
Queen, Rian dan keluarga Queen telah sampai di restoran tempat pertemuan mereka. Restoran bergaya Eropa yang cukup terkenal di jakarta, mereka segera ke ruangan yang telah di pesan.
Alangkah kagetnya Rian saat ia melihat bahwa orang yang hendak ia temui adalah keluarga dari Angel, begitu pun dengan Angel yang kaget melihat Rian ada di sana. Sementara Queen malah tersenyum kecil karena ia sebenarnya ini adalah rencananya.
Mereka masing-masing kembali duduk di kursi, "Senangnya setelah sekian lama akhirnya kita bisa bertemu lagi," ayahnya Angel nampak bahagia saat bisa bertemu lagi dengan ayahnya Queen.
"Iya senang bertemu dengan kalian."
"Jadi ini anak mu yang dulu sempat ku gendong-gendong itu," Ayahnya Angel menatap ke arah Queen.
"Iya om saya Queen," Queen membalasnya dengan senyuman ramah.
"Cantiknya, denger-denger kamu pegang perusahaan ayahmu yang di jakarta yah?" tambah ayahnya Angel.
"Iya, Papa percayakan itu sama aku."
"Ini suami kamu?" Ayahnya Angel menunjuk Rian dengan tatapan matanya.
Sementara itu sedari tadi Angel hanya menatap Rian dengan tatapan tajam ia ingin segera pergi dari sana sekarang, ia yakin kalau Queen sebenarnya sengaja merencanakan pertemuan ini untuk membuatnya kesal.
"Ma aku boleh pulang duluan gak?" bisik Angel pada ibunya.
"Jangan gak enak kalau kamu pulang duluan, lagian kenapa sih?"
"Gak papah pengen pulang aja."
"Jadi kalian udah nikah berapa lama?" tanya ibunya Angel.
Queen tersenyum sambil menatap Rian sebentar dengan tangan yang ia simpan di atas tangan Rian, "Kita udah nikah satu tahun."
"Belum mau punya anak?" tanya Ibunya Angel lagi.
"Saya sedang hamil sekarang," ucapan Queen mampu membuat semuanya kaget termasuk Angel yang sedang minum, Angel hampir memuntahkan minuman di mulutnya.
"Kamu hamil sayang?" Rian yang baru tau juga kaget mendengar ucapan Queen.
Queen menatap Rian lalu tersenyum, "Iya, aku sengaja gak bilang sama kamu karena aku rasa kemarin gak tepat waktunya."
Rian sangking bahagianya langsung memeluk Queen dengan erat, saat di peluk Rian. Queen sempat menatap ke arah Angel lalu tersenyum sinis memberi isyarat kalau ia lah pemenangnya.
"Sayang kamu hamil," ibunya Queen juga ikutan kaget, ia juga memeluk Queen setelah Rian.
Rian bahkan sampai menangis terharu, ini yang ia inginkan sejak lama.
__ADS_1
"Selamat yah nak," kedua orang tua Angel langsung memberinya selamat.
"Iya terimakasih."
Makan malam mereka datang, mereka langsung menikmati makan malam ini dengan penuh kebahagian terkecuali Angel yang sedari tadi hanya memasang wajah cemberut.
"Kamu berhenti minum pil KB?" tanya Rian menatap Queen.
"Iya, aku sengaja kamu kan udah mau punya anak jadi aku kabulkan permintaan kamu. Tapi sayangnya," Queen sempat melirik Angel sekilas.
"Nanti kita bicara di rumah," ujar Rian yang tau apa yang ada di pikiran Queen.
Sejujurnya Queen juga sudah tau kalau Angel sedang hamil anak Rian, makannya ia melakukan ini untuk memberitahu semuanya kalau dirinya juga hamil. Ini akan memberatkan pilihan Rian nantinya dan ia senang kalau Rian kebingungan.
___________
Sepulang makan dari sana di rumah Rian memeluk kembali Queen dengan erat, sayangnya Queen enggan di peluk Rian lama-lama.
"Lepasin aku capek mau tidur."
"Sayang aku bakalan fokus sama kamu dan tinggalin Angel buat kamu."
"Dia juga hamil, dia lebih butuh sosok suami daripada aku," Queen berjalan menuju kamarnya.
