
" Ada di mobilnya om Ferdi, udah yuk kita berangkat ke sekolah. " ajak Ferdi.
Ia menggendong Dion sampai di mobilnya,
Dan Ferdi mengantar Wilona dan, Dion pergi ke sekolahannya Dion.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Hari pertama kali nya Dion, masuk Sekolah dasar, Dion sangat senang, kerana bisa punya banyak teman.
Hari pun sudah malam, tapi Dion masih saja tidak mau makan, Dion menunggu Ayahnya pulang dari kantor, Ia menunggu Ayahnya di ruang tamu, bermain dengan mainan baru nya yang di belikan oleh Ferdi.
" Buuuu ... Terbang Wah ... Keren banget! Ayo pesawat nya mau mendarat, ceruut, " ucap Dion sambil bermain dan menunggu Ayahnya.
" Wah ... Anak Bunda! Lagi apa ni ? " tanya Wilona
" Main pesawat-pesawat Bunda, " jawab Dion
" Dion, makan dulu ya nak " tawar Wilona sambil membawa sepiring nasi buat Dion
" Ngga! Dion ngga mau makan, Dion mau tungguin Ayah, " menolak Dion pada bundanya
" Tapi nak, kalo Dion ngga makan, Dion bisa sakit. " ucap Wilona
" Kan! Ada bunda!" jawab Dion singkat
" Hufft " menghela nafas dengan panjang.
Tuk. Tuk. Tuk. Tuk..
Suara sepatu.
Artinya Arjun sudah pulang
Dion langsung berlari ke arah Ayah nya
" Ayah! Kok pulang nya malam sekali? " tanya Dion
" Ayah, sibuk sayang. " jawab Arjun langsung duduk di sofa
" Sayang! Kok pulang nya malam banget, tu anak nya belum makan loh, dia tungguin kamu pulang." tanya Wilona Dengan mencium tangan suaminya
" Sayang! Nanti ya kita bahas itu, aku laper banget ni, " jawab Arjun dengan manja sambil mengelus rambut isterinya
" Yaudah, kalo gitu Bunda siapin makan malam dulu ya, Ayah! " ucap Wilona
" Bunda! Ayah minta cium dong," ucap Arjun sifat manja datang lagi
Wilona pun mengecup kening, suaminya yang super manja itu. Lalu pergi menyiapkan makan malam untuk suami dan anaknya
" Ayah! Dion punya mainan baru, " ucap Dion sambil menujukan mainan pesawat nya yang di berikan oleh Ferdi
"Wah! Bagus sekali, Dion abis beli mainan baru ya? " tanya Arjun mengelus mengacak rambut nya Dion.
" ini om Ferdi yang kasih Yah, tapi kenapa Ayah mengacak rambut Dion?" jawab Dion bertanya balik
" Oh, dari om Ferdi ya? Tapi, memang kenapa kalo Ayah ngacak rambut Dion? " jawab Arjun bertanya balik
" Ngga boleh dong Ayah! Nanti cantiknya Dion hilang, " sahut Dion
" Dion itu kan anak cowok, masa cantik sih?" ucap Arjun
" Karena kata orang-orang Dion mirip sekali sama bunda, bunda kan cantik Yah, (smile) jadi Dion juga cantik dong, " jawab Dion
"Tapi ... Anak Ayahkan anak laki-laki, kalau anak laki-laki itu ganteng, bukan cantik." ucap Arjun
" Dion! Gimana tadi, " tanya Arjun mengalihkan pembicaraan
" Apa yang gimna, Yah? " sahut Dion
" Maksud Ayah, gimana tadi Sekolah nya, apa Dion ketemu teman banyak? " tanya Arjun pada Dion
" Ooh, disekolah, banyak.! " jawab Dion Singkat
__ADS_1
" Dion senang dong, Dion punya banyak teman? " tanya Arjun pada anak
" Ngga! "
" Kok, ngga sih ? Anak Ayah kenapa lagi kok cemberut?" tanya Arjun dengan lembut
" Karena, Ayah! Suka pulang malem-malem " sahut Dion
" Ayahkan kerja Nak. " ucap Arjun
" Sayang...,,! Ini makannya udah siap ni. " panggil Wilona.
" Tu! Bunda udah panggil, yuk kita makan. " ajak Arjun pada anaknya itu
" Tapi, Dion ngga bisa jalan Yah! " sahut Dion yang tidak mau bergerak, tidak mau meninggal kan sofa.
" Oh, jadi Ayah mau di gendong?" tanya Arjun pada anaknya
" Iya! "
" Aduh-duduh anak Ayah berat! " ucap Arjun sambil menggendong Dion
Hubungan ayah dan anak ini memang sangat dekat, dan sepertinya sifat manja Dion, turun dari sifat manja Arjun, yang super manja pada isteri nya.
" loh, kok anak Bunda di gendong sih?" Wilona
"Yah ni bunda! Anaknya manja banget. " jawab Arjun. Mengambil kursi lalu duduk
Dion yang masih terus menempel pada ayahnya. Tidak ingin duduk di kursi, ia hanya mau duduk di pangkuan ayahnya
" Ayah juga manja, Ayah sering minta di manja-manjain sama bunda" sahut Dion
" Loh, kok Ayah, Di bilang manja, " tanya Arjun
" Yah, karena Ayah memang sangat manja, " Wilona langsung menjawab
" Dion! sini sama Bunda ya nak, ayahnya mau makan. Kalo gitu kan ayah ngga bisa makan loh nak. " ucap Wilona pada Dion.
