
Ferdi berniat ingin memberitahu Arjun kalo Wilona adalah anak dari ketua Pasukan Elang Putih, namun Ferdi berfikir lagi sebelum memberitahu Arju karna ia takut Arjun akan salah faham.
"Apa gue kasih tau ke Arjun ya.?
Hm ngga-ngga kalo gue kasih tau sekarang bisa-bisa dia salah paham lagi,." ucap Ferdi sambil mondar-mandir di kamar menggenggam hand fhone nya,
Guru Lingga pun melihat nya dan masuk di kamar tersebut.
"Ferdi! Kenapa kamu terlihat gelisa.?" tanya Guru Lingga.
"Oh om! Maaf saya ngga liat om tadi." ucap Ferdi
"Tidak apa, kamu kenapa terlihat gelisa seperti itu, apa kamu punya masalah." tanya guru Lingga
"Ngga papa kok saya cuma-cuma." jawa. ferdi.
"Cuma-cuma, cuma apa?" tanya guru Lingga.
Belum sempat Ferdi menjawab pertanyaan guru Lingga, Wilona sudah datang memanggil segera pergi ke meja makan.
"Ayah!-Ayah Kok bisa ada di situ,? Dari tadi Wilona cariin di mana-mana tau nya Ayah disini bareng Ferdi." ucap Wilona.
Hmm anak Ayah yang bawel ini, kenapa Wilona mencari Ayah?." tanya Ayah nya Wilona.
"Ayah! Wilona cariin Ayah karna Wilona mau ngajakin Ayah sarapan bareng,"
"karna tadi Wilona udah masak yang enak spesial buat Ayah, kan Ayah udah lama ngga makan masakan Wilona jadi Wilona masakin deh." jawab Wilona
"Oh ya sudah kalo begitu aya kita kesana, Ferdi! Ayo kita sarapan bareng, kamu pasti belum mencoba masakan Wilona, masakan Wilona itu sangat enak." ucap Ayah nya Wilona.
"Ayah! Bisa aja." ucap Wilona.
Mereka pun pergi dan sarapan bersama, dan seperti biasaa, Wilona yang selalu bermanja-manja pada Ayah nya, dan sangat sayang pada ayah nya.Wilona pun menawar kan ayah nya untuk ia suapi.
"Ayah! Wilona suapin ya, Ya Ayah! Ayo Ayah Buka mulut nya." Ucap Wilona sambil menyendok makanan nya yang akan ia suap kan pada ayah nya,.
"Ayah! Ayo buka mulut nya Ayah,
A-aaemm enak, gimana Ayah enak kan." tanya Wilona.
Ohok..Ohok... Batuk.
"Ayah! Ayah kenapa?. Ayo minum dulu ini Ayah." ucap Wilona dengan memberi minum pada Ayah nya.
"Aduh anak ayah, anak yang ayah yang cantik ini ternyata sangat perhatian sama ayah nya ya, kamu suapin nya cepat sekali, dan dari tadi berbicara terus, ayah jadi batuk deh.".Ucap ayah nya, sambil menggoda putri semata wayang nya itu.
Ahh!.. Ayah ini, Ayah kebiasaan deh selalu godain Wilona." ucap Wilona.dengan malu-malu.
Hehehe.. Anak ayah, anak ini sifat nya tidak pernah berubah dari dulu, anak yang satu ini masih sangat manja. ucap ayah nya Wilona.
Mereka bercanda dan seakan tidak ingat bahwa ada Ferdi sedang makan bersama mereka.
Melihat keakrap ayah dan anak itu,
Ferdi pun teringat dengan papa nya yang sudah meninggal, papa nya yang selalu bermain dengan nya, dan menyuapi nya jika saat sarapan pagi.
Ferdi pun tidak bisa menahan persaan nya, seketika ia meneteskan air mata nya, Ayah nya Wilona pun bertanya kenapa ia menangis di depan makanan.
"Ferdi! Kamu kenapa kok nangis sich" tanya Wilona serentak ayah nya.
"Ngga kok Wil!, saya ngga papa kok om." jawab Ferdi
"Tidak mungkin tidak ada apa-apa, kenapa kamu sampai menangis di depan makanan.?" tanya ayah Wilona.
"Ngga papa kok om, saya cuma teringat almahrum papa saya, Yang selalu memanjakan saya saat papa saya masih hidup, papa saya meninggal karena kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu, Dan pada saat itu saya masih umur 14 tahun, dan saya baru kelas 1 Smp.
Dan papa mama saya meninggal bukan murni kecelakaan, namun ada ada orang yang sengaja membuat rem mobil papa saya blong sampai mereka kecelakaan dan meninggal,. Tapi sampai saat ini saya belum bisa menemukan orang yang tanggung jawab atas meninggal nya papa mama saya." ucap Ferdi
Hmm.. Apa kah Ferdi adalah anak dari sahabat ku, yang kecekaan beberapa tahun yang lalu, tapi bukan kah kasus itu sudah ditutup dan tidak pernah di bicara kan lagi." ucap ayah Wilona dalam hati dan menatap wajah Ferdi.
