Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Lakukanlah


__ADS_3

Rian terbangun dan membuka matanya perlahan-lahan, ia ingin teriak tetapi tidak bisa karena mulutnya tertutup kain. Ia berusaha berontak sampai tiba-tiba seorang pria bertopeng masuk ke ruangan itu karena mendengar Rian sudah sadar.


Pria itu membuka penutup mulut Rian, "Halo," ucapnya.


"Lepasin gue sialan, lu siapa?" teriak Rian menatap tajam pria itu.


"Lu gak perlu tau siapa gue, karena lu gak akan kenal. Lagian rajin banget gue perkenalan sama lu," balas pria itu dengan sinis.


"Sialan lepasin, kalau gue emang gak kenal sama lu terus kenapa lu lakuin ini."


"Karena satu hal, ya udahlah nanti juga paham," pria itu kembali menutup mulut Rian lalu pergi dari sana. Di luar ruangan sudah ada dua pria yang menjaganya agar Rian tidak bisa kabur.


Sementara itu di tempat lain Queen masih kebingungan harus mencari Rian kemana lagi karena mereka tidak punya petunjuk apapun, "Kita ke kantor polisi dan cek semua kamera pengawas di setiap jalan yang Rian lewati tadi, siapa tau ada rekaman kemana Rian pergi," Andra segera ke kantor polisi.

__ADS_1


"Tapikan belum bisa orang ilang nya baru tadi," timpa Mila.


"Gue bakal bayar mereka berapapun asal mau lakuin itu," timpa Queen yang sudah tidak mau menunggu lagi, takut terjadi sesuatu yang baruk pada Rian.


Beberapa saat kemudian sampailah mereka di kantor polisi terdekat, mereka di perbolehkan melihat rekaman kamera pengawasnya. Kembali pada Rian, tiba-tiba seorang wanita masuk ke ruangan itu di temani pria bertopeng tadi.


Rian menatap wanita itu dengan tatapan kaget, ia ingin bicara tetapi tidak bisa. Wanita itu tak lain adalah Angel, ia mendekati Rian lalu meraba wajahnya sambil tersenyum sinis, "Sudah ku katakan aku tidak akan pernah main-main, kamu sudah berani menghancurkan hidupku maka hidupmu pun harus sama hancurnya denganku."


Angel melepas penutup mulutnya ia ingin mendengar omongan terakhir Rian, "Bicaralah untuk yang terakhir kalinya," ujar Angel.


"Yah aku memang gila, tapi itu semua karena kamu yang membuat aku jadi gila. Sekarang nikmati saja kegilaan ku ini," Angel tersenyum kemenangan.


"Lepasin Angel," Rian terus berusaha memberontak.

__ADS_1


Angel duduk di kursi yang ada di depan Rian, ia menyilangkan kakinya sambil terus menatap Rian, "Awalnya aku tidak akan melakukan ini pada ayah dari calon anakku ini, tapi sayang tampaknya anakku juga lebih ingin melihat ayahnya ini mati."


"Angel gue minta maaf kalau gue salah sama lu."


"Apa? Kalau? Bahkan di saat seperti ini saja kamu tidak mau mengakui kesalahan kamu? Kamu pantas mati rupanya."


"Sialan, tolong Queen di rumah pasti-" Angel menghentikan ucapan Rian.


"Queen? Lalu bagaimana denganku? Sialan aku benci kamu dan ingin sekali membunuhmu saat ini juga," Queen memasang wajah kesalnya karena sampai seperti ini saja Rian bisa-bisanya masih memikirkan Queen.


"Jika aku tidak bisa memilikimu maka tidak ada orang lain yang juga dapat memilikimu," tambah Angel yang langsung menodongkan pisau ke leher Rian.


"Bunuh saja, tapi jangan pernah kau sentuh Queen."

__ADS_1


"Wah tampaknya kau sudah jadi suami yang berbakti yah sekarang," Angel menertawakan Rian, pisau itu sudah menggores leher Rian sedikit, membuat darah segar keluar dari lehernya.


__ADS_2