Suami Impian

Suami Impian
"EPISODE 28"


__ADS_3

Wilona, menangis sampai ke tiduran, pagi ia sadar, ternyata sudah pagi, ia beranjak dari tempat tidurnya ke kamar mandi, lalu ia bersiap-siap untuk pergi kampus, Walaupun perasaan hatinya belum membaik, ia berusaha kuat,


Ia duduk di kursi meja riasnya, menatap wajahnya di kaca, dan berkata.


"Gue ngga boleh nangis, gue harus kuat, Wilona loh ngga boleh cengeng." guman, Wilona, lalu ia beranjak dari kamarnya dan pergi ke kampus nya.


Wilona terus berusaha menyembunyikan kesedihannya apa lagi di depan Ferdi


Di kelas Wilona, ia hanya duduk di kelas, tidak pergi kemana-mana,


suara orang berjalan menuju kelas Wilona


.


Tuk.. Tuk.. Tu.. Tuk..


Ternyata Ferdi yang datang mencari Wilona di kelas.


"Wilona, loh baik-baik ajakan, lo kenapa, lo ada masalah" tanya, Ferdi pada Wilona. Yang dudu sendirian di kelas.


"Ya gue baik-baik aja, dan gue ngga papa" sahut, Wilona dengan suara pelan


"Ngga papa kok, muka loh murung gitu," tanya, Ferdi lagi.


"Beneran gue ngga papa, gue cuma cape aja" jawab, Wilona pada Ferdi yang berdiri di depannya


"Oooh, gitu, kita makan yuk, gue laper banget ni" ajak, Ferdi.


Wilona pun ikut dengan ajakannya Ferdi


"Ya udah ayo" sahut, Wilona.


Wilona, yang biasanya bawel, tiba-tiba diam tidak ada suara


Mereka pun sampai di pintu kantin, mereka melihat ada Dewi, dan Ivan, sedang makan berduaan.


"Ivan, Dewi, kalian?" Wilona, serentak Ferdi.


"Ferdi, Wilona,( kaget)" jawab, Ivan, serentak Dewi.


"Van, Loh kok bisa bareng Dewi?" tanya, Ferdi pada Ivan.


"Ooh ini kebetulan aja kok," jawab Ivan serentak Dewi


"kebetulan kok kompak gitu"tanya, Ferdi pada Ivan, Dewi


"Ya, kok kalian,"tanya, Wilona menggantung petanyaannya, lalu ia duduk dimeja sebelah, ia hanya membuka hpnya, dan tidak berkata apa pun lagi.


"Wilona, loh mau pesen apa."tanya, Ferdi.


"Terserah loh mau peseni. Gue apa,"sahut, Wilona.


Wilona melihat ke arah Dewi, dan Ivan,


Dewi, kayaknya dia udah mulai bisa melupakan Nathan, Tapi gue ngga bisa lupain Arjun, semakin gue beruhasa untuk melupakan Arjun, gue semakin ngga bisa banget." guman, Wilona.


Hari-hari pun berlalu, Wilona masih selalu suka menyendiri, dan tidak berbicara apa-apa,


Sampai, disuatu hari Wilona ke super market.

__ADS_1


Ia bertemu dengan Arjun, yang lagi belanja di super market tersebut,


"Itu kan Arjun, apa gue samperin ya?" guman, Wilona bertanya dalam hati.


pandangan Wilona terus, tertujuh pada Arjun,


Arjun langsumg bertanya, kenapa ia melihatnya seperti itu.


"Hei, Wilona, loh kenapa?" tanya, Arjun pada Wilona.


"Gue ngga papa kok," sahut, Wilona lalu beranjak pergi dari toko tersebut.


Arjun pun meniruh gaya bicara Wilona barusan


"Gue ngga papa kok,(meniru) dasar cewek aneh" ucap, Arjun.


Ia pun pergi ke kasir membayar barang ia ambil, lalu beranjak dari toko tersebut, ia pun melihat Wilona yang berdiri sedang menunggu taksi. Arjun pun menghampiri Wilona, dan mengajaknya pulang bareng dia.


"Wilona, lagi nungguin siapa," tanya, Arjun pada Wilona


"Taksi,"sahut Wilona.


"Taksi, emang cowok loh si Ferdi kemana.?" tanya, Arjun lagi pada Wilona


Wilona hanya diam, dan tidak menjawab pertanyaan Arjun ia hanya menatap Arjun. Berkata dalam hati


"Ferdi, Ferdi bukan cowok gue Arjun, dia dua kakak angkat gue, dan andai aja loh tau, gue sangat mencintai loh, tapi gue ngga mampu tuk mengutarakan perasaan gue ke elloh." guman, Wilona dalam hati, matanya mulai merah,


Dengan menatap Arjun, dengan pandangan Wilona ke Arjun. Arjun jadi teringat sama gadis kecil yang sering ia panggil kelinci kecil


"Kok Wilona mirip ya sama kelinci kecil itu.?


Aah.., kok gue jadi teringat gadis kecil itu ya? Apa jangan-jangan, aah tapi ngga mungkin" guman, Arjun dalam hati. Menatap wajah Wilona


Apa iya dia mulai ngenalin gue, ya Tuhan aku ngga sanggup melihat tatap Arjun ke aku, ya Tuhan, semoga aja suatu saat nanti, Arjun bisa membalas perasaan ku ke dia ya Tuhan, Aamiin" guman, Wilona dalam hati


"Wilona, kok loh liatin gue kek gitu,"tanya, Arjun pada Wilona.