"Ya tuhan benar, anak ini bener-benar mirip dengan wajah sahabat ku, apa kah benar Ferdi adalah anak sahabat ku itu, kalo begitu Wilona dan Ferdi harus menikah, mereka harus bisa bersatu, diliat-liat Ferdi ini anak yang baik, Hm tidak salah lagi Wilona memang pintar memilih teman, Karna aku dan sahabat ku itu telah berjanji akan menikah kan anak ku dan anak nya kelak kalo anak kami sudah pada dewasa, dan sekarang lah waktu yang tepat." ucap Ayah Wilona dalam hati,
Ayah nya Wilona pun menawarkan Ferdi menjadi anak nya, kalo ia Berkenan ia bisa memaggil nya ayah sama seperti Wilona.
"Ferdi! Kamu bisa menganggap saya seperti papa mu, dan kamu boleh memanggil saya dengan sebutan ayah, sama seperti Wilona dan saya akan menyayangi kamu seperti anak saya sendiri," ucap ayah nya Wilona.
"Ayah!- ayah serius mau angkat Ferdi jadi anak ayah?" tanya wilona dengan senang hati.
Ya ayah serius, " jawab Ayah nya.
"Ferdi! Sekarang kita adalah saudara, dan loh ngga boleh bilang lagi kalo loh cinta ama gue, karna kita saudara ya kan,." ucap Wilona.
Ferdi pun merasa sangat terharu dengan tawaran ayah nya Wilona Ferdi pun menerima tawaran jadi anak angkat guru Lingga..
.
.
.
Ayahnya Wilona, hanya tersenyum mendengar putrinya, berkata seperti itu dengan Ferdi. Lalu ayahnya Wilona pun bertanya kembali pada Ferdi, apa kah ia mau menerima tawarannya, menjadi anak angkatnya
.
__ADS_1
.
"Ferdi! Apa, kamu bersedia jadi anak angkatku?" tanya, Guru Lingga.
"Ya, om saya, mau dan saya senang sekali Seneng bisa punya papa lagi, apa lagi papa yang baik seperti om," ucap, Ferdi kepada ayahnya Wilona
"Hm, Ferdi! Mulai hari ini, dan mulai sekarang kamu harus panggil Ayahku, ayah soalnya kamu kan udah jadi anak ayah, ya kan.?" ucap, Wilona kepada Ferdi
"Ya, betul sekali, apa yang di katakan Wilona,
Mulai sekarang kamu panggil, saya ayah, ucap." Ayahnya Wilona kepada Ferdi
"Ya, Om! Maksudnya, Ayah! " ucap, Ferdi
.
.
.
Seusai mereka makan, mereka pergi ke tempat latihan, para murid Ayahnya Wilona, dan memperkenalkan Ferdi, sebagai anak angkatnya,
.
.
Melihat Wilona, dan ayahnya, mereka semua datang dan menghampiri, Wilona Ferdi, dan ayahnya.
.
.
Sebagian dari mereka, menyapa Wilona dan Ferdi menggunakan Bahasa Mandarin.
.
"Zaoshang hao," (selamat pagi)" sapa salah satu murid ayahnya Wilona, Wilona pun menjawab sapaannya,
"Ye,(juga)" jawab Wilona, dengan senyumnya yang manis.
.
.
Mereka pun menyapa ayahnya Wilona
"Lao shi!,(Guru!)" ucap anak murid ayahnya Wilona ke ayahnya Wilona.
Ayahnya Wilona pun kembali menyapa mereka.
"Shenme? (apa?) " tanya Wilona,. Lelaki muda itu, ia pun mendekat ke Wilona, dan bertanya siapa, sambil nenunjuk Ferdi.
"Shui,? (siapa?)" tanya, laki-laki mudah itu, dengan menujuk Ferdi.
.
Ferdi pun, merasa tidak nyaman karna Ferdi tidak, mengerti apa yang di bicarakan Wilona, dan temannya.
.
.
"Oh, kak Lee! kenalin dia Ferdi, teman aku dari kota,"
ucap, Wilona ke Sepupunya
Sepupunya pun mengulurkan tanganya, dan berjabat tangan dengan Ferdi,
.
"Hai, saya Lee, sepupunya Wilona," ucap, lee.
Hai, juga, saya Ferdi teman sekampusnya Wilona.
.
"Oh, ya, kak Lee, Ferdi, Ini udah jadi anak angkatnya ayah loh kak,." ucap, Wilona.
"Oya, kok ayah, ngga bilang ke aku, kalo ayah punya anak angkat.?" tanya Lee. Kepada Wilona
"Ya, karna ayah, baru ngangkat dia jadi anak angkat tadi pagi," jawab, Wilona.
