vino. Dengan suara penuh nasi di mulut.
" Ah! Lo, lo curang main rampas makanan gue, itu kan makanan dari Wilona buat gue,
Bukan buat lo, udah! Sini lo balikin ngga." ucap, Vino pada Arjun.
" Ngga, gue ngga mau, ini enak banget." jawab Arjun terus-terusan menyatap makanan dari Wilona, sampai hampir habis.
__ADS_1
Lalu Vino pun merampas ke kembali makan itu.
Merampas kembali
" Enak aja lo ini itu punya gue, ya.., tinggal dikit, udah mau abis. Bener-bener lo ya. Makanan gue lu abisin" ucap Vino pada Arjun.
" Lo pelit banget sih, gue makannya cuma dikit doang kok. Udah di rampas gitu aja" ucap Arjun pada Vino.
Mengambil air meneral dan minum.
" Dikit dari mana !
Gue baru makan beberapa sendok.! lo udah rampas gitu aja. Ini sisanya tinggal dikit banget lagi." ucap Vino pada Arjun
"Wilona! Besok-besok kalo masak yang banyak ya, masakan lo enak banget. Dan kalo bisa masakin gue juga dong " ucap Arjun pada Wilona.
" Ngga usah Wil, ngga usah masak buat dia. Ni makanan dari kamu udah di abisin sama dia " ucap Vino pada Wilona.
" Vino, lo apa-apaan sih? Malah larang-larang Wilona masak buat gue. terserah Wilona dong." jawab Arjun pada Vino
" Kagak usah Wil, Arjun mah rakus banget.( bercanda ) Bisa-bisa ni ya kalo lo bawain Arjun makanan, rantang nya juga ikut di makan sama dia." ucap Vino pada Wilona
" Wah! Lo kelewatan Vin! (bercanda) Lo belum pernah liat jurus gue ya " tanya Arjun pada Vino
" Udah! Gue udah sering( bercanda) liat jurus ngambek lo." jawab Vino pada Arjun
" Wa! Bener-bener loh Vin.( bercanda) lo mau liat jurus gue." tanya Arjun lagi pada Vino
Arjun pun mengejar Vino.
Vino lari dan nebrak Ferdi yang baru datang, mau gengukin Nathan
Tabrakan
Braakkkkk
" Vino! Lo kenapa sih? Lari- lari kaya anak kecil, pake bawa-bawa rantang segala. Ini lagi, Arjun kalian berdua tu kenapa sih! Kejar-kejaran kayak anak kecil?!" tanya Ferdi pada Arjun, dan Vino.
" Vino, duluan tu Fer! " jawab Arjun pada Ferdi
" Apaan loh, malah salahin gue, ngga Fer! Arjun, duluan kok Fer! Bukan gue, Arjun tu main rampas makanan orang." jawab Vino bertanya pada Arjun
" Ngga Fer! Bukan gue, Vino tu yang pelit nya minta ampun, masa dia ngga mau kasih makanan nya sama gue" jawab ucap Arjun
" Ya, karena ini makanan buat gue, dan Wilona kasihnya ke gue. Bukan kasi ke ello" jawab Vino.
"Tapi itu makanan kesukaan gue, berarti itu buat gue. Bukan buat lo" ucap Arjun pada Vino
" Enak aja ini buat gue, lo nya aja yang rakus main rampas makanannya orang." jawab Vino pada Arjun
" Buat gue, " ucap Arjun
" Ngga, enak aja lo buat gue." jawab Vino lagi.
" Gue " ucap Arjun lagi
Ferdi langsung memotong perkataan Arjun
" Aduh-aduh! Kalian berdua tu apa-apa sih, kaya anak kecil tau ngga. Kalian ngga mau apa diliatin sama orang-orang, udah cuman gara-gara makanan doang, sampai kejar-kejaran kaya anak kecil! " ucap Ferdi pada Arjun da Vino
Arjun dan Vino pun hanya cengingisan seperti kuda,
" Hihihihi... kita minta maaf " ucap Arjun kompak Vino
" Tu, kalian berdua kompak, udah sekarang kita balik keruangannya Nathan." ajak Ferdi
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1