Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Rumah Sakit


__ADS_3

"Aku ke luar dulu yah," pamit Rian yang khawatir pada Queen, ia ingin melihat dan memastikan bahwa Queen baik-baik saja.


"Mau kemana?" Angel menarik tangan Rian agar tidak pergi dari sana, ia juga memasang wajah memelas agar Rian tidak tega meninggalkan dirinya.


"Keluar dulu sebentar."


"Gak mau, aku mau kamu di sini aja nemenin aku. Kamu gak kasihan sama aku?"


"Ya udah iya," Rian merasa Queen pasti di jaga oleh Andra jadi ia akan menemani Angel sampai Angel tidur barulah setelah itu ia pergi untuk melihat Queen.


Di tempat lain Queen juga baru saja di pindahkan ke ruang rawat, Queen di anjurkan untuk menginap di rumah sakit takutnya perutnya kembali kram. Namun Queen menolaknya dan ingin pulang, ia malas berada di rumah sakit.


"Tinggalin Rian sekarang," tegas Andra yang tidak mau melihat Queen menderita lagi.


"Gak bisa, kalau segampang itu mungkin aku udah buang dia dari awal."


"Jangan hanya karena haus kamu minum racun, ngerti kan maksud aku?"


"Tapi-"


"Udah sekarang kamu istirahat aja dulu, jangan pikirkan hal itu. Atau kamu pindah aja ke apartemen sekalian nanti."


"Gak aku mau di rumah aja, aku akan bikin hatiku sakit sampai mati rasa."


"Gak akan kuat."


"Jangan remehkan aku."


___________


Malamnya Andra pulang dulu untuk mengambil baju di rumahnya, saat sedang tidur tiba-tiba Rian masuk ke ruangan Queen ia duduk di samping Queen lalu mencium kening Queen, "Ternyata aku masih mencintai Queen, sekali lagi maaf. Aku janji setelah bayi itu lahir aku akan meninggalkannya."


Queen terbangun karena Rian mengelus rambutnya, Queen menatap Rian dengan sinis, "Kenapa ada di sini? Jagain aja selingkuhan mu itu."


"Kamu apa-apaan sih?"

__ADS_1


"Kamu ngerti gak aku kayak gini karena kamu?"


"Aku minta maaf, aku akan lakukan apapun untuk kamu."


"Gak ada yang bisa kamu lakukan, keluar dari sini sekarang juga!" Queen menunjuk pintu keluar agar Rian pergi darinya.


"Tidak aku akan tetap di sini, aku gak mau ninggalin kamu."


Queen berbalik membelakangi Rian, ia tidak mau melihat wajah pria tersebut. Ia bingung mengapa ia masih begitu mencintai pria itu setelah apa yang telah di lakukannya, memang benar cinta bisa membuat kita bodoh dan terlena.


Di kamar lain Angel kebingungan mencari keberadaan Rian yang tidak ada di sana, "Keman asih dia?" Angel celingukan mencari Rian.


Ia turun dari kasurnya dan berkeliling mencari Rian sampai pada akhirnya ia menemukan Rian di ruangan lain yaitu ruangan Queen, Angel menatap mereka dari jendela kaca, "Rian tidak pernah benar-benar menatapku dengan tatapan seperti itu," gumamnya.


"Apa aku setidak berartinya untuk dia? Apa dia hanya mengkhawatirkan anak yang ada di dalam kandunganku saja?" tambahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Berada di posisi Angel juga bukanlah hal yang menyenangkan, Angel duduk di kursi tunggu di samping pintu masuk. Tiba-tiba Andra datang dan ia melihat Angel tengah duduk di luar, "Rian di dalem?" tanya Andra.


Angel tersadar dari lamunannya, Andra duduk di sebelah Angel, "Sakit yah gak bisa apa-apa?" tanya Andra.


"Lagian harusnya anda tau kalau anda di jadikan selingkuhan maka anda hanyalah teman di waktu senggangnya."


"Hahahaha terdengar bodoh namun mencintai seseorang itu bukanlah hal yang di sangka-sangka, harusnya anda juga tau itu."


"Mencintai seseorang memang bukan pilihan, tapi merebutnya dari orang lain itu adalah pilihan. Anda bisa saja menolaknya bukan?"


Angel kembali tertawa, "Terdengar gampang anda bicara seperti itu, tapi anda tidak tau bagaimana manisnya Rian saat mendekati saya. Sampai seorang wanita ini bisa sangat mencintainya, sekarang salahkah saya memintanya kembali?"


"Jika jadi yang kedua, semanis apapun Rian padamu tidak akan pernah menjadikan kamu berada di posisi utama. Sekarang adalah bukti yang nyata kalau Rian tetap kembali pada seseorang yang jadi nomor satu."


"Ah sudahlah bicara dengan anda hanya membuat kepala saya semakin pusing," Angel memilih untuk pergi dari sana mendengar omongan Andra hanya membuatnya semakin menderita saja.


_____________


Paginya Rian keluar dari ruangan Queen untuk menghampiri Angel, di luar ternyata Andra masih menunggunya. Mereka bertatapan dengan saling memberikan sorotan tajamnya, setelah Rian keluar barulah Andra masuk ia membawa beberapa roti juga untuk Queen.

__ADS_1


"Baru ke sini?" tanya Queen.


"Iya, sorry yah semalam gak datang lagi," bohong Andra ia tidak mau Queen merasa tidak enak saat tau dirinya semalaman menunggu Queen di luar saja.


"Bawa apaan itu?"


"Nih roti buat kamu, ada makanan lainnya juga."


"Makasih, kata dokter hari ini aku boleh pulang."


"Ya udah nanti beres-beres."


"Gak ke kantor?"


"Ntar kalau kamu udah aku antarkan ke rumah aku ke kantor."


"Aku bisa-"


Ucapan Queen di potong oleh Andra, "Udah aku gak menerima penolakan, kalau kamu kenapa-napa di jalan gimana? Aku nanti tambah repot ngurusin kerjaan kamu."


Queen tersenyum kecil, "Iya juga sih, ya udah deh iya."


Beberapa saat kemudian, sekarang mereka sudah dalam perjalanan pulang. Queen tidak sama sekali minta izin atau bahkan pamitan pada Rian, Rian juga tidak menghampirinya lagi.


Sesampainya di rumah ia langsung di sambut Mba Mimah dan di bawanya masuk ke kamar, "Bu mau saya ambilkan sesuatu?"


"Gak usah Mba," balas Queen tersenyum ramah.


"Karena udah sampai tujuan, jadi aku pamit dulu yah banyak kerjaan soalnya di kantor."


"Iya, makasih yah udah mau nemenin aku selama di rumah sakit. Ntar aku kasih bonus deh pas gajian."


"Apaan sih santai aja, kitakan temen lama. Ya udah pergi dulu."


Sementara itu di rumah sakit Rian kebingungan karena Queen ternyata sudah tidak ada di sana, ia menanyakan kemana Queen pergi pada suster di sana. Susternya bilang kalau Queen sudah pulang tadi siang, Rian keheranan mengapa Queen tidak bilang padanya kalau dia sudah pulang.

__ADS_1


Rian juga akan pulang dengan Angel hari ini, kondisi Angel pun sudah membaik dan dokter mempersilahkannya jika ingin pulang. Mereka dalam perjalanan pulang, selama di perjalanan Rian benar-benar tidak mau bicara pada Angel.


__ADS_2