
Arjun, yang menerima, panggilan dari Ferdi malam-malam, merasa kesal, karna kenapa menelfonnya pada saat malam-malam.
["Halo!. Fer, loh kenapa? Telfon gue, malem-malem gini, ganggu orang tidur aja tau ngga," ]tanya, Arjun yang menerima panggilan Ferdi.
.
["Halo!. Arjun, gue mau tanya sesuatu ama loh." ucap Ferdi dalam telfon.
Hmm!. Loh,mau nanya apa.?"] jawab, Arjun.
["Gue, mau nanya ama loh, apa eloh yang udah bikin kekacauan di Padepokan Elang putih,?"] tanya, Ferdi kepada Arjun
[loh, ngomong apa sich,? seharian gue dikantor abis itu gue, ke markas bareng anak-anak tapi cuma sebentar abis itu gue pulang, dan gue tidur dan tiba-tiba aja eloh, telfon gue, ama pertanyaan yang ngga jelas gitu"] jawab, Arjun kepda Ferdi.
["Jadi bener bukan loh, atau orang suruhan loh."] tanya, Ferdi lagi kepada Arjun.
["Aduh, Ferdi!! Loh, ngomong apaan sich, gue ngga ngerti maksud loh apaan ngomong gitu, lagian gue mana ada urusa-urusan yang begituan gue pusing urus kerjaan gue numpuk dikantor, mana ada gue ngurus-ngurus yang begituan udah deh, gue mau tidur, gue ngantuk."] jawab, Arjun dengan menutup telfonnya.
[Halo! Arjun! Halo!-Halo!] Ya, dimatiin berarti memang benar bukan Arjun pelakunya." ucap Ferdi.
Ia, pun berencana kalo besok, pagi-pagi ia akan kembali, Ferdi pun tanya pada Wilona apa kah dia mau ikut pulang apa belum.
"Wilona! gue, mau ngomong sesuatu," ucap, Ferdi kelada Wilona.
"Ferdi! Loh, mau ngomong apa?" tanya Wilona kepada Ferdi.
"Wilona! Gue, berencana mau balik besok, loh mau ikut gue pulang apa loh, masih mau tetap disni." jawab, Ferdi kepada Wilona.
"Gue, ikut aja deh, soalnya gue banyak yang mau gue kerjain kalo sampai disana." ucap Wilona kepada Ferdi.
"Oke, kalo gitu besok pagi-pagi banget kita pulang." ucap Ferdi kepada Wilona.
Paginya Wilona dan Ferdi pun datang menemui Ayahnya dan sekaligus berpamitan, Dengan ayahnya dan Lee
"Ayah!" panggil Wilona serentak Ferdi.
"Loh, kok kalian udah rapi pagi-pagi sekali, pada mau kemana?" tanya, Ayahnya Wilona.
Ayah! Hari ini Wilona ama Ferdi, udah mau pulang, soalnya ada banyak yang harus Wilona kerjain Yah! " ucap Wilona kepada Ayahnya.
"Yah, sudah kalo begitu kalian berdua hati-hati, kabarin Ayah, kalo misalnya kalian udah sampai." ucap Ayahnya Wilona
Ferdi pun bersalaman dengan Ayahnya Wilona, dan mencium tangan Ayahnya Wilona
"Ayah, Saya pulang dulu, lain kali saya akan sering-sering berkunjung kemari kalo saya ada kesempatan, dan mengenguk Ayah disini" ucap Ferdi kepada Ayahnya Wilona.
"Baik, ingat kalian harus hati-hati jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya oke, dan kamu harus jaga adikmu Wilona dengan baik, jangan sampai ada yang menyakitinya, karna Wilona, adalah hidup Ayah." ucap, Ayahnya Wilona kepada Ferdi.
"Baik, Ayah, saya akan menjaga Wilona, dan saya akan menjewernya kalo Wilona, bandel." ucap Ferdi kepada Ayahnya Wilona.
__ADS_1
"Ferdi! Ingat kamu, harus menghajar setiap orang yang membuat Wilona sedih, kamu harus menjaga Wilona dengan baik." ucap Lee kepada Ferdi.
"Pasti Lee, saya janji akan menjaga Winona, dengan baik " ucap, Feri kepada Lee
Mereka pun pulang, Ferdi melihat Wilana tertidur pulas dimobil Ia pun menatap Wilona, dengan senyum-senyum
"Wilona-Wilona, Loh lucu banget sih, kalau lagi tidur" ucap Ferdi dalam hati.
Ia pun sampai dan Ferdi, langsung pergi menemui Arjun, di kantornya Arjun,
.
