
Episode sebelum nya
.
.
"Ngga, gue ngga butuh maaf dari orang kek dia, yang ngga bisa menghargai yang namanya persahabatan," ucap, Ivan yang tiba-tiba muncul dari bersamaan dengan Dewi.
.
Next
.
" Van! Kok lo ngomong gitu, " jawab, Arjun bertanya balik
" Ya, emang kenapa, lo ngga terima gue ngomong gitu." jawab, Ivan bertanya balik.
" Gue tau, gue salah, gue minta maaf, " jawab, Arjun pada Ivan
" Loh, tau ngga, kita semua sakit hati sama omongan lo kemarin," ucap, Ivan pada Arjun
" Ya, maka nya gue minta maaf sama kalian. " jawab, Arjun
" Udan, Ferdi, Ivan maafin aja " ucap, Dewi
" Ya, Fer, Ivan, Dewi bener maafin aja, ngga baik lo marah nya lama-lama apa lagi sama sahabat sendiri " bujuk, Wilona pada Ferdi dan Ivan.
" Gue janji deh, gue ngg akan ngulangin lagi, tapi maafin gue ya, " ucap, Arjun pada Ferfi dan Ivan
.
.
Ferdi pun memaafkan Arjun, tapi Arjun harus janji, Arjun ngga boleh gitu lagi.
.
.
" Ya udah deh, gue maafin, tapi loh harus ingat, lo ngga boleh gituin kita-kita lagi " ucap, Ferdi pada Arjun.
.
.
Mereka pun berbaikan, dan saling berpelukan,
.
" Oiya, Fer, Nathan sama Vino mana, gue telfon, kok hpnya ngga aktif, ? " tanya, Arjun pada Ferdi
.
.
" Gue, gue juga ngga tau, terakhir gue ketemu Nathan sama Vino, pas lo ngusir kita dari rumah lo, setelah itu gue ngga pernah ketemu lagi, dia juga ngga pernah kasih kabar ke gue, " jawab, Ferdi pada Arjun
" Van! Nathan ada ngabarin lo ngga, " tanya, Arjun pada Ivan.
.
" Ngga, mereka berdua ngga pernah ngabarin gue, mana si Vino bawa motor gue lagi " jawab, Ivan pada Arjun.
Tiba-tiba hp Arjun berdering,
Arjun mengangkat telfon nya.
[" Halo, loh kenapa?! (kaget)"] tanya, Arjun ka
__ADS_1
(....)
[" Oke, lo tungguin gue disana" ] jawab, Arjun
(....)
["Ya-ya, (panik) gue segera kesana! "] jawab, Arjun lalu ia mengajak Ferdi dan Ivan Ikut bersamanya.
" Ferdi, Ivan, kalian berdua ikut gue. " ajak, Arjun buru-buru.
"Emang, ada apa?! (bingung) ada masalah apa? " tanya, Ferdi serentak Ivan
" Udah, kalian ikut aja dulu, ini gawat dan darurat." jawab, Arjun langsung naik ke mobilnya.
Ferdi pun menyusul Arjun, naik mobilnya
Bersama Ivan
" Tu, mereka kenapa sich? " tanya, Wilona.
" Tau," sahut Dewi lalu beranjak masuk ke kostsan
" Loh, tu anak kenapa sih, di tanya malah masuk." guman, Wilona menyerukat keningnya. Memutar bola matanya.
.
.
Di perjalanan, Ferdi mengikuti mobil Arjun
.
" Fer! Itu si Arjun kenapa sih, tiba-tiba kek orang panik gitu. " tanya, Ivan pada Ferdi
Penasaran.
.
.
" Fer! Ferdi! Ini bukan jalan ke rumah sakit ya? " ucap, Ivan pada Ferdi
"Iya-ya, ada apa ya, kok dia ngajak kita kesini, siapa yang sakit? " jawab, Ferdi pada Ivan bertanya, Balik.
"Tu, Ferdi, tu si Arjun masuk parkiran rumah sakit, siapa yang sakit ya, kok dia ngajak kita kesini? " tanya, Ivan pada Ferdi
Hee!! Ivan kok lo malah ikut-ikut gue, gue yang nanya kek gitu tadi. " jawab, Ferdi bertanya balik
" Ya, gue tau, " jawab, Ivan.
Mereka pun berhenti di parkiran Rumah sakit, Arjun segera masuk di dalam, Ferdi dan Ivan pun menyusul. Kebingungan.
.
.
Arjun langsung masuk dan bertanya pada petugas Rumah sakit, di mana ruangan Nathan dirawat,
" Permisi mba, saya mau tanya, pasien yang bernama Nathan pratama, di rawat diruangan mana ya.? " tanya, Arjun.
