
Arjun dan Vino pun hanya cengingisan seperti kuda,
" Hihihihi... kita minta maaf " ucap Arjun kompak Vino
" Tu, kalian berdua kompak, udah sekarang kita balik keruangannya Nathan." ajak Ferdi
Mereka pun pergi keruangan Nathan, Disana ada Wilona yang menjaga Nathan.
" Wilona! Lo naik apa kesini, tadi gue dari kostsan lo, Dewi bilang udah kesini duluan." tanya Ferdi
" Gue naik angkot, oiya Dewi ngga kesini?." jawab Wilona pada Ferdi bertanya balik
" katanya ntar dia bareng Ivan, " jawab Ferdi pada Wilona
" Ferdi! lo sama Wilona kok." tanya Vino tidak meneruskan pertanyaan nya pada Ferdi
Ferdi pun meminta izin untuk melihat Nathan di dalam.
" Vin! Gue bisa ngga masuk, gue mau liat keadaanya Nathan." izin Ferdi pada Vino
" Udah silahkan " jawab Vino mengizinkan.
" Fer! Gue ikut ya kedalem, gue juga nau liat keadaanya Nathan." minta Wilona pada Ferdi
"Udah! Yuk kita masuk liat Nathan" ajak Ferdi
Ferdi dan Wilona pun masuk di ruangan dimana Nathan dirawat.
Ferdi pun mendekat pada Nathan, dia mengenggam tangan Nathan.
" Than! Lo cepat sembuh ya, kita semua merindukan lo, kita merindukan canda tawa lo." ucap Ferdi pada Nathan
Wilona terharus melihat Ferdi, yang begitu perduli pada Nathan.
" Fer! Gue bangga sama lo, lo perduli sama teman lo." gumam Wilona dalam hati
Nathan pun mulai mengerak kan jari nya dan menyebut nama Dewi.
" De-Dewi, Dewii" panggila Nathan.
" Ferdi! Nathan, Fer! Dia ngomong, dia panggil Dewi." ucap Wilona.
Ferdi pun segera berlari memanggil Vino, dokter pun segera datang. Danmelihat keadaan Natahn.
Vino pun datang langsung mendekat dan berkata
" Nathan! Sadar Than ini gue, Than lo udah sadar Than, ini gue Vino sepupu lo." ucap Vino pada Nathan menangis
Nathan pun pelan-pelan membuka matanya.
Dan orang pertama ia cari adalah Dewi.
.
.
" Than! Lo udah sadar Than.?" tanya Vino pada Nathan
" Dewi, dimana Dewi Vin?" tanya Nathan pada Vino.
Nathan pun sudah mulai ingat oada Dewi
" Dewi, dia ada kok Than, ntar lagi dia akan kesini kok." jawab Vino pada Nathan
Dokter pun menyuruh mereka untuk keluar dulu,
" Maaf, mas Vino saya minta, mas Vino aja teman mas Vino keluar dulu. Soalnya saya ingin memeriksa mas Nathan dulu." ucap dokter Angga teman Wilona.
Wilona pun langsung menyapa Dokter Angga.
" Dokter Angga." sapa Wilona.
" Hey Wilona, kamu disini? Oiya kamu boleh keluar dulu, saya mau periksa pasien saya dulu." ucap, Dokter Angga menyuruh Wilona keluar dulu
" Oke, nanti kita ngobrol lagi ya." sahut Wilona lalu beranja dari ruangan rawat Nathan
"Wilona! Lo kok bisa kenal sama dokter itu? " tanya Ferdi pada Wilona.
" Dokter Angga maksudnya, dia itu teman gue. Kan gue praktek di Rumah sakit ini " jawab Wilona.
" Ooh, gitu ya " ucap Vino.
1 Munggu kemudian
Keadaan Nathan pun sudah mulai mebaik,
Nathan pun selalu menyuruh Vino untuk mencari Dewi
Dia ingin Dewi tau kalo dirinya sudah ingat padanya., tapi Vino tidak pernah benar-benar menemui Dewi.
Vino selalu menganggap kalo Dewi lah penyebab kecelakaan Nathan
" Vin! Apa lo udah ketemu sama Dewi " tanya Nathan pada Vino
" Udah tapi dia lagi sibuk " jawab Vino
Dan ternyata Dewi dan Ivan pun sudah jadian, dan Dewi sudah mulai move on, dan ingin melupankan Nathan.
__ADS_1
2 minggu kemudian lagi
Nathan sudah pulang kerumah, dan kembali beraktifitas seperti biasa. Arjun dan Vino merayakan kepulangan Nathan dari rumah sakit,
Mereka merayakan kesembuhan, dengan makan-makan ditestoran di salah satu mall. Bersama Arjun, Vino, Ferdi ada Wilona dan Vira.
