Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Dimana Kamu


__ADS_3

Andra memasang earphone di telinganya lalu mengangkat panggilan dari Queen, "Ada apa?" tanya Andra.


"Gini Rian dapet kabar kalau Angel meninggal, terus gue izinin dia buat pergi ke rumah Angel untuk berkabung. Tapi anehnya sampai sekarang gue gak bisa hubungin Rian, kok gue takut terjadi apa-apa yah sama dia," jelas Queen di sebrang telpon.


"Lu terus aja hubungi Rian, mungkin aja ponselnya gak lagi dia pegang karena terlalu sibuk."


"Tapi kok gue gak enak hati yah? Gue ngerasa ada hal buruk yang terjadi sama Rian."


"Lu dimana sekarang?" Andra meminggirkan mobilnya untuk ngobrol lebih serius sama Queen.


"Gue di rumah, tadinya sekarang gue mau pergi ke pesta kantor. Tapi gue gak enak hati mikirin Rian jadi belum berangkat deh."


"Lu dapet info darimana Angel meninggal?"


"Tadi ada yang telpon Rian, katanya Mama nya."


"Lu coba telpon keluarganya coba."


"Gue gak punya nomornya, tadi juga gue udah minta sama bokap nyokap mereka bilang gak punya. Mana mereka gak tau lagi rumahnya dimana, gue sekarang harus gimana?"


"Oke tenang dulu, gue pulang sekarang."


"Tapi-"


"Udah gue berangkat ke Jakarta sekarang, kebetulan udah beres juga kan kerjaan gue di sini. Lu jangan ke mana-mana dulu," Andra mematikan ponselnya.


Mila menatap Andra dengan tatapan kecewa, bisa-bisanya harapan ia yang tinggi tiba-tiba di hancurkan begitu saja.


"Kita gak jadi pergi?" tanya Mila.


"Sorry yah, lain kali aja. Kita harus pulang kasian Queen," Rian langsung putar balik mobilnya.


Mila memalingkan tatapannya dari Andra, "Terus dia gak peduli gitu sama perasaan gue?" gumamnya dalam hati.


Matanya sudah berkaca-kaca, namun sebisanya ia menahan agar air matanya tidak menetes karena ia tidak mau Andra melihat dirinya menangis hanya karena ini. Ia sadar diri siapa dia sebenarnya, mana mungkin bisa menandingi Queen yang sangat sempurna itu.

__ADS_1


Queen cantik, pekerja keras, kaya, pintar dan masih banyak lagi hal yang Queen miliki. Tidak akan pernah sama dengannya yang hanya karyawan biasa saja, hatinya begitu sakit sekarang.


"Harapan memang sangat menyakitkan ternyata," gumam Mila sambil menahan sesak di dadanya.


Sementara itu Queen masih mencoba menghubungi Rian, ia sudah memakai gaun pesta. Queen menghubungi Jian untuk menyampaikan bahwa dirinya tidak bisa hadir, "Jian saya tidak akan hadir, katakan pada orang tua saya kalau saya ada urusan lain."


"Tapi bu ini pertemuan penting."


"Masalah saya jauh lebih penting daripada itu, tolong sampaikan saja kalau saya tidak bisa datang pada orang tua saya. Mereka pasti bisa menggantikan saya kok."


"Ba-baik bu nanti sampaikan."


Queen langsung mematikan sambungan telponnya, ia dari tadi ke sana kemari dengan perasaan tidak tenang. Jujur saja ini sangat membuatnya tidak tenang, "Rian kamu kemana sih?" tanyanya setiap saat sambil menatap ponselnya yang sedang berusaha menghubungi Rian.


_________


Tiga jam lebih telah berlalu dan Rian sama sekali belum ada kabar, Queen bahkan sudah ganti pakaian. Gaun tadi terlalu ribet untuknya, bel rumah berbunyi saat pintu di buka ternyata itu adalah Andra juga Mila yang telah sampai di jakarta.


