Suami Impian

Suami Impian
"Chapter 30"


__ADS_3

Previous episode


.


.


" Mas Vino," panggil, dokter tersebut yang baru keluar dari ruang rawat Nathan


" Ya, Dok, sepupu saya gimana Dok, gimana keadaan sepupu saya, sepupu saya baik-baik aja kan, dok. " tanya, Vino dengan mata berkaca-kaca


.


Next episode


"Tenang mas Vino, tenang mas Nathan saat ini sudah mulai membaik." jawab, dokter tersebut.


" Alhamdulilah, ya Allah " ucap, Vino


" Dok apa saya bisa masuk, melihat sepupu saya Nathan " tanya, Vino pada Dokter tersebut.


" Ya, silahkan tapi hanya dua dari kalian yang bisa masuk, kalian gue juga harus ingat kalian tidak boleh terlalu lama di dalam, karena itu bisa berpengaru pada pasien " jawab, Doktee


" Baik, Dok terima kasih, " ucap, Vino.


"Vin! Gue ikut" ucap, Arjun


Arjun pun masuk bersama Vino, melihat keadaan Nathan yang sedang kritis.


" Than! Loh sadar dong Than. " ucap, Vino sambil mengenggap tangannya Nathan dengan suara serak.


Vino tidak bisa membayangkan kalo misalnya ia harus kehilangan Nathan, karena Vino sangat dekat dengan Nathan,


Ia adalah sepupu sekaligus sahabatnya. Dan Vino memang sangat sayang pada sepupunya itu, karena Vino di besar kan oleh orang tua Nathan dari Ia kecil,


Karena kedua orang tua Vino sudah meninggal saat Vino masih berusia satu tahun,


Dan Vino di besar kan oleh kedua orang tua Nathan

__ADS_1


" Nathan, Lo harus kuat Than, lo harus bisa bertahan, gue akan lakukan apa aja demi untuk lo bisa sembu, walau pun harus merelakan nyawa gue, kalo itu bisa buat lo sembu." ucap, Vino terus menggenggam tangannya Nathan, Ia tidak bisa menahan air matanya ia pun menangis.


Vino menangis Hiks.. Hiks.. Hiks..


" Vino, lo yang sabar ya, gue yakin Nathan bisa sembu kok." ucap, Arjun pada Vino berusaha menenangkan hati Vino


" Makasih jun, lo selalu ada di saat gue lagi kek gini . Di saat-saat begini gue memang butuh support dari sahabat-sahabat gue" ucap, Vino pada Arjun


"Ya, sama-sama, lo tenang aja gue ada disini kok." jawab, Arjun


" Sekali lagi makasih Arjun, lo memang sahabat gue yang paling baik." ucap, Vino pada Arjun


" Vino sekarang kita keluar, kita ngga boleh terlu lama disini." ajak, Arjun


" Ya, ayo." sahut, Vino dengan berat ia meninggal kan Nathan sendirian di ruangan itu.


Arjun dan Vino kaget tiba-tiba sudah ada Dewi dan Wilona di luar.


Melihat Dewi emosi Vino pun tidak bisa ia pendam, ia langsung memarahi Dewi.


Vino langsung menghampiri Dewi yang duduk di bangku di samping Ivan.


" Ya, gue mau gengukin Nathan lah. " jawab, Dewi. Dengan kesel pada Vino


" Apa lo udah puas! Udah puas udah buat Nathan sepupu gue sekarat di dalam!!


Lo mau ngapain lagi disini?! Lo mau bikin Nathan tambah menderita?!" ucap, Vino pada Dewi


"Hee!?? Vino! Maksud lo ngomong kek gitu sama gue apa?!!! Gue datang kesini cuma ingin tau keadaan Nathan.!! Dan! Gue ngga ada maksud buat lukain Nathan sama sekali.! " jawab Dewi pada Vino


" Loh!! Diem!! Dan lo ngga usah sok perduli sama sepupu gue!! Dan lo tunggu aja gue akan nuntut lo! " ancam, Vino


" Nuntut-nuntut! Nuntut aja kalo bisa! Gue ngga takut! Karena gue ngga salah! Emang lo punya bukti apa! Kalo gue yang buat Nathan sampai kecelakaan! Lo ngga punya bukti kan?! " ucap, Dewi Pada Vino. Dengan suara tinggi


Dengan emosi Vino tidak bisa menahan dirinya ia langsung menampar Dewi,


Paak ditampar

__ADS_1


" He!! Berani-berani nya lo nampar gue!! " ucap Dewi lalu Dewi pun Langsung menampar balik Vino


Paak tampar balik


Vino pun langsung mendorong Dewi sampai terbentur di tembok dinding rumah sakit.


Puuk... Terbentur


" He!! Vino lo apa-apaan sih, lo kaser banget tau ngga, sama perempuan " ucap, Ivan membelah Dewi


" Ya!! Emang kenapa? Apa masalahnya sama lo!! " jawab, Vino bertanya lalu mendorong dada Ivan


Ivan pun mulai emosi, dengan perlakuan Vino padanya,


" Hee!! Vino! Kok lo malah dorong-dorong gue! " tanya, Ivan dengan emosi.


"He! Kalian berdua tu apa-apa sih? Udah gue bilangan dari tadi ini rumah sakit, tempat orang sakit, bukan lapangan sepak bola, kalian berdua itu ngerti ngga sich?!" ucap, Ferdi pada Vino dan Ivan


"Fer! Suruh mereka berdua pergi, gue ngga mau liat mereka berdua ada lagi disini, " ucap,Vino pada Ferdi menyuruh Ivan dan Dewi pergi dari sana


"He! Vino tanpa lo suruh gue pergi, (emosi) gue juga akan pergi, kalo bukan karena Nathan gue ngga sudi untuk tetap ada disini " ucap, Ivan pada Vino


Arjun langsung menarik tangan Ivan dan Dewi pergi dari depan ruangan Nathan


" Arjun! Lo apa-apaan narik-narik tangan gue, sakit tau" tanya, Dewi


"Hee, lo diem, lo ikut aja ngga usah banyak tanya, " jawab, Arjun pada Dewi


" Ivan, gue berharap banget lo ngerti perasaan Vino saat ini, saat ini dia sedang kacau, lo harus bisa ngertiin dia, dia kacau gara-gara mikirin Nathan sepupu nya, seharusnya lo ngga kek gini van." ucap, Arjun pada Ivan dengan suara pelan


" Arjun, tapi Vino udah kelewatan banget, dia ngga mikir sebelum ngomong " jawab, Ivan pada Arjun


"Van, kan gue udah bilang, Vino saat ini pikirannya lagi kacau, jadi lo harus bisa ngertiin dia." ucap, Arjun lagi pada Ivan


" Huuffft " Ivan pun menghela nafas dengan kasar


" Udah, gini aja sekarang lo pulang, lo anterin Dewi pulang pake mobil gue, terus lo ambilin gue baju dirumah, gue mau temenin Vino disini jagain Nathan." ucap, Arjun pada Ivan

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2