
Karena sudah malam akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di hotel saja dan kembali ke jakarta besok pagi, Mila masih ketakutan ia duduk di sofa kamar hotelnya dengan menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Nih minum dulu biar makin tenang," Queen memberikan gelas berisi air hangat untuk Mila.
"Makasih," balas Mila mengambil gelas itu.
Queen duduk di sebelah Mila lalu mengelus lengan Mila, "Sekarang lu udah aman jangan takut lagi."
Mila menatap Queen, "Makasih yah, kalian bahkan udah bela-belain datang ke sini karena gue. Padahal dari jakarta ke sini jauh banget," Mila berkaca-kaca terharu dengan Queen juga Rian.
Queen menghela nafasnya, "Gue lebih gak mau lu kenapa-napa, lu bukan cuman rekan kerja gue tapi sahabat bahkan gue udah anggap lu sebagai keluarga jadi ini hal wajar."
Mila memeluk Queen lalu menangis, "Sekali lagi makasih, besok-besok gue gak bakalan pergi sendiri lagi."
"Kalau boleh tau, emangnya mereka mau ngapain culik lu?" tanya Rian yang berdiri di samping Queen.
Mila melepas pelukannya, ia kini mulai melamun, "Gue gak tau pasti sih mereka culik gue karena apa, tapi gue sempet denger ada salah satu dari mereka yang telponan sama orang yang kayaknya bos nya deh. Jadi mereka mungkin di suruh lagi sama orang lain," jelasnya.
Queen menatap Rian, "Kita harus cari tau orangnya, Jangan-jangan ini semuanya menyangkut pekerjaan."
"Kamu bener, buat jaga-jaga. Kalau emang beneran nyangkut perusahaan mereka gak akan sekali lakuin ini, atau bahkan nanti malah sama kamu ujungnya," Rian mengelus kepala Queen.
"Kalian berdua mending istirahat aja, kasian Queen lagi hamil takut kenapa-napa," ujar Andra yang baru masuk ke kamar hotel Mila.
"Kita gak papah nih di kamar lu? Soalnya tadi katanya udah gak bisa-" ucapan Queen di potong oleh Andra.
"Gak papah pakai aja, lagian gue mau di sini," Andra duduk di sofa sembari menyilangkan kakinya.
"Oke," Queen langsung menarik Rian keluar dari kamar tersebut, saat masuk ke kamar milik Andra, Queen malah senyum-senyum sendiri.
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Rian menatap Queen juga sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kayaknya Mila sama Andra bakalan pacaran deh, liatin aja nanti," Queen berjalan ke arah kasur lalu berbaring di atasnya.
Rian ikut berbaring di samping Queen, Queen membalikkan tubuhnya ke arah Rian, "Mila udah suka lama sama Andra, jadi ini bakalan jadi kesempatan yang bagus buat dia deket sama Andra."
"Tau dari mana Mila suka sama Andra?"
"Keliatan kali, yah walaupun Mila gak pernah ngomong langsung tapi keliatan banget tau kalau dia suka sama Andra."
"Bisa di bedain yah kalau orang yang suka tuh gimana?"
"Gampang banget tau, tapi aku gak tau Andra suka siapa, soalnya dari dulu gak pernah ada yang deket sama dia," Queen sedikit berpikir dan menatap ke atas.
"Iya entar takutnya Andra nya suka orang lain gimana?"
"Biarin aja, pokoknya Andra harus sama Mila. Sebenernya aku juga sengaja kirim mereka berdua ke Bandung supaya makin deket," Queen cengengesan.
Rian lagi-lagi mengelus kepala Queen, "Sekarang kamu tidur, udah malam nanti kecapean besok kan kita harus cepet-cepet pulang juga."
Rian membalas pelukannya sambil menepuk-nepuk perlahan kepala Queen agar Queen tidur dengan nyenyak, sudah sejak lama Queen suka sekali dengan hal ini. Sementara itu di kamar sebelah Mila hendak tidur untuk mengistirahatkan hatinya yang masih saja belum tenang.
