Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Cinta Seorang Pria


__ADS_3

"Oke untuk merayakan keberhasilan kita semua kita minum," Andra mengangkat gelasnya di ikuti oleh yang lain, baru setelah itu mereka mulai minum wine nya.


"Besok bukannya ada rapat yah?" tanya Andra menatap Queen.


"Iya, gak papah besok gue di temenin Rian," Queen menepuk pundak Rian.


"Wawancara pengangkatan manajer keuangan mau lu yang wawancara?" tanya Mila dengan mulut penuh makanan.


"Enggak, nanti gue terima beres aja."


"Bakal kangen dong kalau semisal kan lu berhenti dari kantor, mana nanti gue harus jadi asisten dia lagi," Andra menatap Rian sekilas dengan sinis.


"Sialan emangnya kenapa sama gue?" tanya Rian.


"Enggak, males aja."


"Tenang aja, gue gak berhenti sekarang kok. Kemungkinan kalau nanti gue udah mau lahiran baru berhenti," Queen mengelus perutnya.


Rian ikut mengelus lalu mencium kening Queen, Mila yang melihat itu berdecak sebal, "Bisa gak sih gak usah romantis depan gue, udah tau jomblo gue ini."


"Iya maaf."


Mereka terus mengobrol sambil makan-makanan, selesai makan-makan mereka bersantai sambil menatap langit. Hari juga sudah semakin malam, Queen menyenderkan kepalanya ke dada Rian, "Langitnya indah yah?" gumam Queen sambil tersenyum.


"Iya indah, namun tetap kamu yang paling indah," balas Rian.


Andra dan Mila yang mendengar itu dengan bersamaan memasang wajah sinis, "Dih sebel banget gue," timpa Mila.


"Apa sih iri mulu," tanya Rian.


"Enggak enek aja dengernya, apalagi setelah kemarin pada kenyataannya lu selingkuh," tambah Mila.

__ADS_1


"Gue udah minta maaf kali."


"Tetep aja kesannya beda dari lu yang dulu gitu."


"Eh pulang yuk, udah malam besok kan kita harus ke bandung," Andra bangun sembari merapihkan bajunya mengajak Mila pulang.


"Yuk."


"Hati-hati yah di jalannya," Queen melambaikan tangan pada mereka.


"Kalian gak lupa jalan keluarnya kan?" tambah Queen.


"Enggak, masa ia lupa."


Setelah Andra dan Mila pulang, Queen bersama Rian masih berada di taman belakang menikmati udara segar dan malam yang sangat indah ini. Hembusan angin malam tidak dapat mengalahkan hangatnya aura tubuh mereka yang saling bersentuhan.


"Ke dalam yuk, dingin," ajak Rian menatap Queen.


Rian mengelus rambut Queen dan memberikan tatapan hangatnya juga, "Aku sangat berterimakasih karena kamu mau memaafkan aku walaupun aku tau kepercayaan kamu padaku kini tidak bisa seperti awal, tapi aku janji aku tidak akan melakukannya lagi."


"Rian, aku akan lebih berlapang dada dan ikhlas kalau kamu bosan sama aku, kamu bilang aja. Aku tau itu juga akan menyakitiku tapi setidaknya aku tidak merasa di khianati olehmu. Perjalanan kita untuk sampai di sini bukanlah hal yang mudah loh, jadi selalu ingat itu."


Rian menarik Queen dalam pelukannya, "Kita hadapi semuanya bersama mulai saat ini, aku tidak akan menyembunyikan apapun lagi darimu."


Queen melepaskan pelukannya dan menatap Rian kembali, "Rian kalau kamu jatuh cinta pada dua orang pilihlah orang kedua, karena kalau kamu cinta yang pertama kamu tidak akan mencintai orang lain. Sekarang aku tanya kamu sekali lagi, apa kamu mencintai Angel? Aku Ikhlas kalau kamu mencintai dia, aku tidak mau jadi penghalang kebahagiaan mu."


