Suami Impian

Suami Impian
35


__ADS_3

Setelah menghantar Dewi pulang kost nya


Nathan pun langsung pulang.


Hari-hari berikutnya Nathan dan Dewi, selalu jalan berdua, pada suatu hari Ivan pura-puta bertanya pada Dewi, apa saja yang di lalukan selama beberapa hari ini


" Hai! Sayang " sapa Ivan pada Dewi


" Eh! Ivan ... " sahut Dewi


" Sayang! "


" Hum ... " gumam Dewi


" Selama beberapa hari ini, kamu kemana sih, kok susah banget di hubungin ? " tanya Ivan


" Kok, kamu tanya kaya gitu. " jawab Dewi bertanya balik


" Yah, emang gak boleh, aku tanya sama pacar aku sendiri. " jawab Ivan bertanya Balik


" Bo-boleh ( gugup ) kok, sayang! " jawab


Dewi


" Dewi! Aku mau nanya ? " ucap Ivan


" Yah! Nanya apa ? " jawab Dewi bertanya.


"Kamu, sayang ngga sama aku.? " jawab Ivan tanya balik


" Maksud kamu! (pipi memerah) Kok kamu malah tanya kaya gitu. " jawab Dewi kembali bertanya


" Ngga, aku cuma nanya aja." jawab Ivan


" Ooh, gitu ya." sahut Dewi


" Dewi ... kalo misalnya aku minta sesuatu sama kamu, apa kamu akan meberikan sama aku. " tanya Ivan


Dewi semangkin gugup kenapa Ivan, tiba-tiba bertanya seperti itu. Apa kah Ivan, tau soal Nathan, kemarin dan semalam.

__ADS_1


" Aduh! Kok Ivan tanya kaya gitu ya. " gumam Dewi dalam hati


Dewi pun mengalihkan pembicaraan, dan mengajak Ivan, menghantar nya pulang.


" Van! Sayang! Kamu anterin aku pulang ya." minta Dewi


" Maaf Dewi ... Aku ngga bisa lagi anterin kamu pulang, maaf aku harus pergi. " sahut Ivan lalu bangkit dari bangku, beranjak pergi meninggal kan Dewi di kantin.


" Maaf kan aku Dewi ... Aku ngga bisa anterin kamu lagi, aku ngga mau menjadi menghalang cinta kamu dan Nathan." gumam Ivan menangis.


Nathan pun menjemput Dewi pulang.


" Hai Dewi ... " sapa Nathan


" Eh! Nathan ... Kok kamu ada di sini " tanya Dewi


" Aku ... Mau jemput kamu pulang " jawab Nathan.


" Serius "


" Ya-iya lah, udah kita pulang yuk " ajak Nathan


" Yuk "


" Dewi ... Kenapa lo tega lakuin ini sama gue." gumam Ivan


Hari sudah malam, Ivan menunggu Nathan, di teras rumahnya menunggu nya pulang


" Van! Lo ada sini? Kenapa ngga langsung masuk aja. " tanya Nathan pada Ivan


" Ngga, gue disini aja " jawab Ivan


" Masuk yuk, ngga enak soal nya kalo ngobrolnya di luar kaya gini." ajak Nathan


" Terima kasih. Tapi kaya nya ngga perlu " jawab Ivan


" Maksud lo ? " tanya Nathan bingung


" Udah lah Than! Lo ngga usah sok baik sama gue, gue tau kok apa yang kalian lakukan di belakang gue. " jawab Ivan

__ADS_1


" Maksud nya kalian, gue ngga ngerti " tanya Nathan.


" Lo ngga usah pura-pura b*g* deh, apa lo pikir gue ngga tau, apa yang sudah lo sama Dewi lakuin di belakang gue, selama beberapa hari belakangan ini . " jawab Ivan


" Van! Lo salah paham, Ivan ... Gue ngga ngerti sama apa yang lo maksud " ucap Nathan


" Alah! Mana ada maling yang ngaku, kalo maling ngaku penjarah udah penuh Than! " jawab Ivan pada Nathan


" Maksud lo! " tanya Nathan


" Than!! Apa perlu gue jelasin sama lo! " jawab Ivan bertanya balik


Dari dalam Vino mendengar kalau dia luar ada yang lagi ribut-ribut, Vino pun keluar melihat apa yang terjadi.


" Siapa sih malem-malem ribut di depan rumah nya orang, " gumam Vino dan membuka pintu, Vino melihat kalo yang ribut ada Nathan sama Ivan. Vino langsung menghampiri mereka berdua


" Hee!! Kalian berdua tu apa-apa sih, kok malah pada ribut malem-malem gini ! " tanya Vino


" Lo! Tanya sama sepupu lo ini " jawab Ivan dan menujuk ke arah Nathan


" Maksud lo?! " tanya Vino pada Ivan


" Dia tega sama gue, dia udah tau kalo gue sama Dewi pacaran, tapi dia masih tetap aja deketin Dewi " jawab Ivan


" Oh, jadi ini semua gara-gara perempuan br**sek itu, bener-bener tu perempuan " tanya Vino.


" Vino!! Maksud lo apa ngatain Dewi kaya gitu " hardik Nathan.


" Than! Kalo lo memang masih cinta sama Dewi, kenapa lo ngga jujur sama gue, lo ngga perlu menyembunyikan ini dari gue. Gue akan merelahkan Dewi untuk lo. Tapi ini semua salah gue, ngga seharusnya gue jatuh cinta sama Dewi. " ucap Ivan


" Van! (Merasa bersalah) Gue minta maaf, lo ngga salah kok, gue yang terlalu egois " ucap Nathan pada


" Than! Kita itu udah sahabatan dari kecil, masa kita bertebgkar cuma gara-gara satu perempuan. " jawab Ivan


" Van! Lo memang sahabat gue sejati gue. " ucap Nathan langsung memeluk Ivan


Mereka akhirnya berbaikan seperti dulu, Ivan pun merelahkan Dewi pada Nathan, Dewi dan Nathan sudah bersatu seperti dulu, sama seperti sebelum Nathan amnesia.


__ADS_1


Bersambung



__ADS_2