Apa! (kaget) Nathan?!! " tanya, Ferdi Serentak Ivan.
"Ooh, mas Nathan korban kecelakaan mobil itu ya mas? " jawab, petugas tersebut
"Ya, mba benar, say temennya, " jawab Arjun
Petugas tersebut pun langsung memberi tahu pada Arjun, Arjun pun bergegas ruang yang di beritahu pada petugas tersebut.
"Oke, terima kasih mba. " ucap, Arjun ia pun bergegas.
__ADS_1
"Arjun, maksud lo Nathan? " tanya, Ferdi pada Arjun
"Ya, Nathan kecelakaan " jawab, Arjun.
Mereka pun melihat, Vino yang sedang duduk di bangku di depan ruang rawat Nathan,
Vino saat itu sedang duduk bangku menyandarkan kepalanya di tembok rumah sakit, Ia menunggu dokter keluar dari ruangan Nathan.
Arjun langsung menghampiri Vino dan duduk dibangku di samping Vino duduk,
Dan bertanya,
" Vin! Vino! Gimana keadaan Nathan? " tanya, Arjun pada Vino.
" Sampai saat ini Nathan masih kritis, udah satu minggu dia ngga sadar kan diri, dan gue ngga tau harus berbuat apa-apa, sementara om, dan tante, gue masih belum pulang dari luar negri, gue bingung banget " jelas, Vino dengan suara serak
" Loh yang sabar ya, loh tenang aja kita semua ada kok disini buat loh, " Arjun berusaha menenangkan hati Vino.
" Vin, kok Nathan bisa sampai kek gini " tanya, Ferdi pada Vino
"Ini semua gara-gara perempuan sialan itu, coba aja dia ngga berusaha mengingatkan Nathan sama masa lalunya, Nathan ngga mungkin sampai kecelakaan, dan Nathan ngga mungkin sampai koma kek gitu. Awas aja kalo sampai Nathan kenapa-napa, Gue akan kasih pelajaran sama dia, perempuan brengsek itu." ucap, Vino
Marah, bercampur sedih, melihat sepupu nya sudah hampir seminggu lebih terbaring di rumah sakit.
" Vin, menurut gue ni ya, loh juga ngga boleh salahin Dewi sepenuhnya, Nathan juga bersalah disini, dia ngata-ngatain Dewi seenak nya, makanya Dewi nampar Nathan, lalu Nathan ingin menampar balik Dewi, tapi dia ngga jadi namparnya, lalu Nathan pergi ngebut-ngebutan. " ucap, Ivan pada Vino.
" Ooh, jadi! Sekarang loh berpihak ke perempuan brengsek itu! Dan loh bilang ini adalah kesalahannya Nathan!, bukan kesalahannya Dewi! Teman macam apa sih lu Van.?" jawab, Vino pada Bertanya.
" Vin! Loh jangan salah paham dulu dong!!! maksud gue ngga kek gitu!" jawab, Ivan pada Vino
" Terus!! Maksud loh apaan! ngomong kek tadi?!!! " tanya, Vino dengan suara tinggi emosi
"Vino!! Lo pahamin dulu dong! maksud gue jangan langsung emosi gitu!" jawab, Ivan sama-sama suara tinggi
" Ya!!! Gue tanya, maksud loh apa?!! Bela-belain perempuan itu!!" tanya, Vino lagi.
"Ya! Gue cuma," jawab Ivan
"Cuma! apa?!! " tanya, memotong perkataan Ivan, Vino semakin emosi.
Mendengar Ivan menyalah kan Nathan, juga.
"Udah-udah, kalian berdua ini apa-apaan sich, malah berantem disini, ini tu rumah sakit, bukan lapangan sepak bola, yang lo bisa teriak-teriak seenaknya aja yang lo mau " tegur, Ferdi pada Vino dan Ivan.
" Ya, sorry gue kebawa emosi." sahut Vino.
" Loh juga Van, harusnya lo bisa ngerti keadaannya Vino yang sekarang, " ucap, Arjun pada Ivan
"Ya, gue minta maaf, gue khilaf." sahut Ivan lalu duduk dan diam
Senyap,
Setelah beberapa menit kemudian dokternya pun keluar dari ruangan Nathan.
" Mas Vino," panggil, dokter tersebut yang baru keluar dari ruang rawat Nathan
" Ya, Dok, sepupu saya gimana Dok, gimana keadaan sepupu saya, sepupu saya baik-baik aja kan, dok. " tanya, Vino dengan mata berkaca-kaca
"Tenang mas Vino, tenang
Mas Nathan
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1