Untungnya jalan tidak macet, mereka dapat datang dengan cepat ke Jakarta.


Queen menggelengkan kepalanya, "Gak tau masih belum bisa di hubungi."


"Kita cari sekarang?" tanya Andra.


"Lu tunggu aja yah, pasti capek gue sama Queen berdua aja," ujar Andra pada Mila.


"Tapi gue mau ikut gak papah kan," ternyata Mila tetap ingin ikut.


"Gak papah kalau misalkan lu nya mau mah," balas Andra.


Mereka bertiga pun segera mencari kemana Rian pergi, Queen mendatangi rumah temannya Andra siapa tau saja mereka tau dimana rumah Angel berada. Setelah berkeliling akhirnya mereka mendapatkan alamat rumah orang tua Angel, mereka pun segera pergi ke sana.


Sesampainya di sana tempat itu sangat sepi, "Kok sepi? Harusnya ramaikan kalau beneran?" tanya Queen semakin panik.


"Kita liat aja, siapa tau di dalamnya ramai orang," Andra berusaha berpikir positif.

__ADS_1


Ketiganya turun dari mobil. Mereka bertiga di persilahkan masuk oleh pembantu rumah di sana, mereka juga di minta menunggu di ruang tamu. Tidak lama setelah itu ibunya Angel keluar untuk menemui mereka, "Ada apa yah kalian ke sini?" tanyanya.


Ketiganya semakin kebingungan karena ibunya Angel memang terlihat biasa saja, tidak seperti orang yang tengah berkabung.


"Tante boleh saya tau Angel dimana?" tanya Queen tidak mau basa-basi.


"Angel? Ada apa menanyakan dia?" tanya balik ibunya Angel.


"Saya hanya ingin tau saja."


"Angel pergi ke Singapore untuk menenangkan pikirannya, ia akan melahirkan anaknya di sana," jelasnya yang membuat Queen semakin kebingungan.


"Tante, apa tante tadi siang telpon Rian?" tanya Queen kembali.


"Tidak, mengapa tante harus telpon dia lagi? Bukannya Rian sudah tidak ingin bertemu dengan anak saya lagi? Jadi untuk apa? Coba jelaskan."


"Tante, tadi ada yang menelpon Rian dan mengatakan bahwa Angel meninggal. Rian langsung pergi ke rumah Angel tapi sampai sekarang Rian tidak bisa saya hubungi, makannya saya ke sini untuk mencari Rian."


"Rumah saya? Angel meninggal? Apa-apaan anak saya tidak meninggal kamu lihat tadi anak saya baru saja mengirimkan pesan pada saya," Ia memberikan bukti chat dirinya dan Angel.


"Lalu siapa yang menelpon Rian tadi."


"Ya saya tidak tau, sudah ah saya mau tidur. Rian hilang bukan urusan saya," ibunya Angel malah mengusir mereka bertiga.


Mungkin karena kejadian selingkuhnya Angel dan Rian, membuat ia kurang tidak suka pada Queen. Padahal anaknya yang salah, mengapa ia harus membenci Queen. Mereka bertiga keluar dari rumah itu lalu masuk kembali ke dalam mobil.


"Kita harus gimana sekarang?" Queen semakin kebingungan.


"Tenang dulu," Andra mengelus pundak Queen.


Mila yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, ia juga berusaha memalingkan tatapannya dari mereka berdua. Ia tidak mau hatinya semakin sakit jika menatap mereka.


Queen menangis sangking khawatirnya pada Rian, "Jadi kita kemana sekarang?" tanya Queen kebingungan.


"Lu tenang dulu, lu jangan terlalu panik nanti drop," Andra terus berusaha menenangkan Queen.

__ADS_1


Sementara itu di suatu tempat, Rian tertidur di kursi dengan kedua tangan dan kedua kakinya di ikat. Ia pingsan sejak tadi, mulutnya bahkan di tutupi kain agar Rian tidak bisa teriak.


__ADS_2