Andra berjalan dan duduk di sebelah Mila yang sudah membaringkan tubuhnya.
"Sialan, jantung gue berdetak kenceng banget. Kalau kedengeran kan gawat," gumam Mila dalam hatinya sambil meremas baju bagian dadanya.
"Gue minta maaf yah sekali lagi, kalau aja tadi gue mau temenin lu pasti gak bakalan kayak gini ujungnya."
Mila kembali duduk karena ia sudah merasa hatinya hampir meledak, "Gak papah kok, aku juga salah tadi tetep aja maksa pergi sendirian. Kalau aku gak pergi mungkin gak bakalan buat lu sama yang lain khawatir juga."
"Gimana kalau besok kita ke pasar malam lagi, sebagai rasa bersalah gue. Gue mau temenin lu ke sana sekali lagi."
Sangking bahagianya Mila malah melamun, kupu-kupu di perutnya terasa berterbangan ke sana ke mari. Detak jantungnya berdetak semakin kencang bahkan wajahnya sudah memerah seperti di rebus, "Mila, Hey. Lu denger omongan gue gak?" tanya Andra sekali lagi.
__ADS_1
"Hah apa? Oh maksudnya iya boleh besok kita ke sana lagi," Mila cengengesan.
"Gitu dong jawab, ya udah tidur sana udah malam."
"Iya," Mila kembali membaringkan tubuhnya, ia kemudian menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Andra berjalan ke arah sofa, ia akan tidur di sana saja, "Lu gak engap tidur gitu?" tanya Andra yang melihat Mila menutup wajahnya dengan selimut.
"Enggak," teriak Mila yang sedang menutupi saltingnya.
"Sialan gue bahagia banget, gue pengen teriak tapi gak bisa tolong gue harus gimana?" gumam Mila dalam hatinya.
Sejujurnya saat ini ia ingin sekali teriak sambil ngereog karena bahagia, tetapi tidak mungkin ia melakukan itu di hadapan Andra. Bisa tidak jadi berangkatnya besok, Andra memejamkan matanya dan mulai tertidur lagi.
Beberapa saat kemudian, Mila yang tidak bisa tidur membuka selimut yang menutupi wajahnya ia langsung melihat ke arah Andra. Pria itu sudah tidur tampaknya, Mila yang kasihan pada Andra yang tidak pakai selimut langsung membawa selimut miliknya dan ia selimut kan pada Andra.
Mila terdiam sejenak di hadapan Andra, ia menatap wajah pria itu dengan sangat dalam, "Andai kau tau aku begitu mencintaimu," gumamnya sambil tersenyum.
"Andai aku bisa berkata yang sejujurnya padamu, aku hanya belum siap mendapatkan penolakan darimu saja. Nanti yah setelah aku siap aku pasti akan jujur padamu tentang perasaan ku karena setidaknya dengan begitu itu akan membuatku menjadi tenang," lanjutnya sebelum akhirnya ia kembali ke kasur untuk tidur.
_________
Paginya Queen dan Rian pamitan pulang ia harus segera ke kantor ada beberapa hal yang harus ia uruskan apalagi mengenai pesta pertemuan nanti malam, "Semua udah bereskan untuk nanti malam?" tanya Queen pada Jian lewat telpon.
"Sudah Bu, kami juga baru saja selesai memeriksa tempatnya dan itu semua sesuai dengan yang ibu inginkan."
"Bagus kalau begitu, jangan sampai ada yang terlewat. Saya tidak mau ada kekacauan nanti malam, banyak tamu dari luar negeri yang datang juga soalnya."
"Baik bu, setelah selesai saya pasti cek lagi untuk memastikan semuanya."
"Baik, selesai dari kantor saya akan pergi ke sana untuk melihatnya sendiri."
__ADS_1