"Harus banget yah aku kasih tau aku tau darimana?"
"Sayang aku sayang banget sama kamu aku-" Queen memotong ucapan Rian.
"Sayang kamu bilang? Kalau kamu beneran sayang sama aku, kamu gak bakalan selingkuh di belakang aku. Kalau kamu bosen sama aku, kamu bilang aja kita bisa selesai baik-baik."
"Sayang aku sama kamu, aku sama Angel cuman cari pelarian aja karena kamu sering sibuk."
"Udah aku males berantem, pusing," Queen melanjutkan jalannya ke kamar karena dirinya sudah merasa sangat pusing.
Rian mengikuti Queen takut terjadi sesuatu padanya, Rian memang masih menyayangi Queen. Di kamar Queen langsung menidurkan tubuhnya di kasur, Tiba-tiba di bawah terdengar keributan. Rian yang kenal dengan suara orang yang ribut di bawah segera ke bawah.
"Angel ngapain ke sini?" tanya Rian kaget.
"Aku mau kamu tanggung jawab, sekarang Queen tau kan sama hubungan kita jadi gak ada yang perlu kita sembunyikan lagi."
"Kamu apa-apaan sih? Pergi gak dari sini!"
"Anakku juga butuh sosok ayah bukan cuman anaknya Queen aja."
__ADS_1
"Pergi," bentak Rian.
"Jadi sekarang kamu udah tega bentak aku, aku tuh sebenarnya apa sih dimana kamu?"
Queen turun dari kamarnya dan berhenti di tangga melihat keributan mereka dari atas, "Gak tau malu banget yah kamu sebagaimana perempuan, harusnya saat kamu di jadikan selingkuhan kamu sadar akan satu hal. Kalau seorang selingkuhan akan tetap jadi nomor dua."
"Aku hamil anak Rian dan dia harus tanggung jawab."
"Silahkan, mau bawa dia pergi juga boleh kalau dia mau," Queen menanggapinya dengan santai.
"Begini saja, kamu boleh tinggal di rumah ini sampai anak dalam kandungan kamu lahir. Mau tanggung jawab kan? Mau ada yang uruskan? Biar aku yang urus kamu."
"Oke aku akan pindah ke sini."
"Sayang apa maksud kamu, ngapain dia di sini?" Rian nampak tidak Terima.
"Kenapa? Harusnya seneng dong bisa serumah. Jadi gak usah susah-susah bohong pulang malam karena lembur, udah satu rumah sekarang."
"Queen kamu bicara apa sih?"
"Bicara bahasa Indonesia masa gak tau sih," Queen tersenyum miring menertawakan mereka dalam hatinya, walaupun di sisi lain hatinya ia begitu terluka.
"Baik aku akan pindah ke sini besok."
"Silahkan."
Setelah itu Angel keluar dari rumah tersebut ia akan segera beres-beres untuk pindahan besok, Queen yang masih merasa pusing langsung masuk ke kamarnya untuk kembali tidur. Kepalanya terasa sangat berat kali ini, Rian mengejar Queen untuk menanyakan apa yang sebenarnya ada di pikiran Queen sampai membiarkan Angel satu rumah dengannya.
"Sayang kamu-" ucapan Rian lagi-lagi di potong oleh Queen.
"Aku gak mau ribut, jadi tolong jangan bahas itu," Queen menutup wajahnya dengan selimut karena air matanya tak bisa ia bendung, hatinya sangat sakit seperti ada pisau tajam yang menusuknya.
Rian menghela nafasnya, "Baiklah kalau itu mau kamu aku akan urus Angel mulai besok."
"Memang seharusnya kan?"
"Oke fine, kamu yang minta jadi jangan salahkan aku kalau nanti aku malah lebih dekat dengan Angel."
"Enggak aku gak bakalan salahin kamu saat ini, kalau kamu memang sudah salah saat kamu mulai berselingkuh dari aku."
"Queen dengerin aku, aku bisa jelasin sama kamu."
Queen membuka selimutnya dengan keadaan masih menangis, "Apa? Apa yang mau kamu jelasin sama aku? Aku gak nyangka kamu setega itu sama aku."
__ADS_1