" Enngggak!! (nangis)Dion maunya sama ayah, " jawab Dion tidak mau sama bundanya dia hanya mau duduk di pangkuan ayahnya
" Udah! Ngga papa, " ucap Arjun pada Wilona
"Yaudah, kalo gitu bunda ambilin nasi ya, tadi bunda masak, orange chicken kesukaan Dion " ucap Wilona
" Wauh kayaknya enak ya bunda, isteri ku tu memang paling pinter masak. " gombal
Arjun
" Hem.. Gombal. " sahut Wilona
" Oiya, Dion! Gimana kalo bunda yang suapin kita berdua, Gimana Dion mau ngga. " tanya Arjun pada Dion
"Yah! Ayah! Dion mau " jawab Dion sangat bersemangat
" Anak sama ayah kompak banget sih, kompak manja nya, " ucap Wilona. Mengambil nasi dan lauk
" Ayo, Bunda buruan suap, " ucap Dion tidak sabar.
" Siapa dulu ni, Ayah atau Dion?" tanya Wilona
Arjun menjawab " Dion dulu "
Dion menjawab " Ayah dulu "
"Loh, kalo gitu bunda jadi bingung, kalo gitu Bunda duluan deh" ucap Wilona sambil menyuap ke mulut nya.
" Yah! Bunda! Kok bunda yang makan sih?" tanya Dion
"Yaudah kalo gitu Ayah, dulu deh" ucap Arjun
" Ngga, Ayah! Dion dulu" ucap Dion ketawa kecil
" Bunda pusing ni, " ucap Wilona menyendok nasi lalu ia makan lagi
__ADS_1
" Yah! Kalo Bunda! Kok bunda yang makan terus sih, kita kapan" tanya Dion
" Yaudah, Bunda suap Ayahnya dulu ya? Aem Ayah! Buruan buka mulut nya. " ucap Wilona
Dion melirik ayahnya ia langsung mendului ayahnya
" Aem... Dion yang dapat " ucap Dion. Ketawa kecil. Nampaknya malam ini Dion sangat bahagia.
" Ya, kok Dion yang makan sih, yaudah kalo gituAyah makan sendiri aja, sayang! Tolong ambilin nasi dong, ayam nya yang banyak ya. " minta Arjun pada Wilona
Sudah makan malam selesai, mereka bertiga pergi di tempat tidur.
" Ayah! Malam ini Dion mau tidur, sama Ayah! Sama Bunda! Boleh ya Ayah?" minta Dion.
" Boleh dong nak, ayo sekarang kita tidur ya."ajak Arjun pada anaknya
Mereka akhirnya baring bertiga di ranjang.
" Ayah! Bau badan Ayah! Bau acem, " ucap Dion pada Ayahnya
" Masa sih "
" Iya tu! Sayang! Bau badan kamu ngga enak banget" sahut Wilona
" Udah kalo gitu, Ayah mandi dulu ya. " ucap Arjun bangkit dari ranjang, lalu beranjak ke kamar mandi. Yang ada di kamar nya.
Ia pun lupa membawa handuk. Terpaksa ia harus berteriak memanggil isteri nya.
" Sayang..., " teriak Arjun memanggil Wilona
" Yah..., sayang...! Ada apa?!" tanya Wilona
" Sayang..., handuk aku lupa bawa!" teriak Arjun dari dalam kamar mandi
" Bentar ya, Dion, sayang! Bunda ambilin Ayahnya handuk dulu. " ucap Wilona lalu beranjak dari ranjang nya. Dan mengambil kan handuk untuk suaminya.
Dan membawakan nya kedua depan pintu kamar mandi
" Sayang.., mana sih handuk nya?" tanya Arjun pada isteri nya, sambil membuka dan mengeluarkan satu tangannya.
" Ini! Buruan ambil" sahut Wilona dan
Tiba-tiba Arjun menarik tangan isteri nya, masuk dalam kamar mandi tersebut.
Bersambung.....
Kira-kira apa yang akan terjadi, sama pasangan yang satu ini.
Apa yang akan di lakukan Arjun pada Isteri cantik nya itu.
Guys ikutin terus ya cerita nya.
Jangan lupa like komen and vote juga bisa
Maaf ya teman-teman kalo banyak dialog nya salah, soalnya ingatan author gak terlalu stabil, author suka lupa-lupa ingat gitu. Kadang bingung kadang ngga bisa mikir apa-apa.
Satu lagi ya teman-teman,
Mohon saran dan koreksi nya
Maklum author baru belajar, karena author juga hanya manusia biasa.
Yang punya banyak sekali kekurangan.
Tapi mohon komentar nya jangan pedes-pedes ya.
Udah sekian itu aja dari author
Selamat membaca semoga temen-temen suka dengan cerita ku oke.
__ADS_1
Assalamualaikum.