Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Sakit Sekali


__ADS_3

Malamnya Queen pulang ke rumah dengan keadaan capek, Tiba-tiba saat masuk rumah ia harus melihat Angel tengah memeluk Rian. Queen hanya menghela nafasnya dengan berat lalu berjalan melalui mereka menuju kamarnya, ia duduk di kasur.


Tidak lama setelah itu Rian datang ke kamarnya, "Mau aku ambilkan air?"


"Gak usah, kapan kamu mau nikahin Angel?"


Rian membulatkan matanya lalu berjalan mendekati Queen, "Maksud kamu?"


"Kapan kamu mau nikahin Angel?"


"Itu gak mungkin."


"Gak mungkin gimana sih? Dia udah hamil anak kamu."


"Aku gak mau nikahin dia, setelah anaknya lahir aku akan tes DNA jika benar itu anakku maka aku akan membiayai anak itu tanpa menikah dengan dia."


Rian memegang kedua tangan Queen, "Queen percayalah aku mencintaimu, rasaku padamu tidak pernah berkurang sedikitpun."


Queen melepaskan genggaman tangan Rian, "Aku mau istirahat capek."


"Oke istirahat kasihan bayi kamu," Rian membantu menyelimuti Queen yang hendak istirahat, Queen membelakangi Rian sambil menangis, hatinya masih terasa sakit menerima kenyataan yang terjadi sekarang.


Rian ikut tidur di samping Queen ia memeluk Queen sambil mengecup kepalanya, ia kini menyesali semua perbuatannya. Setelah di pikir-pikir perjuangan dan cintanya masih begitu besar pada Queen, kenangan indah bersama Queen sangat membekas di otaknya.


"Sorry, aku beneran minta maaf," gumam Rian sebelum memejamkan matanya.


Di kamar Angel sedang kesal karena Rian malah memilih tidur dengan Queen, "Sialan, aku akan membuatmu menyesali perbuatan mu padaku."


_________


Paginya seperti biasa mereka semua sarapan bersama di ruang makan, "Aku anterin kamu ke kantor hari ini," ujar Rian menatap Queen.


"Gak usah aku di jemput Andra."


"Aku yang akan anterin kamu," kekeh Rian.


"Terus aku gimana?" tanya Angel tidak terima.


"Bisa berangkat sendiri kan?" tanya Rian sinis tanpa menatap ke arah Angel sedikit pun.


"Tapi-" ucapan Angel di potong Queen.

__ADS_1


"Kayaknya udah jam nya berangkat," Queen melihat arlojinya lalu keluar dari rumah tersebut, Rian mengejarnya karena ia ingin mengantarkan Queen ke kantor.


"Lagi dan lagi di tinggal aja," Angel menyuapkan makanan ke mulut dengan kasar.


Rian membukakan pintu mobil, "Masuk."


Queen akhirnya mau di antarkan oleh Rian, selama perjalanan keduanya nampak terdiam. Tidak ada yang mau memulai obrolan, Queen sudah terlalu malas bicara dengan Rian sementara Rian takut terganggu jika ia banyak bicara.


"Nanti pulang kerja kita makan malam berdua yuk?" ajak Rian.


Queen nampak terdiam ia tidak membalas ajakan Rian.


"Mungkin aja dengan itu hubungan kita akan membaik, kita mengenang masa indah kita dulu."


Queen tertawa sinis, "Kamu yang menghancurkan segalanya mengapa sekarang malah meminta untuk memperbaikinya?"


"Aku nyesel udah lakuin ini sama kamu."


"Harusnya saat kamu memilih untuk berselingkuh kamu paham juga apa akibat dari perbuatan kamu, kamu harus ingat juga kalau dari awal aku adalah orang yang paling tidak bisa memaafkan perselingkuhan."


"Queen kita pindah ke Singapura kita mulai semuanya dari awal, aku akan tinggalkan siapapun demi kamu."


Tiba-tiba ponsel Rian bunyi, ternyata itu adalah telpon dari rumah. Mba Mimah mengatakan bahwa Angel pendarahan karena jatuh di tangga, Rian yang panik anaknya kenapa-napa meminta Queen untuk kembali ke rumah dan membawa Angel ke rumah sakit.