Semua teman-teman Nathan, merayakan kesembuhannya kecuali Ivan. Nathan pun bertanya kenapa dia tidak pernah melihat Ivan. Kemana Ivan.
" Selamat datang kembali Than, kita semua merindukan mu." kata sabutan Arjun pada Nathan.
" Ya selamat kembali Than " kompak Ferdi, Vino Wilona dan Vira.
" Terima kasih, guys kok gue ngga liat Ivan, dia kemana? " tanya Nathan
Semua terdiam tidak ada yang menjawab,
Karena Ivan sudah tidak pernah muncul.
Setelah Vino mengusir nya dari rumah sakit.
" Kok senyap. Kalian kenapa.? " tanya Nathan
" Ngga papa kok Than, gimana kalo kita langsung aja, kepembukaan acaranya. " jawab Ferdi mengalih kan pembicaraan,
" Ya, ayo, ayo! " ajak Arjun
Mereka pun memulai pesan makan, rencana berjalan dengan baik, yang diatur oleh Arjun, dan Ferdi.
" Teman-teman, terima kasih banyak ya, kalian begitu baik sama gue. " ucap Nathan
" Sama-sama Than." sahut Arjun
" Santay aja kali Than " sahut Ferdi
•
Selesai acara makan-makan.
Mereka pun sempat berjalan keliling di mall.
Mereka pun bertemu dengan Ivan, yang jalan bersama Dewi.
Nathan melihat Ivan yang sedang, pilih-pilih baju bersama Dewi.
" Ivan..!! " panggil Nathan sambil melbai kan tangan
Ivan pun menoleh dan, melihat ke arah Nathan. Lalu Nathan menghampari Ivan.
" Ivan! Lo kemana aja selama ini, gue cariin kok lo ngga pernah gengukin gue.? " tanya Nathan
" Baru dua hari. Btw, lo kerja, loh sekarang kerja di mana?." jawab Nathan bertanya balik
" Gue kerja di super market, gue jadi kasir. Ya walau pun bukan pegawai kantoran, dan gajinya juga ngga seberapa, tapi gue bangga karena gue bisa punya penghasilan sendiri. " jawab Ivan pada Nathan
" Jadi, sekarang lo kerja sambil kuliah.? " tanya Nathan lagi.
" Ya, pagi gue kuliah, soreh sampai malam gue kerja. " jawab Ivan
" Lo, ngga mau kerja di kantor gue? " tawar Nathan pada Ivan
" Makasih Than, tapi gue udah nyaman kerja di super market, walau pun cuman sebagai kasir. " jawab Ivan menolak tawaran, kerja di kantor Nathan
" Ooh, ya udah kalo gitu, gue juga ngga bisa maksa. Btw lo bareng siapa ke sini " tanya Nathan pura-pura tidak melihat Dewi
Ivan pun jujur pada Nathan, kalo dia berang Dewi pacar nya.
" Gue bareng Dewi, pacar gue. " jawab Ivan terus terang.
" Oooh ... Jadi sekarang lo pacaran sama Dewi, selamat ya semoga kalian bahagia. " ucap Nathan pada Ivan
Terlihat jelas diraut wajah nya Nathan dia sangat kecewa, mendengar Dewi sudah berpaling darinya, dan Dewi malah pacaran sama sahabatnya sendiri.
Ivan merasa bersalah pada Nathan, dia merasa telah merebut Dewi darinya.
" Makasih Than, lo ngga papa kan? " tanya Ivan
" Gue ngga papa kok, btw Dewi mana kok gue liat dia." jawab Nathan bertanya balik
" Tu, Dewi lagi pilih-pilih baju." jawab Ivan
Ivan pun memanggil Dewi
" Sayang.! Sini! Ini " panggil Ivan dan melampai tangan pada Dewi
Dewi pun beranjak ke tempat Ivan
" Ya, sayang kamu kenapa? " tanya Dewi tanpa sadar kalo ada Nathan didekat Ivan.
" Hai Dewi, udah lama kita ngga ketemu, kamu apa kabar ? " sapa Nathan mengulurkan tangan pada Dewi dan bersaman
" Ha-hai, ( gugup) hai juga Nathan, Gue baik, lo sendiri apa kabar ? " jawab Dewi bertanya balik
" Buruk! Karena orang yang selama ini berjuang mati-matian, kini sudah tidak mau berjuang lagi " jawab Nathan.
Membuat Dewi semakin tegang, Ia berpikir apa kah ingatan Nathan sudah kembali. Tapi dia tidak mau mengecewakan Ivan, dia sayang pada Ivan, karena Ivan selalu ada di saat dia lagi dalam keadaan suka, mau pun duka.