"Ngga kok,(pipi memerah) ngga papa." jawab, Wilona


"Wilona, gimana kalo elloh ikut gue aja pulang, dariapada loh nungguin taksi lama, mendingan loh ikut gue naik mobil gue, mumpung gue lagi baik hati ni sama loh" tawar, Arjun pada Wilona


Wilona pun langsung ya'in


Dan merasa sangat bahagia, akhirnya dia bisa naik mobil Arjun berduaan, walaupun dia tau Arjun sudah punya pacar.


"Ya gue mau, gue mau banget" sahut Wilona dengan girang ia membuka pintu mobil Arjun langsung duduk depan disampingnya Arjun.


Wilona pun bertanya pada Arjun, apa pacarnya tidak akan marah kalo tau Wilona nebeng sama dia.


"Arjun, makasih banget ya," ucap, Wilona pada Arjun


"Ya sama-sama."jawab, Arjun.


"Arjun," tegur Wilona


"Apa lagi sih, Wilona, Arjun-Arjun mulu lo, baru aja tadi lo diem, ini lo udah mulai banyak tanya lagi," jawab, Arjun pad Wilona bertanya balik


"Ma'af, gue cuma mau bilang, apa pacar loh ngga marah, atau cemburu kalo gue nebeng dimobil lo." jawab, Wilona bertanya balik pada Arjun

__ADS_1


.


"Wilona tau dari mana kalo gue punya pacar," guman, Arjun dalam hati.


.


"Ngga lah, pacar gue ngga akan marah, atau pun cemburu, apa lagi sama lo, lagian pacar gue tau, gue ngga akan tergoda sama cewek kayak lo, dan lo ngga usah kepedean deh, gue cuman kasian sama loh, itu pun karena lo pacarnya teman gue si Ferdi," jawab, Arjun pada Wilona


.


.


"Ya gue tau diri kok," sahut, Wilona dengan rasa suara pelan dan rasa kecewa.


"Ya bagus deh kalo lo tau diri." ucap, Arjun lagi pada Wilona.


.


.


"Tapi sebenarnya, ini bukan karena lo pacar nya Ferdi Wilona, tapi karena Wajah lo yang imut mengingat kan gue sama seseorang, iaitu kelinci kecil gue," guman, Arjun dalam hati sambil melirik-lirik wajah nya Wilona.


Dari jauh Arjun melihat ada mobilnya Ferdi di depan kostsannya Wilona.


"Wilona, ada mobilnya Ferdi di depan." ucap, Arjun pada Wilona.


"Ya-ya,, Ferdi, ngapain ya" jawab, Wilona bertanya.


"Ya, mana gue tau! Mungkin aja dia lagi nyariin lo!" jawab Arjun pada Wilona.


Arjun pun berhentiin mobilnya di samping mobilnya Ferdi. Lalu turun temui Ferdi


"Wilona, kok kamu bisa pulang bareng Arjun?!" tanya, Ferdi langsung menarik tangan Wilona, dan melarangnya dekat-dekat sama Arjun.


"Wilona, gue kasih tau ya, mulai sekarang lo ngga boleh ikut-ikut, atau nebeng di mobilnya Arjun ngerti.!" ucap, Ferdi pada Wilona


"Ferdi, kok lo, ngomong gitu sich! Loh masih marah sama gue, soal yang kemaren, ya gue minta maaf, gue khilaf." tanya, Arjun pada Ferdi dan meminta maaf,


"Loh, pake nanya lagi lo, maksud lo apaan deketin Wilona, lo mau nyakitin dia, sebelum lo lakuin itu, lo langkahin dulu mayat gue,


Karena gue ngga akan biarin lo nyakitin dia karena gue sayang sama dia." jawab, Ferdi pada Arjun bertanya apa maksud Arjun, yang sebenar.


"Loh, kenapa sih, sensi banget, siapa juga yang yang mau sakitin Wilona, harusnya tuh elloh berterima kasih sama gue, karena gue udah anterin Wilona cewek lo pulang," jelas Arjun pada Ferdi


"Aduh, udah deh Ferdi, Arjun kalian kenapa sich malah pada ribut, kalian ngga malu apa diliatin orang-orang." tegur, Wilona pada Arjun, dan Ferdi


"Dengar tuh apa kata Wilona cewek lo, kalo masalah yang kemaren gue mau minta maaf sama loh, ya gue ngaku salah, gue ke bawa emosi." ucap, Arjun minta maaf pada Ferdi


"Apa, Ma'af, loh bilang, loh itu udah kelewatan banget tau ngga, pernah ngga lo pikirin perasaan gue, Nathan, Vino, dan Ivan, saat lo bilang lo ngga butuh teman kek kita" jawab, Ferdi pada bertanya balik pada Arjun


"Gue tau, gue salah, gue minta maaf banget sama loh." jawab, Arjun pada Ferdi


"Loh, simpen aja tu kata ma'af lo." sahut, Ferdi


"Ferdi, lo ngga boleh ngomong kek gitu, karena biar bagaimana pun Arjun itu adalah sahabat kalian dari dulu, dan gue yakin Nathan, Vino, dan Ivan pasti mau kok, maafin Arjun" ucap, Wilona pada Ferdi.


"Ngga, gue ngga butuh maaf dari orang kek dia, yang ngga bisa menghargai yang namanya persahabatan," ucap, Ivan yang tiba-tiba muncul dari bersamaan dengan Dewi.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2