"Tidak," Rian menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan menggenggam Queen, "Tidak Queen aku tidak pernah mencintai orang lain selain kamu, aku benar-benar hanya mencari pelampiasan saja kemarin. Sekarang aku sadar itu salah maka maafkan aku untuk itu."


"Coba tanyakan pada hati kamu sekali lagi sebelum menyesal, aku benar-benar tidak papah jika kamu memang mencintai wanita itu. Aku akan lebih bahagia ketika kamu juga bahagia."


"Tidak Queen aku mencintai kamu, setiap detik setiap menit saat aku mencoba memejamkan mataku yang muncul itu wajahmu. Menurut orang ketika kita memejamkan mata kita lalu terlintas seseorang di dalamnya maka orang itu adalah orang yang kita cintai, aku mencintaimu dan akan tetap seperti itu Queen," Rian menarik kembali Queen ke pelukannya, sekarang ia begitu takut kehilangan wanita itu.

__ADS_1


"Aku lega kalau memang kau masih mencintaiku," Queen tersenyum sambil menghela nafasnya, rasanya ia mulai tidak ragu lagi pada Rian.


"Kamu tau, seseorang hanya satu kali dalam hidupnya dapat jatuh cinta dengan sedalam-dalamnya. Dan cintaku yang seperti itu jatuh padamu, aku tidak mampu jika hidup tanpamu."


Sementara itu tempat lain Mila malah ketiduran di mobil, Andra yang telah sampai di rumah Mila langsung membangunkan Mila. Mila tiba-tiba bicara ngelantur saat Andra hendak menepuknya, "Dia tidak pernah melihatku lebih dari teman dan itu menyakitkan," sepertinya Mila bicara sambil tidur sekarang.


Andra yang hendak membangunkan Mila malah terdiam, ia ingin membiarkan Mila bicara terlebih dahulu.


"Andai saja aku di beri keberanian untuk bicara yang sejujurnya padanya, akan ku katakan kalau aku begitu mencintainya," ini juga mungkin pengaruh Alkohol yang tadi di minumnya.


"Sayangnya aku tidak dapat melakukan itu."


Andra memukul klakson mobil membuat Mila langsung terbangun dari tidurnya, dengan wajah kaget Mila menatap Andra, "Lu jahat banget gila, gimana kalau gue kena serangan jantung barusan," bentak Mila memegang dadanya.


"Gak punya riwayat jantungan kan?" Balas Andra tanpa menatap ke arah Mila.


"Sialan, au ah," Mila segera turun dari mobil Andra dan menutup pintu mobil dengan kasar.


"Mobil gue," teriak Andra.


"Bodo amat, lu aja gak peduli sama gue," Mila segera masuk ke rumahnya tanpa bilang apapun lagi.


"Woy makasih-makasih kek," teriak Andra.


"Gak sudi," Mila menutup pintu rumahnya, setelah itu ia berjalan ke kamar sambil ngedumel sendiri karena kesal pada Andra yang tega-teganya seperti itu.


Andra juga segera pulang ke apartemen, ia harus menyiapkan beberapa barang untuk besok. Di tengah-tengah merapihkan baju ia malah menemukan foto Queen dengan dirinya yang ia simpan di laci, ia menatap foto itu lalu duduk di kasur.


"Bahkan sampai saat ini aku tidak mampu bicara yang sejujurnya tentang perasaan ini, aku akan tetap menyimpan mu di ruang lain hatiku," gumamnya, ternyata Andra diam-diam memang menyukai Queen sejak dulu.


Namun ia tidak pernah berani mengatakan isi hatinya karena ia tau bahwa yang Queen cintai bukanlah dirinya. Melainkan Rian, maka saat Rian menyakiti Queen ia sebenarnya ingin marah dan mengambil Queen dari Rian.

__ADS_1


Tetapi Queen ternyata masih ingin bersama Rian, akhirnya ia kembali mengalah. Menurutnya melihat Queen bahagia saja sudah sangat cukup.


__ADS_2