
Di rumah sakit Queen telah di periksa kata dokter Queen tidak boleh terlalu banyak pikiran karena itu berpengaruh besar pada kondisi kandungannya, kini mereka sudah dalam perjalanan ke rumah Queen untuk mengistirahatkan Queen.
Sesampainya di rumah Queen duduk di sofa ruang keluarga dengan Andra dan Mila, "Jangan terlalu di pikirin kasian bayinya, dia gak tau apa-apa," Ujar Mila.
"Iya gue bakalan lebih bebasin pikiran gue sekarang," Queen mengangguk pelan.
"Kalian kalau mau pulang, pulang aja gue gak papah kok sendirian. Ada Mba Mimah juga di rumah," lanjutnya.
"Gue sih di kantor gak terlalu sibuk, jadi gue mau temenin lu dulu di sini, lu gimana?" Mila menatap Andra.
"Gue juga di sini dulu deh," Andra juga belum mau pulang ia tidak mau Queen kenapa-napa.
"Ya udah, gimana kalau kita makan aja. Gue minta Mba buat masakin makanan," tawar Queen.
"Boleh tuh," jawab keduanya berbarengan sembari tersenyum.
__________
Sore nya Andra dan Mila pulang karena sebentar lagi Rian juga akan pulang, Queen berjalan menuju kamarnya kepalanya sedikit pusing ia ingin tiduran sebentar.
Tak lama setelah itu Rian pulang ke rumah, setelah perubahan sikap Queen ia jadi jarang main ke apartemen Angel. Hari ini ia di buat bingung karena Angel ternyata hamil, ia berjalan masuk ke kamarnya untuk mencari Queen karena kata Mba Mimah Queen sudah pulang.
"Sayang kamu kenapa?" Rian menghampiri Queen yang sedang tiduran.
"Gak papah, aku cuman kecapean aja agak pusing dikit."
"Kita ke rumah sakit yuk."
"Enggak, aku cuman kecapean aja besok juga sembuh lagi gak perlu ke rumah sakit."
"Ya udah kalau itu mau kamu, istirahat yah sayang," Rian mencium kening Queen.
__________
Hari berlalu begitu cepat, di hari ini di kantor Angel dan Rian tengah berdebat mengenai bagaimana hubungan mereka ke depannya.
__ADS_1
"Aku belum bisa memutuskan jadi tunggu aja sampai aku siap," tegas Rian.
"Oke aku bakalan tungguin kamu."
"Kita makan di luar sekarang," Rian keluar dari ruangannya, Angel mengejarnya lalu menggandeng tangan Rian tidak peduli orang lain melihatnya.
Mereka masuk lift untuk turun ke lantai paling bawah, di dalam lift Angel terus memandangi Rian dengan penuh rasa cinta. Saat lift itu terbuka alangkah kagetnya mereka berdua, karena ada Queen dan Andra yang berdiri di hadapan mereka.
Rian segera melepaskan genggaman tangan Angel, mereka berdua keluar dari lift dengan perasaan yang panik. Sementara Queen hanya menatap Rian dengan tatapan datarnya ia sudah tidak kaget dengan hal semacam itu.
"Ngapain kamu ke sini? Kok gak bilang aku dulu?" tanya Rian memegang tangan Queen.
Queen melepaskan tangan Rian, "Aku kalau mau ke kantor suami aku buat nganterin makanan harus bilang dulu yah? Sejak kapan kamu bikin peraturan kayak gitu?" tanya Queen sambil menaikkan satu alisnya..
Para karyawan yang melihat kejadian itu langsung menontonnya, "Wah seru nih, bakalan ada perang Dunia kayaknya," ujar salah satu karyawan yang mengintip keributan tersebut.
"Aku bisa jelasin semuanya sama kamu," tambah Rian.
"Jelasin apa? Santai aja kali. Aku ke sini cuman mau ngasih makan siang buat kamu, tenang aja aku gak kasih racun kok di makanannya," Queen menyodorkan kotak makannya ke hadapan Rian.
Queen menatap ke arah Angel yang sedari tadi hanya diam, "Oh kalian mau makan keluar, ya udah aku buang aja makanannya," Queen berjalan ke arah tong sampah untuk membuang makanannya.
"Kenapa? Kalau mau makan di luar silahkan, aku pulang lagi. Silahkan menikmatinya," Queen lalu berjalan menjauh dari mereka di ikuti oleh Andra di belakangnya.
Kini Rian tidak tau harus bagaimana, Angel langsung menghadap ke hadapan Rian, "Liat! Dia udah gak peduli sama kamu. Jadi kamu tinggalin aja dia," Angel menunjuk Queen yang telah pergi.
"Diem dulu aku pusing," Rian kembali ke ruangannya menaiki lift bersama Angel.
Sementara itu di mobil Queen sedang menangis, rasanya menerima kenyataan bahwa Rian berselingkuh darinya adalah hal yang menyakitkan. Tidak ada yang baik-baik saja ketika orang yang kita cintai malah memilih bersama orang lain.
Andra menepuk pundak Queen untuk menenangkan nya, "Pasti berat banget."
"Gak usah di bilangin, gue gak habis pikir kenapa Rian selingkuh dari gue. Kalau misalkan dia emang udah bosen dan gak mau hidup sama gue, tinggal bilang aja gue bakalan lebih Terima itu daripada dia harus selingkuh."
"Lu tanya aja apa alasan ia selingkuh."
__ADS_1
"Apapun alasannya selingkuh itu salah, tega banget sih perempuan itu. Udah tau Rian punya istri masih aja mau sama dia."
"Sama-sama gatel kali."
"Kayaknya sih gitu."
"Jadi kita mau kemana sekarang?"
"Kita ke kantor aja."
___________
Malamnya Queen telah di rumah menunggu kedatangan Rian. Rian pun pulang ia segera menghampiri Queen yang tengah duduk sembari tumpang kaki di ruang tamu, "Sayang aku-" ucapannya di potong oleh Queen.
"Siap-siap, aku harus nemuin orang malam ini. Kamu ikut yah," timpa Queen menaikkan kedua alisnya.
"Kemana?"
"Ke restoran, ada seseorang yang ingin ketemu sama aku. Kebetulan sama papah aku juga, kayaknya temen papah deh mau makan malem bersama."
"Oke aku siap-siap dulu."
"Iya aku tunggu."
Rian segera bergegas, sementara Queen hanya memiringkan senyumannya. Di tempat lain Angel dan kedua orang tuanya tengah berada di sebuah restoran mewah bergaya Eropa, "Ma kita mau ketemu siapa sih? Harus banget yah aku ikut?" tanya Angel yang mulai bosan berada di sana.
"Sama temen mama dulu, udah deh jangan banyak protes. Pokoknya kamu jangan ke mana-mana awas aja kalau sampai kabur."
"Tapi mereka lama banget."
"Ya udah sabar nanti juga datang."
Kembali ke Queen, mereka sudah siap menjemput orang tua Queen di rumahnya.
"Udah siap?" tanya Queen pada Rian yang baru keluar kamar.
__ADS_1
"Udah yuk pergi," Rian langsung meraih tangan Queen untuk ia lingkar kan di lengannya.
Queen tampil cantik dengan gaun panjang tanpa lengan, Queen mengurai rambutnya begitu saja dengan riasan yang tidak terlalu tebal namun tetap terlihat cantik di wajahnya.