"Atau aku anterin dulu ke kantor."


"Gak usah aku bisa naik taksi sendiri, aku ada rapat pagi ini jadi harus ke kantor sekarang."


"Beneran gak papah?"


"Dari awal juga aku gak mau di anterin kamu, apalagi tau bakalan kejadian kayak gini."


"Queen-"


"Udah aku turun," Queen keluar dari mobil Rian dan berjalan menjauh.


Rian benar-benar meninggalkan Queen, ia khawatir pada anak yang ada di kandungan Angel. Queen menangis sambil terduduk di bangku jalan, rasanya sakit sekali saat melihat orang yang kita cintai mengkhawatirkan wanita lain dengan terang-terangan di depan kita.


Isakan tangisnya bahkan sangat terasa sakit, ia sulit sekali untuk menjelaskan rasa sakitnya sekarang. Tiba-tiba sebuah mobil Ferrari berwarna hitam berhenti di hadapannya, keluarlah Andra dari dalam mobil itu Andra yang melihat Queen sedang menangis sambil memukul-mukul dadanya langsung memeluk Queen.


"Hey jangan lukai diri lu sendiri."

__ADS_1


"Sakit banget dada gue," balas Queen dengan suara yang terbata-bata.


"Lu ngapain coba biarin Angel tinggal di rumah lu, itu bikin lu tambah sakit aja. Kalau lu emang pengen Rian sama Angel bersama ya udah lu tinggalin Rian."


"Gak bisa, gue masih butuh Rian."


"Buat apa? Rian cuman bisa bikin lu sakit hati aja. Mending tinggalin aja sekalian," bentak Andra yang sudah lelah mendengar Queen menangis karena pria itu.


"Perut gue sakit," Queen melepaskan pelukannya karena perutnya terasa sangat sakit, sepertinya ia kembali kram.


"Kita ke rumah sakit sekarang."


"Gak mau."


"Lu mau bayi lu nanggung semuanya, ayok ke rumah sakit," Andra menggendong Queen untuk ke rumah sakit.


Sementara itu Rian sedang dalam perjalanan juga menuju rumah sakit membawa Angel, Angel kepeleset saat hendak menaiki tangga. Untungnya tangga yang ia taiki baru beberapa saja jadi ia tidak jauh tidak terlalu tinggi.


Sesampainya di rumah sakit Angel segera di bawa ke ruang UGD, Rian menunggunya di luar. Saat sedang menunggu ia melihat Andra membawa Queen ke ruangan lain, Rian segera menghampiri Andra.


"Apa yang terjadi?" tanya Rian.


"Gak usah datang ke sini, lu urusin aja selingkuhan lu," bentak Andra yang mendorong Rian menjauh.


"Andra tunggu," Rian mengejarnya.


Andra menarik Rian untuk menjauh dari Queen, Queen terus di bawa ke ruangan untuk segera di periksa.


"Lepasin," Rian menghempas tangan Andra.


"Lu gak usah pedulikan Queen lagi."


"Lu cuman sekertaris nya Queen jadi gak usah ikut campur sama masalah gue."


"Gue emang cuman sekertaris nya, tapi gue gak pernah nyakitin dia sampai dia kayak gitu. Lu tau gak kenapa Queen harus ke rumah sakit sekarang? Itu semua gara-gara lu."


"Sekarang lu urusin aja selingkuhan lu," Andra meninggalkan Rian di sana.


Saat Rian hendak mengejar Queen tiba-tiba namanya di panggil oleh dokter yang baru saja memeriksa Angel, ia dengan terpaksa menghampiri dokter tersebut karena dialah yang membawa Angel ke rumah sakit ini.


Bayi dalam kandungan Angel berhasil di selamatkan, Angel hanya mengalami pendarahan ringan saja. Karena kandungan Angel memang sangat kuat, Rian kini berada di ruang rawat bersama Angel karena Angel tidak mau di tinggalkan oleh Rian.

__ADS_1


Dokter meminta Angel untuk di rawat dulu karena tubuhnya masih lemah.


__ADS_2