Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Bohong Lagi


__ADS_3

Rian langsung menghampiri Queen dan duduk di hadapan nya, "Aku minta maaf aku tau aku salah, tapi aku benar-benar masih mencintaimu," Rian menggenggam tangan Queen begitu erat.


"Lepasin, kalau kamu emang cinta sama aku kamu gak mungkin berbuat hal yang aku gak suka."


"Queen aku beneran sayang sama kamu,aku sama Angel cuman pelarian doang karena kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu."


"Kenapa kamu gak bilang aja sama aku kalau kamu mau aku tinggal di rumah, padahal aku udah niat buat berhenti kerja ketika aku punya anak, tapi setelah aku hamil aku malah dapet berita yang bener-bener nyakitin," Queen menangis tak kuasa menahan sakitnya.


Rian menarik Queen ke pelukannya, Queen berusaha melepaskan pelukan Rian karena ia enggan sekali berpelukan dengan Rian. Orang yang sudah membuatnya merasa sangat di khianati.


"Tolong keluar, aku gak mau liat kamu," Queen menunjuk pintu keluar.


"Baik aku akan keluar, istirahatlah jangan terlalu banyak pikiran aku tidak mau anak aku kenapa-napa," Rian berjalan keluar kamar walaupun ia merasa sangat ingin berada di samping Queen untuk merayakan kehamilannya.


__________


Paginya Angel sudah ada di depan rumah dengan membawa dua koper berisi baju dan barang-barang miliknya, ia di persilahkan masuk oleh Mba Mimah ia juga di tunjukkan di mana ia akan tinggal yaitu di kamar tamu.


Rian yang melihat Angel ada di sana langsung menghampirinya, "Gak tau malu banget yah kamu," sindirnya.


"Aku lakuin ini demi anak kita, aku gak mau anak kita gak tau siapa bapaknya," tegas Angel.


"Aku bakal rebut kamu dari Queen apapun yang terjadi, karena kamu memang sudah seharusnya milikku," gumam Angel dalam hatinya.


Queen berjalan menuju meja makan, ia sudah siap untuk pergi ke kantor juga, ia tidak ingin melepaskan Rian untuk saat ini karena ia ingin Rian merasakan sakit hati terlebih dahulu. Karena untuk menusuk seseorang kita harus memeluknya dengan erat sekali.


Angel dengan tidak tau malunya ikut sarapan dengan Queen dan Rian, ia bahkan bermesraan di hadapan Queen dengan Rian. Ia menyuapi Rian walaupun Rian tolak, "Kamu bisa makan sendiri aja gak?" tegas Rian.


"Kamu apaan sih? Ini permintaan bayi kita, dia pengen aku suapi kamu."


"Gak usah ngada-ngada," Rian tetap tidak mau makan dari suapan Angel.


Queen hanya tersenyum sinis sambil terus makan sarapannya, ia benar-benar tidak habis pikir ada wanita yang rela merendahkan dirinya sendiri untuk mendapatkan perhatian orang lain.

__ADS_1


Rian tidak mau satu mobil dengan Angel walaupun pergi ke kantor yang sama, "Kita satu tujuan kenapa sih?" tanya Angel kesal.


"Kamu masih bisa nyetir mobil kan? Ya udah pergi sendiri aja," Rian masuk ke mobilnya meninggalkan Angel.


"Sialan, awas aja aku akan buat kamu jadi milikku lagi," gumam Angel dalam hatinya.


Di pintu masuk Queen melihat hal itu dan hanya bisa tersenyum kecil, selesai itu ia langsung pamitan pada pembantunya dan masuk mobil untuk pergi kerja.


__________


Sesampainya di kantor Queen harus langsung rapat karena ada Client datang dadakan, mereka memutuskan rapat di ruangan pertemuan yang ada di kantor tersebut. Selesai rapat Queen langsung duduk di ruangannya, rasanya kegiatan rapat sekarang benar-benar terasa melelahkan tidak seperti biasanya.


"Padahal lu mending istirahat dulu, takut kandungan lu kenapa-napa," ujar Mila sambil membereskan berkas yang tadi di bawa ke ruang rapat.


"Gue harus kerja."


"Lu gak kasian sama bayi lu, jangan siksa dia karena kebencian lu sama Rian. Bayi lu gak tau apapun jadi tolong jaga kesehatan kamu," Mila benar-benar tidak mau Queen dan bayinya kenapa-napa, nyatanya penyakit itu hampir 75 persen datangnya dari pikiran.


"Gue gak papah kok. Kalau sekiranya udah gak kuat gue juga bakalan istirahat dan gak memaksakan diri."


"Oke sahabatku yang baik hati," Queen tersenyum memandangi Mila.


Di tempat lain Angel sedang mencoba menggoda Rian lagi, dia bahkan duduk di kursi yang ada di depan meja Rian, "Sayang aku mau malam ini kita dinner di luar," punya Angel.


"Gak bisa," jutek Rian.


"Kenapa? Biasanya juga bisa. Gak perlu ketahuan sekarang Queen udah tau kan hubungan kita, jadi kita bebas lakuin apapun."


"Kamu mending kerja, aku lagi pusing gak usah bikin aku tambah pusing."


"Oke baiklah," Angel pergi ke mejanya dan mulai kerja.


Tiba-tiba Angel mengeluh pusing, Rian yang khawatir pada anak yang ada di kandungan Angel segera menghampiri Angel dan bertanya mengapa Angel pusing, Rian tetap menyayangi anak yang ada di kandungan Angel karena itu anaknya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku pusing aja."


"Kita ke dokter gimana?"


"Gak mau, aku gak papah kok."


"Ayo kita ke dokter, kalau bayi kamu kenapa-napa gimana? Itu anakku juga."


Angel tersenyum sinis, kini ia akhirnya tau kelemahan Rian apa. Ia akan terus menggunakan itu untuk membuat Rian perhatian lagi padanya,


"Ya udah yuk ke rumah sakit," Angel akhirnya pergi ke rumah sakit atas paksaan dari Rian juga.


_________


Sampailah mereka di rumah sakit Angel meminta dokter untuk mengatakan bahwa kandungannya lemah dan harus sering di perhatikan, ia menyogok dokternya untuk bicara seperti itu walaupun pada kenyataannya ia baik-baik saja.


Selesai di periksa Angel dan Rian pulang ke rumah, Rian meminta Angel untuk tidak kerja terlebih dahulu takutnya kandungannya kenapa-napa.


Angel tiduran di kamarnya sambil senyum bahagia, sedangkan Rian pamit untuk pergi ke kantor lagi karena masih banyak kerjaan yang belum selesai, setelah tau Rian tidak ada di rumahnya Angel bangun untuk berkeliling menikmati rumah mewah tersebut.


Angel duduk di sofa ruang tamu dengan kedua kakinya ia tumpang kan ke atas meja, "Bibi," teriak Angel.


"Ada apa Non?" Mba Mimah datang.


"Ambilkan saya minuman dan juga makannya."


"Baik Non."


Ia menikmati kemewahan ini dengan senang, rumahnya tidak semewah ini. Selesai bersantai di ruang tamu ia berjalan-jalan ke taman belakang ia duduk di samping kolam sambil memainkan air, "Ternyata hidup jadi Queen itu sangat menyenangkan."


"Aku akan merebut nyonya di rumah ini, aku akan jadi nyonya Rian sebentar lagi," Angel tersenyum miring.

__ADS_1


"Hidup Queen sudah terlalu senang kemarin, kini ia harus merasakan penderitaan."


__ADS_2