
Paginya Mila bangun duluan sebelum Andra, ia menatap wajah tenang Andra yang kini begitu dekat dengannya, "Asal kamu tau aku begitu mencintaimu, sayangnya kamu gak pernah liat aku lebih dari teman," Mila tersenyum.
Queen keluar dari ruang UGD, pagi ini Rian akan di pindahkan ke ruang rawat karena kondisi Rian juga sudah mulai normal. Tinggal menunggu Rian sadarkan diri saja, Queen di ajak sarapan oleh Mila.
"Sarapan dulu yuk! Lu belum makan apapun dari semalam. Nanti jadi lu yang sakit kan gak bagus," Ujar Mila.
Queen pun mengangguk, walaupun ia tidak mau tapi ia harus makan karena kasihan pada bayi dalam kandungannya. Andra terbangun dari tidurnya ia menyadari kalau Rian sudah di pindahkan, kini ia mencari ruangan Rian.
Karena gak ketemu-ketemu Andra memutuskan untuk sarapan dulu di kantin rumah sakit karena lapar, Andra malah bertemu dengan Mila dan Queen yang juga tengah sarapan di sana. Queen terlihat sangat pucat dan lelah, "Makan dong makanannya jangan cuman di liatin aja," ujar Andra yang baru datang.
Andra duduk di samping Queen, Queen dan Mila menatap ke arah Andra.
"Di pindahin?" tanya Andra.
"Iya dokter bilang kondisi Rian udah membaik," balas Queen yang sedang mengaduk-ngaduk nasi goreng miliknya.
"Makan jangan di aduk doang," titah Andra.
__ADS_1
"Iya ini gue makan," dengan terpaksa Queen mulai memasukkan makanan itu ke mulutnya.
"Nah gitu."
"Lu mau makan apa? Gue pesenin," tanya Mila.
"Samain aja nasi goreng, minumnya air putih aja."
"Oke gue pesan dulu."
Beberapa saat kemudian mereka bertiga kembali ke ruangan Rian, "Kalian pulang aja dulu, gue bisa jagain Rian sendiri. Pasti kalian capek juga, makasih yah udah mau nemenin dan bantuin gue semalam."
"Beneran gak papah kok," Queen mengangguk.
"Ya udah gue pulang dulu yah, nanti gue ke sini lagi sore," ujar Mila.
"Iya gue juga harus pulang dulu buat ke kantor polisi," timpa Andra.
__ADS_1
"Oke kalian hati-hati yah di jalannya."
Karena kini hanya tinggal Queen saja ia langsung masuk ke ruangan rawat Rian, ia duduk di samping tempat tidur Rian lalu memandangi Rian dengan tatapan yang dalam. Queen mengelus rambut Rian sambil tersenyum, "Bangun yuk sayang, aku ingin liat senyumu lagi."
Tidak lama setelah itu tangannya bergerak begitupun dengan matanya, Queen segera memanggil dokter untuk memeriksa tubuh Rian. Pria itu kini telah sadarkan diri, setelah di cek kondisi Rian dokter kembali keluar dari sana.
Rian menatap Queen lalu tersenyum. Queen menggenggam tangan Rian dengan begitu erat, "Makasih Tuhan doaku kau kabulkan," ucap Queen sambil memejamkan matanya.
"Sini tiduran di sini," Rian meminta Queen tiduran di sampingnya.
Queen naik ke kasur Rian dan tiduran di samping Rian sambil saling berpelukan, "Aku khawatir sama kamu, aku gak mau kamu ninggalin aku," Queen malah menangis di pelukan Rian.
"Sayang aku gak akan ninggalin kamu, aku akan berusaha sebisaku untuk selalu bersamamu."
Queen menatap Rian, "Cium," sambil tersenyum.
Rian mengecup kening Queen, "Makasih udah mau jagain aku semalaman sekarang kamu tidur aja yah, kamu pasti capek juga."
__ADS_1
Queen memajukan wajahnya lalu mencium bibir Rian, "Baik sayangku cintaku aku tidur sekarang, kamu juga istirahat yahhhhhh."