
Malamnya Mila mengajak Andra untuk ke pasar malam di bandung, kata orang pasar malam di bandung itu cukup meriah dan banyak sekali pengunjung yang datang ke sana.
"Ayolah udah nanggung ini, udah di bandung temenin lah," Mila memohon-mohon di hadapan Rian yang malah asik membaca buku.
"Enggak, sendiri aja sana."
"Jahat banget sih, masa pergi sendirian lu gak takut gue di culik apa?"
"Penculik gak bakalan mau nyulik lu."
"Sialan, nyebelin banget sih loh. Ya udah gue pergi sendiri aja, awas aja kalau nanti lu nyasar nyariin gue," karena kesal akhirnya Mila berangkat sendiri ke pasar malam karena ia memang sudah ingin sekali pergi ke sana.
Ia naik taksi untuk ke pasar malam itu, di sana ternyata beneran ramai. Banyak orang yang membawa pasangan atau bahkan keluarga ke tempat ini, "Walaupun sendiri gak papah gue bisa menikmati malam ini dengan bahagia kok," gumamnya walaupun masih kesal pada Andra yang tidak mau mengantarnya.
Ia pertama-tama pergi ke tempat permen kapas, ia membeli permen kapas berbentuk kepala babi, "Mirip nih sama Andra," gumamnya sambil senyum-senyum.
Setelah itu ia mencoba menembak untuk mendapatkan boneka, setelah percobaan kesekian kalinya akhirnya ia berhasil memenangkan boneka yang ia inginkan. Lalu ia mulai berjalan ke arah game lainnya, setelah berkeliling cukup lama ia berhasil mendapatkan 4 boneka. 1 boneka yang cukup besar dan tiga boneka yang agak kecil, ia duduk di kursi untuk mengistirahatkan tubuhnya, ia kelelahan berjalan ke sana kemari sejak tadi.
Sementara itu di jakarta Queen dan Rian tengah makan malam bersama di restoran, untuk membuat hubungan mereka semakin membaik lagi.
"Padahal makan di rumah aja," ujar Queen.
"Gak papah kali-kali kita makan di sini, mengenang dulu waktu pacaran."
"Bisa aja kamu."
Saat sedang asik ngobrol tiba-tiba Queen mendapatkan telpon dari Mila, "Aku angkat telpon dulu yah," izinnya pada Rian.
Rian mengangguk.
"Ada apa lu nelpon?" tanya Queen.
Hembusan nafas Mila terdengar seperti orang panik dan ketakutan, "Queen gue gak tau harus minta tolong sama siapa, tapi gue di kejar-kejar orang sekarang. Gue takut banget Queen tolong siapapun tolong gue, sekarang gue lagi ngumpet tapi mereka masih nyari gue," ucap Mila dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Bentar, Andra emangnya kemana?" Queen ikutan panik, Queen melihat ke arah Rian.
Rian yang tau ada hal yang tidak beres langsung menghampiri Queen. Queen membesarkan volume ponselnya agar Rian juga mendengar apa yang di bicarakan Mila.
"Andra di hotel, gue udah coba telpon dia tapi gak di angkat sama sekali. Gue gak tau harus gimana sekarang, tolongin gue. Gue takut banget Queen," tambah Mila dengan pelan, ia tidak mau orang-orang yang mengejarnya mendengar suaranya karena mereka benar-benar ada di sekitarnya.
"Ada berapa orang?" tanya Rian.
"Tiga orang, tolong gue harus gimana sekarang?" Mila semakin panik.
"Gue coba telponin Andra sekarang, lo tenang dulu. Coba lu sherlock juga tempat lu," ujar Queen.
"Oke."
Rian mencoba menghubungi Andra, sepertinya Andra ketiduran di hotel karena telpon dari Rian juga tidak kunjung di angkat.
"Apa kita mau ke Bandung sekarang?" tanya Rian khawatir pada Mila.
