Suami Impian

Suami Impian
"EPISODE"


__ADS_3

Ivan pun menyuruh Ferdi untuk pergi mencari Wilona,


.


"Fer! Mending sekarang lo, kembali di mana tempat lo turunin Wilona."ucap, Ivan menyuruh Ferdi untuk pergi mencari Wilona


"Apa, ya Wilona masih disana?" tanya, Ferdi pada Ivan.


"Aduh,loh b**o banget sih, kalo Wilona udah ngga ada disana, ya lo datang dong ke kostsannya dia loh, minta maaf sama dia, karena loh udah ninggalin dia tenga jalan." jawab, Ivan pada Ferdi.


.


.


"Yah udah kalo gitu gue, pergi sekarang ya bye" Sahut, Ferdi lalu pergi


.


.


"Aduh, sial banget sich! Nasib gue, Arjun sekarang udah lupa sama gue, dan parahnya lagi gue, mulai deket sama dia eh sekarang dia malah salah paham lagi sama gue, mana gue,di turunin lagi di tenga jalan sama si Ferdi." guman, Wilona, sambil berjalan. Mau pulang ke kostsannya.


.


.


Nathan dan Dewi bertemu di taman saat dewi hendak pulang Ia melihat ada Nathan di taman


Dewi, pun menghampiri Nathan.


.


"Hai.., Nathan, apa kabar?" sapa, Dewi pada Nathan.


"Loh, ngapain lagi sih?!!." sahut


"Nathan! Apa loh bener-bener ngga inget gue sama sekali, gue Dewi yang dulu selalu nemenin lo, lo inget ngga waktu itu kita di hukum sama pak rico guru kita? Dan kita pulang jalan hujan-hujanan. Dan besoknya loh ngga, masuk sekolah soalnya loh sakit abis ke hujanan, dan loh, masuk rumah sakit selama tiga hari dan gue yang jagain loh, selama di rumah sakit?" tanya, Dewi pada Nathan


Nathan pun mulai teringat dengan sosok perempuan yang selalu bersama nya dulu, tapi dia tidak bisa mengingat dengan jelas siapa perempuan itu, kepala nya malah sakit saat ia beruhasa untuk mengingat masa lalunya


.


.


"Aduh!! Kepala, gue! Kepala gue sakit banget!" ucap, Nathan. Mulai kesakitan.


"Than! Loh, kenapa? loh baik-baik aja kan.?!" tanya, Dewi pada Nathan


"Aduh-aduh..,!! Kepala gue sakit banget!." sahut, Nathan.


"Nathan lo, kenapa Than,?!" tanya, Dewi lagi pada Nathan


"Aduh! mending sekarang lo!, pergi deh dari sini!, kenapa sich lo!, selalu gangguin gue,?!" jawab, Nathan bertanya balik Pada Dewi.


"Than! Gue, ngga bermaksud buat gangguin lo, gue cuma pengen lo, ingat lagi sama gue," jawab, Dewi pada Nathan


Vino dan Ivan pun kembali dari membeli minum dan melihat Nathan Dewi lagi berantem


"Aduh! Tuh si Dewi kok batu banget! Udah gue bilangin jangan gangguin Nathan, masih aja di gangguin." guman, Vino dalam hati.

__ADS_1


Sambil berjalan ke taman tempat Nathan dan Dewi ribut.


"Dasar, ya! Cewek setres! Lo udah ngga laku apa, sampai-sampai lo ngejar-ngejar gue terus, dan ngaku-ngaku sebagai cewek gue! Hee! Loh kalo ngga laku,. lo cari sana om-om bukan sama gue! Dan kalo lo belum dapet om-om, tenang ntar gue, bantuin lo, buat nyariin loh, om-om. Pasti banyak yang mau secara lo masih mudah! Putih masih mulus,


Tapi kalo sama gue, lo jangan mimpi. Bisa dekat-dekat gue! Karena gue jijik sama cewek kayak loh, di luaran sana juga banyak cewek yang tergila-gila sama gue tapi mereka ngga segila loh! Yang ngaku-ngaku pernah jadi pacar gue,." ucap, Nathan memaki Dewi


Karena emosi dan kecewa mendengar, makian dari Nathan Dewi pun menampar pipi kiri Nathan dengan sangat keras. Di saksikan oleh dua orang teman nya Nathan ia itu Vino dan Ivan.


DI TAMPAR..


PAK...!!!


Dengan tangannya yang gemeteran sudah menampar Nathan. Dewi menangis. Sejadi- jadinya. Dan langsung terduduk di bangku dengan kaki melemah,


Menangis Hiks.. Hiks.. Hiks.. Hiks..


Nathan pun ingin membalas tamparan dari Dewi namun Ia merasa kasian dan tidak sanggup.


"Hee!!! Loh berani tampar gue?!!!." tanya Nathan marah karena di tampar oleh Dewi.