.
.
.
Akhirnya, ayahnya Wilona pun menggelar acara kecil-kecilan, untuk merayakan pengangkatan, Ferdi sebagai anak angkatnya,
.
.
__ADS_1
Acara syukuran pun berlangsung, dan setelah acara itu sudah selesai, ada orang yang melemparkan, bola api kedalam Padepokan,
"Selamat, malam, dan terima kasih, pada yang sudah hadir disini, pada malam hari ini, hari saya akan mengumumkan pengangkatan Ferdi, sebagai anak angkat saya,.
Ferdi, akan menjadi bagian dari keluarga Elang Putih,." ucap, Guru Lingga, ke para hadirin.
"Mari, bapak-bapak, ibu-ibu, mari di nikmati makanannya, yang sudah kami hidangkan,." tawar, Wilona kepada pada tetamu yang datang, di Padepokan ayahnya.
.
.
Wilona pun menghampiri, Ferdi dan bertanya, mengapa ia keluar, apa kah ia tidak senang jadi anak angkat, ayahnya.
"Ferdi!, kok kamu disini?!.
Kamu ngga senang ya kalo kamu jadi anaknya ayah, apa karna aku?. Kamu ngga suka punya saudara angkat kek aku,?" tanya, Wilona ke Ferdi.
"Ngga, kok Wilona, kok kamu bisa berpikir kek gitu,. Aku cuma kepikiran ama Arjun, aku takut dia nyariin aku,." jawab Ferdi.
"Oh, itu, kenapa loh ngga telfon dia, dan loh kasih tau, kalo misalnya loh ada disini, di Padepokan Elang Putih, siapa tau aja dia langsung kesini, kalo dia tau kalo kita ada disini." ucap, Wilona.
.
.
"Iya-ya, kok aku ngga kepikiran itu ya, ntar gue telfon dia dulu," ucap, Ferdi.
.
Ferdi, pun baru ingin menelfon Arjun, sudah ada bunyi lemparan seperti bolah, kedalam Padepokan.
"Wilona! Loh dengar ngga?!!!. Suara itu,?" tanya, Ferdi kaget.
"Fer! Gue takut, ayah Fer!, ayah!" ucap Wilona kaget dan menarik tangan Ferdi bergegas masuk melihat, apa yang sudah terjadi
"Ayah!!!. Panggil Wilona panik
"Ayah! Apa, yang terjadi Ayah!" tanya, Wilona dengan panik.
"Ayah, tidak papa nak, Wilona! Tidak papa kan Wilona, baik-baik kan."ucap, ayahnya Wilona. Dengan mencemaskan putri semata wayangnya.
"Ayah! Wilona ngga papa kok, ayah" jawab Wilona Kepada Ayahnya.
"Ayah! Apa yang terjadi, kenapa bisa jadi seperti ini!?" tanya, Ferdi kaget melihat, ada bekas lemparan bola api dari luar.
"Lapor!!. Ayah! Saya melihat, bahwa yang melemparkan bola api masuk ke dalam Padepokan, adalah orang dari, Pasuka Naga api." ucap, Lee kepada ayahnya Wilona.
Sontak membuat Ferdi kaget, mendengar kalo yang melemparkan bola api masuk ke dalam Padepokan, adalah Pasukan Naga Api,.
"Ha! Ini ngga mungkin, ini pasti salah Arjun, ngga mungkin berbuat senekat itu
Gue harus tanyain ke Arjun, langsung apa dia yang menyuruh orang untuk, melakukan ini semua,." ucap, Ferdi dalam hati.
.
.
"Kanapa? Keluarga, naga api tiba-tiba menyerang kita, apa maksud mereka?
Berbuat demikian,." ucap, Ayahnya Wilona.
.
.
"Ayah! Saya, rasa ada yang sedang mengaduh dombakan kita, Ayah, soalnya saya rasa, keluarga naga api ngga mungkin, berbuat demikian," jawab, Ferdi kepada ayahnya Wilona.
.
.
"Tidak! Fer, tadi saya liat sendiri karna, saya mengejarnya sampai di pintu gerbang, namun mereka, kabur menggunakan sepeda motor," jawab, Lee kepada Ferdi.
.
.
"Baik, lah kalian jangan ribut, Ayah akan cari tau sendiri, apa maksud mereka memgusik ketenangan kita, sekarang kalian, semua pergi, dan istrahat lah,.
.
.
Ferdi pun pergi, dan langsung menelfon, Arjun, menanyakan pada Arjun, apa benar dia yang melakukannya.
Menelfon,..
Tuut..Tuut...Tuut...Tuut.
Tersambung
"Arjun-[Halo!] dengan suara, seperti orang baru bangun,
__ADS_1
Bersambung.....