Membuat Ivan semakin merasa bersalah, Ican pun mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Nathan, lo disini sama siapa? " tanya Ivan mengalihkan pembicaraan
" Oh, gue bareng anak-anak, lo mau gabung bareng kita ngga " jawab Nathan bertanya balik
" Terima kasih, tapi kayanya ngga deh. Soalnya gue temanin Dewi belanja. " jawab Ivan
" Oke, kalo gitu gue balik dulu, takut mereka pada nyariin " sahut Nathan lalu pergi meninggal kan Ivan dan Dewi
Ia pergi dengan penuh rasa kecewa.
" Gue ngga nyangka Dew, lo secepat itu berubah, dan secepat itu dapet pengganti gue. " batin Nathan sangat sakit.
" Nathan lo dari mana aja, kita cariin lo tadi tau ngga. Muka lo kok pucet gitu?, lo ngga kenapa-kenapa kan.? " tanya Arjun khawatir
" Ngga ... gue ngga papa kok, gue cuman pusing dikit aja." jawab Nathan
" Ya udah kalo gitu kita pulang aja, dari pada ntar lo kenapa-kenapa beneran lagi disni " ajak Ferdi pada Nathan
" Udah kalo gitu, sekarang kita semua pulang aja deh. " sahut Vino.
" Udah ayo"
Mereka pun pulang tapi,
Arjun tidak pulang bersama mereka karena, Arjun ingin menemui Sita pacarnya.
" Guys! Kalian ngga papa kan kalo pulang duluan, soalnya pengen ketemu pacar gie Sita." tanya Arjun
" Oke kalo gitu kita pulang duluan ya " sahut Ferdi
Mendengar Arjun ingin bertemu dengan Sita, Wilona pun tidak ikut pulang bersama mereka.
" Wilona! lo kok masih berdiri disitu, lo ngga mau pulang barenf kita? " tanya Ferdi
" Hmm ... Kayanya ngga deh Fer! " jawab Wilona pada
Wilona tanpa basah-basih, ia langsung memberi tahu pada Arjun kalo misalnya Sita punya banyak pacar.
Teman-teman nya pun sudah pulang dan, tinggal mereka berdua, Wilona dan Arjun
" Arjun! Gue pengen kasih tau lo sesuatu." ucap Wilona.
" Kasih tau apa, udah cepat gue buru-buru.? " tanya Arjun
" Gue mau bilang kalo Sita ngga serius sama lo, Sita hanya main perasaan lo, Sita punya banyak pacar dan, pacarnya Sita itu bukan cuma lo, tapi banyak banget. Mending sekarang lo putusin aja deh." jelas Wilona pada Arjun
Namun Arjun tidak mendengar kan kata Wilona, Arjun malah balik marahin Wilona
" Hee! Wilona lo ngomong apaan sih?! Sita ngga mungkin kaya gitu! " tanya Arjun marah
" Ngga Arjun, gue ngga bohong, gue seriue Sita itu."
" Cukup.!! ... Wilona.!! Cukup..!!! Berhenti lo fitna Sita, lo ini teman macam apa sih?! Lo kenapa? ... Lo suka sama gue, lo! Ngga suka kalo Sita sama gue. Wilona! Gue kasih tau ya, kalo lo! Suka sama gue, ngga kaya gini caranya, ngga dengan memfitna teman lo sendiri. " hardik Arjun.
Lalu pergi meninggakan Wilona
Wilona pun mengejar dan memanggil Arjun
" Arjun.!! Arjun.!! " panggil Wilona
Stop..!! Wilona Stop.!!! Jangan ikutin gue lagi! Lo ngerti! " hardi Arjun
Namun Wilona tidak perduli ia terus, mengikuti Arjun sampai di parkitran.
Sampai akhiran Arjun semakin kesal dan mendorong Wilona sampai terjatuh di
tanah
"Arjun!! Dengerin gue dulu, Arjun.!!! " panggil Wilona
" Lo! Kenapa sih ikutin gue mulu! Lo mau apa lagi." tanya Arjun dengan membentak
" Arjun, dengerin gue, gue perduli sama lo makanya gue kasi tau lo. " jawab Wilona menangis
" Kalo lo perduli sama gue, kenapa lo fitna teman lo Sendiri, kenapa lo mau menghancurkan hubungangue sama Sita." tanya Arjun dengan keras
Wilona menarik tangan Arjun, dan menangis bertanya apa kah Arjun masih ingat padanya.
" Arjun, apa kamu masih ingat sama aku, aku teman kecil kamu." jawab Wilona bertanya apa kah Arjun masih ingat padanya dengan menggenggam tanya Arjun
" Ngga! ... Gue ngga pernah kenal sama lo dan, gue ngga pernah kenal sama cewek ngga jelas kaya lo. Dan sekarang lepasin tangan gue! " hardik Arjun dan mendorong Wilona sampai jatuh.
•
Bruuk
Jatuh
•
Ia pun pergi tanpa menoleh pada Wilona, yang jatuh di dorong oleh nya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1