Iya pun mengangkat tangannya dan ingin menampar kembali Dewi tapi Nathan tidak sanggup nta kenapa hatinya tidak tega, melihat nya menangis


Mengangkat tangan nya ingin menampar Dewi, ia pun segera menurunkan tangan nya


Dan tidak jadi menampar Dewi.


"Kok! Gue, ngga tega ya pukul dia, ada sama gue, kok tiba-tiba gue merasa kasian sama dia" guman, Nathan dalam hati.


Vino pun memarahi Dewi karena sudah menampar Nathan membuat Nathan sakit kepala lagi.


"He!! Dewi loh! Apa-apaan sih?! Pake tampar Nathan segala!" tanya, Vino pada Dewi marah.


"Ahhh!! Udah!! Gue, mau pergi! Gue pusing! Kepala gue sakit!"sahut, Nathan lalu beranjak ke mobilnya lalu pergi.


"Nathan! Loh, mau kemana?! Nathan!." panggil Vino dengan keras.


"Hee..!! Dewi.! Ini semua gara-gara ello! Yah!


Awas aja kalo sampai Nathan kenapa-napa gue, ngga akan tinggal diam, gue akan nuntut loh," ucap, Vino pada Dewi lalu pergi mengejar Nathan mengguna kan sepeda motor milik Ivan,


"He.!!-He..!! Vin-Vino! Motor gue loh bawa kemana?!" panggil Ivan, namun tidak di hiraukan oleh Vino Ia hanya fokus mengerjar Nathan.


Ivan pun kembali ke taman menemui Dewi yang ada disana, Ia membelikan tissu dan air mineral untuk Dewi lalu ia berikan pada Dewi


"Ni!, gue, beliin tissu, ambil lap air mata loh," ucap, Ivan, sambil memberi kan tissu pada Dewi.


Dewi pun mengambil tissu yang di berikan oleh Ivan dan berkata


"Makasih," ucap, Dewi pada Ivan.


"Ya, sama-sama. Maafin teman-teman gue ya, terutama Nathan dia ngomong nya udah kelewatan banget, dan Vino juga Ngga seharus nya dia marahin loh kek tadi, gue, bener-bener minta maaf, ya" ucap, Ivan pada Dewi berusaha menenangkan Dewi sambil memegang botol air mineral di tangannya


"Loh, ngga perlu kok minta maaf buat mereka, gue ngga papa." jawab, Dewi dengan suara suara nya mulai serak mata nya sembab karena menangis..


"Ni, gue, juga beliin loh, minum loh, minum dulu biar hati loh bisa tenang," ucap, Ivan sambil memberikan air mineral pada Dewi.


Dewi pun mengambil lalu meminum nya


Dan berkata sekali

__ADS_1


"Makasih ya," ucap, Dewi pada Ivan.


"Ya, sama-sama, btw kenalin nama gue Ivan." Ivan dengan mengulurkan tangan mengajak Dewi bersaman


Mereka pun bersalaman


"Dewi," sahut, Dewi.


"Oh, ya, Dewi kita pulang yuk, keknya mau hujan deh, loh bisa sakit kalo main hujan-hujanan." ajak, Ivan pada Dewi


Dewi pun mengangukan kepalanya.


Dan berkata


"Ya," sahut, Dewi


"Udah, yuk kita jalan, kita naik angkot aja ya ngga papa kan, soalnya motor gue di bawa sama Vino." ucap, Ivan pada Dewi.


"Ngga papa." jawab, dewi pada Ivan Ia pun pulang diantar oleh Ivan Sampai kostsannya


Mereka pun sampai di kostsan dan Dewi langsung masuk membuatkan minum buat Ivan,


"Van! Loh tunggu disini dulu ya, gue, mau bikin minum buat loh." ucap, Dewi pada Ivan.


"Ya." jawab Ivan pada Dewi Dewi pun masuk dan Ivan duduk di kursi. Ia melihat Wilona baru datang dan jalan kaki sendiri.


"Si Ferdi, gimana sich? Katanya mau cari Wilona dan anterin Wilona pulang, ini kok Wilona. Malah pulang sendiri jalan kaki."


Wilona pun langsung menghampiri Ivan yang duduk di depan,


"Ivan.! Kok loh, bisa disini?" tanya, Wilona pada Ivan.


"Ya, gue anterin Dewi pulang." jawab Ivan pada.


"Dewi, loh kenal sama Dewi."tanya, Wilona. Pada Ivan


"Ya,gue baru kenal sama dia, btw bukannya tadi loh pulang nya bareng Ferdi,- Ferdi nya mana kok gue ngga liat loh dianterin dia." tanya, Ivan pura-pura tidak tau.


.


"Ferdi! Ngga tau gue, dia di turunin di tenga jalan!" jawab, Wilona dengan muka kecut


Dewi pun keluar membawa kan minum Ivan di gelas.


"Wilona! Loh baru pulang." tanya, Dewi pada Wilona


"Ya, gue, baru sampe.! Bukan baru pulang." jawab, Wilona pada Dewi dengan sinis


"Idih, Wilona! Loh sinis banget sich" tanya, Dewi pada Wilona.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2