.
Ferdi pun sampai di kantornya Arjun, masuk bertanya pada Sekertarisnya apa ia ada di dalam,
.
"Permisi Mbak, Apa Arjun, ada di dalam? Saya pengen ketemu dia ini penting banget" tanya, Ferdi kepada Sekertarisnya Arjun.
"Ya, Mas, Ferdi, pak Arjun pagi ini sedang ada metting di ruangannya, harap Mas Ferdi, menunggu sebentar sampai selesai metting," jawab, Sekertarisnya Arjun.
Ferdi, pun menunggu hampir setengah jam, dan kembali bertanya pada Sekertarisnya Arjun, apa ia sudah bisa menemui Arjun,.
"Mbak, apa saya sudah bisa masuk ketemu Arjun," tanya, Ferdi kepda Sekertarisnya Arjun
"Sebentar ya, Mas, Ferdi saya, coba hubungi Pak Arjun, dulu" jawab Sekertarisnya Arjun.
Menelpon, Tuut..Tuut..Tuut.
Tersambung.
[Halo! Lisa ada apa?] tanya Arjun kepadanya.
[halo, Pak, Diluar ada Mas Ferdi, yang ingin bertemu dengan bapak."] jawab Sekertarisnya Arjun.
[" Oh, ya sudah suruh dia masuk."] ucap Arjun kepada Lisa Sekertarisnya. Dan menutup sambung telfonnya.
"Mas Ferdi, silakan anda di tunggu diruangan Pak Arjun," ucap Lisa Sekertarisnya Arjun.
Ferdi, pun bergegas masuk di ruangannya Arjun
.
"Broh, dari mana aja loh, baru nongol sekarang?" tanya, Arjun kepada Ferdi
"Gue, ada sedikit urusan" jawab, Ferdi kepada Arjun
"Pergi ngga, bilang-bilang mau pergi, empat hari ngga ada kabar, sekali nelfon malah kasih gue pertanyaan yang ngga masuk akal. Emang loh, dari mana sich.?" tanya, Arjun Ferdi.
__ADS_1
.
"Gue, dari temanin Wilona, pulang ke rumah Bokapnya." jawab, Ferdi kepada Arjun.
"Loh ke rumah orang tua Wilona? Ada kemajuan dong hubungan loh, ama Wilona, loh kalo ada acara, ngundang-ngundang gue dong, jangan loh mau makan sendiri." ucap Arjun Bercanda.
.
.
"Broh, gimana perkembangan bisnis kita? Apa lancar-lancar aja." tanya, Ferdi kepada Arjun.
"Ya, dong kita malah dapat keuntungan 2 kali lipat dari kemarin," jawab Arjun Kepada Ferdi.
"Kalo, gitu kita dapat untung besar dong Jun!" ucap, Ferdi kepada Arjun
"Ya! Dan gue, berencana ingin ajakin loh, ama Wilona, makan bareng siang ini gimana loh, mau ngga.?" tanya, Arjun kepada Ferdi.
"Boleh, ntar gue telfon Wilona," jawab Ferdi kepada Arjun.
Mereka pun makan siang siang bersama, Ada Arjun, Ferdi, Nathan Vino dan Ivan, Wilona.
.
.
"Hmm, guys! Hari ini gue traktir, kalian semua boleh pesan apa aja, yang kalian mau." ucap, Arjun kepada semua temannya, dan Wilona.
.
Pandangan mata Wilona, pun terus mengarah kepada Arjun, yang sedang bicara
"Arjun, loh ganteng banget sich, buat gue makin klepek-klepek, Aduh, gue seneng banget deh diajakin makan siang bareng dia, walau pun ada Ferdi, Nathan Vino dan Ivan.
Tapi ngga papa gue udah seneng banget." ucap, Wilona dalam hati dengan senyum-senyum sendiri.
.
.
Ferdi pun memperhatikan Wilona dari tadi tatapannya ke Arjun, bukan lah tatapan yang biasa.
.
"Kok, dari tadi Wilona, natap Arjun, kek gitu apa jangan-jangan Wilona, suka sama Arjun, ya, ngga Wilona, ngga boleh suka sama Arjun apalagi sampai jatuh Cinta, Arjun kan udah punya pacar,. Gue ngga mau Wilona sakit hati, karna gue, udah janji dengan ayah, ama Lee kalo misalnya gue bakalan jagain Wilona." ucap Ferdi dalam hati melihat Wilona, yang menatap Arjun penuh rasa cinta.
Bersambung...
__ADS_1