"Ayok," mereka bergegas ke Bandung, selama perjalanan ia juga terus menghubungi Andra.
Andra langsung menelpon Queen, "Halo ada apa yah telponin gue?" tanya Andra sambil nguap, pria itu tampaknya masih mengantuk.
"Lu gila yah biarin Mila pergi sendirian?" bentak Queen.
"Maksudnya."
"Gue udah sherlock tempatnya, cepet pergi ke sana karena Mila tadi di kejar-kejar tiga cowok. Kayaknya ada yang mau berbuat buruk sama dia, gue lagi dalam perjalanan ke Bandung. Cepetan ke sana karena gue udah gak bisa telpon Mila lagi ponselnya mati," bentak Queen.
"Sialan," Tanpa cuci muka Andra segera pergi ke tempat yang telah Queen sherlock.
Di perjalanan Andra merasa sangat bersalah karena telah membiarkan Mila pergi sendirian, "Kenapa sih lu bodoh banget," gumamnya selama perjalanan, ia menyalahkan dirinya sendiri jika sampai ada hal buruk menimpa Mila nanti.
Setelah sampai ke tempat yang telah di berikan oleh Queen, ia langsung turun dari mobil dan mencari keberadaan Mila.
__ADS_1
"Plis Tuhan jangan buat Mila kenapa-napa," gumamnya dalam hati.
"Mila-Mila lu dimana sih?" teriak Andra.
Saat sedang berjalan mencari Mila ia menemukan ketiga Pria yang hendak menarik Mila masuk ke dalam mobil, Andra datang dan langsung menendang salah satu dari mereka sampai tersungkur ke tanah.
"Lepasin," Andra menendang kedua tangan pria yang menarik Mila juga.
"Jangan sentuh dia, kalau kalian gak mau mati sekarang," bentak Andra sangat marah.
"Sialan ada yang mau jadi pahlawan rupanya," ujar salah satu dari mereka.
"Kemana aja lu baru muncul, oh iya lupa pahlawan kan memang suka datang terakhir yah," ledek yang lainnya sambil tertawa puas.
"Sialan kalian semua."
Mereka pun berantem, Andra melawan mereka bertiga untungnya Andra dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Ketiga orang itu langsung pergi menaiki mobilnya, sementara Mila sedang menangis sambil memeluk lututnya karena ketakutan.
Andra yang merasa tidak enak kini bingung harus bicara bagaimana pada Mila, ia tidak tau kalau kejadiannya akan seperti ini.
"Aku-aku minta maaf," ujar Andra sedikit terbata-bata.
Mila terus saja menangis tanpa mengangkat kepalanya, "Gue pikir lu beneran gak bakalan datang, gue takut tadi."
Andra langsung memeluk Mila ia tau jika seseorang sedang tidak tenang maka pelukan bisa membuat orang itu sedikit lebih tenang, "Gue minta maaf, gue gak tau kalau misalkan kejadiannya bakalan kayak gini."
Mila menangis semakin kencang, badannya bahkan masih bergetar. Andra yang menyentuh tubuh Mila merasa Mila kedinginan langsung membuka jaketnya lalu ia kenakan pada Mila, "Sekali lagi gue minta maaf."
Tiba-tiba Queen dan Rian datang, Queen sangat lega melihat Mila baik-baik saja. Ia duduk di kursi sambil menghela nafasnya, Mila tidak hanya karyawannya melainkan sahabat baiknya juga itulah mengapa ia sampai rela jauh-jauh dari jakarta ke bandung untuk memastikan keadaan Mila.
"Kalian ke sini?" tanya Andra.
"Iya lah bego, kita panik lu gak angkat telpon kita mulu. Sialan emang lu kalau tidur kayak kebo," bentak Queen kesal campur aduk.
__ADS_1
"Lu tapi gak papah kan?" Queen menatap Mila.
"Gue gak papah, makasih yah kalian mau nolongin."