
Bruk pintu di dobrak paksa, saat Angel mengalihkan pandangannya ke arah pintu tiba-tiba ada seseorang yang masuk lewat jendela lalu menendang Angel sampai terpental.
Orang yang masuk lewat jendela tak lain adalah polisi, di pintu masuk juga sudah ada polisi yang menghadang mereka. Queen, Mila dan Arkan pun ada di sana untuk segera menyelamatkan Rian.
Pria yang memakai topeng itu menodongkan pistolnya ke arah mereka semua ia juga berusaha menyembunyikan Angel, Queen langsung berlari menghampiri Rian dan membuka semua ikatan Rian.
Queen juga memeluk Rian dengan erat sambil menangis, sungguh ia sangat tidak ingin kehilangan Rian. Angel yang merasa kesal merebut pistol yang di genggam pria itu lalu menembakkannya ke arah Queen.
Rian yang sadar akan hal itu langsung memutarkan tubuhnya hingga kini dirinyalah yang tertembak, setelah itu polisi segera mengamankan mereka berdua. Pistol yang di genggam Angel di lemparkan ke sembarang arah.
"Rian," teriak Mila dan Arkan bersamaan mereka kaget melihat hal itu.
"Sayang enggak, aku mohon jangan kayak gitu," Queen menangis sambil menggelengkan kepalanya.
Rian yang sudah mulai lemah memegang pipi Queen, "Apapun akan aku lakukan untuk kamu," Rian tersenyum bahagia karena ia bisa menyelamatkan istrinya.
__ADS_1
"Enggak aku gak mau kamu pergi, ku mohon bertahanlah," Queen menatap Rian dengan penuh kasih sayang, air matanya benar-benar tidak bisa ia bendung lagi.
"Berjanjilah untuk bertahan sebentar saja," tambah Queen.
Andra segera menghubungi ambulans untuk membawa Rian ke rumah sakit terdekat, sementara para polisi langsung membawa Angel dan yang lainnya ke kantor polisi.
__________
Beberapa saat kemudian Queen telah sampai di rumah sakit, mereka sedang menunggu dokter yang mengurus Rian sekarang. Queen masih saja menangis, Mila berusaha menenangkan Queen.
"Aku udah coba tapi gak bisa, aku kepikiran Rian terus. Aku gak mau Rian kenapa-napa aku gak mau di tinggal dia," Queen terus saja menangis.
Mila memeluknya, kata orang pelukan bisa sedikit mengurangi kepanikan dan rasa cemas seseorang. "Aku tau kamu setakut apa sekarang, tapi percayalah Rian pasti berjuang agar kalian bisa hidup bersama lagi."
Queen hanya menangis di pelukan Mila, Andra yang melihatnya sangat tidak tega dengan Queen. Tak lama setelah itu dokter pun keluar lalu menjelaskan bahwa kondisi Rian saat ini sudah membaik, untung saja Rian di bawa dengan cepat oleh mereka ke rumah sakit.
__ADS_1
Queen masuk ke ruangan UGD untuk melihat Rian, setelah kondisinya benar-benar stabil Rian akan di pindahkan ke ruang rawat. Tapi untuk sementara ini ia akan di UGD terlebih dahulu.
Queen menggenggam tangan Rian, ia tidak kuasa menahan tangisnya saat wajah pucat Rian ia lihat.
"Sayang makasih udah mau bertahan, aku benar-benar tidak tau bagaimana hidupku tanpamu nanti. Jadi ku mohon sadarlah aku sudah merindukan mu."
Di luar Mila terlihat sangat kelelahan ia juga baru saja pulang dari bandung itu pasti sangat melelahkan, Andra menarik kepala Mila ke pundaknya.
"Kalau ngantuk tidur aja."
"Lu juga harus tidur," Mila menatap Andra, ia tau betul kalau Andra juga kelelahan sekarang.
"Gue akan tidur setelah lu tidur."
Mila tersenyum, karena ia memang sudah mengantuk akhirnya ia benar-benar memejamkan matanya di pundak Andra. Ia senang karena ternyata Andra juga masih peduli dengannya.
__ADS_1