Suamiku Berhianat

Suamiku Berhianat
Salah Keduanya


__ADS_3

Esoknya Queen berangkat ke kantor bersama Rian, para karyawan dan pekerja di sana mulai memperhatikan mereka dan membahas mereka. Mereka sangat menyayangkan keputusan Queen yang tetap menerima Rian walaupun sudah selingkuh, Queen meminta rapat mendadak.


Andra menghampiri Queen di ruangannya, "Rapat mau bahas apa yah?" tanyanya penasaran.


"Pengangkatan Rian menjadi Manajer keuangan, kemarin manajer keuangan kita mengundurkan diri bukan."


Andra menarik Queen menjauh dari Rian, ia ingin bicara tanpa Rian dengar takutnya ucapannya menyinggung Rian.


"Yakin?" tanya Andra.


"Saya yakin, dia masih bisa di andalkan."


"Bukan itu maksud saya, tapi semua divisi menyetujuinya. Tidak mudah membuat mereka percaya apalagi setelah berita kemarin muncul."


"Tenang saja, aku bisa atasi semua itu."


"Ya sudahlah, kalau begitu saya pamit untuk mengumumkan rapat mendadak kita."


__________


Akhirnya rapat itu berakhir, Queen dapat menyakinkan semua orang kalau Rian dapat di andalkan dan masih bisa mengerjakan pekerjaannya di luar semua berita masalah pribadinya. Ia juga akan bertanggung jawab jika Rian menyangkut pautkan masalah pribadi pada kerjaannya.


Kini waktunya makan siang, Queen dan Rian makan siang bersama di kafe dengan Mila dan Andra. Mila dan Andra masih kesal dengan Rian yang telah membuat sahabatnya sakit hati, "Pokoknya kalau buat Queen sakit hati lagi, gue gak bakal segan-segan bunuh lu terus gue gantung kepala lu di atas monas," ancam Mila sambil menatap Rian dengan tatapan tajam.


"Baiklah-baiklah, bagaimana kalau nanti malam minggu kita makan-makan di rumah," ajak Rian.


"Bagus tuh, kebetulan saya baru putus sama pacar saya jadi gak ada acara malam minggunya," setuju Mila.


"Lu mau ikut gak?" tanya Mila menatap Andra yang tengah sibuk makan.


"Boleh," setuju Rian dengan sedikit dingin.


"Ayolah jangan cemberut aja kenapa sih," Mila menyenggol tangan Andra.


"Enggak, gue gak cemberut biasa aja," balas Andra.


_________


Selesai makan siang mereka kembali bekerja, Queen memasukkan Rian sebagai Manajer keuangan untuk sementara waktu karena ia kemungkinan akan memindahkan Rian menjadi penggantinya, ia setelah punya anak berkemungkinan akan fokus merawat anak saja di rumah.


Di ruangannya Andra datang sambil membawa berkas yang harus Queen tanda tangani, "Ini berkasnya, oh iya minggu depan ada proyek yang harus di lihat ke Bandung. Mau ibu sendiri yang pergi atau bagaimana?"


"Sepertinya saya tidak memungkinkan untuk pergi ke Bandung, kamu saja yang pergi mau bersama Mila?"


"Boleh."


"Baik nanti saya sampaikan pada Mila."

__ADS_1


__________


Pulangnya mereka segera pergi ke rumah, di depan rumah sudah ada Angel dan keluarga Angel entah sedang apa mereka ada di sana.


Queen dan Rian turun dari mobil, ibu Angel datang menghampiri Rian lalu menamparnya.


"Dasar pria tidak tau malu, kamu sudah menghamili anak saya lalu sekarang kamu juga mempermalukan anak saya dengan menyebar semua bukti perselingkuhan kalian," bentaknya.


"Kamu harus bertanggung jawab atas semua perbuatan kamu pada anak saya," tambah ayahnya Angel.


Queen melipat kedua tangannya di dada lalu tertawa kecil seperti tengah meledek mereka, "Bukannya anak kalian yah yang menyebarkan berita tersebut," timpa nya.


"Kamu tidak mau meninggalkan pria yang sudah berselingkuh dari kamu? Kamu pantas mendapat yang jauh lebih baik daripada dia," ujar ibunya Angel pada Queen.


"Jadi maksud anda, saya harus melepaskan dia dan membiarkan dia bersama putri tante. Maaf tante dalam hal ini yang harusnya melepaskan dia adalah anak tante, dia dari awal hanya milik saya dan akan tetap seperti itu."


Mereka semua terdiam.


"Tante, Om, kalau kalian mau ke sini cuman mau marah-marah tidak jelas minta pertanggungjawaban lebih baik balik lagi besok. Saya capek baru pulang kerja, saya bukannya tidak menghargai kalian bahkan sebagai teman orang tua saya tapi beneran deh saya capek sekali hari ini," tambah Queen.


"Tapi-"


"Istri saya benar," potong Rian sambil merangkul Queen.


"Kau itu tidak punya perasaan atau bagaimana sih? Sudah menghamili anak orang tapi-"


Ia kemudian masuk ke rumah, jujur saja ia memang sangat lelah sekali hari ini. Terlalu banyak orang yang memintanya terus bicara, Rian ikut masuk dan meninggalkan mereka di luar begitu saja.


"Dasar Rian Sialan," teriak Angel.


Karena malu mereka langsung memutuskan untuk pulang, di dalam rumah Queen ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum ia makan malam nanti. Selesai bersih-bersih keduanya langsung makan malam di ruang makan.


Di tempat lain Andra sedang bersama Mila, mereka baru saja pulang dari kantor dan memutuskan untuk makan bersama di kafe.


"Minggu depan kita ke Bandung?" tanya Mila.


"Iya, Queen udah ngomong?"


"Udah tadi."


"Eh lu kenapa sih hari ini? Di kantor kok kek kurang semangat," tanya Mila penasaran dengan perubahan sikap Andra hari ini.


"Gak papah."


"Yakin gak papah?"


"Beneran."

__ADS_1


"Jangan bilang karena sekarang Rian pindah kantor," Mila terus menggoda Andra.


"Apa urusannya sama dia."


"Entahlah, gue kok ngerasa lu suka yah sama Queen."


"Apaan sih? Enggak mungkinlah, gue cuman kesel aja Queen masih mau terima Rian setelah apa yang Rian lakuin ke dia."


Mila tersenyum kecil, "Itulah cinta, terkadang kita bisa melakukan apapun asalkan kita bisa bersama terus dengan orang yang kita cintai walaupun sakit."


"Cinta bisa segitunya yah."


"Hahaha cinta tuh hal sederhana yang dapat berubah jadi sangat luar biasa, dan titik tertinggi dari mencintai itu adalah berkorban. Berkorban akan hati kita sendiri."


"Dih tumben lu melow," Andra memukul kening Mila.


"Anjirrr sakit," Mila memegang keningnya.


"Pelan doang kok gue, lebay lu."


"Dih emang sakit."


"Alah."


Mereka makan malam sambil ngobrol ringan, selesai itu karena Mila tidak bawa mobil jadi Andra mengantarkannya pulang.


"Eh di bandung nya kita berapa hari sih?" tanya Mila.


"Palingan cuman 3 hari, survei lokasi doang sih."


"Lu kenapa gak pergi sendirian aja sih? Ngapain ngajak gue orang cuman survei lokasi."


"Queen yang minta lu ikut, gue mah sendiri juga bisa. Cuman karena Queen yang minta jadi gue iyain deh, padahal mah males banget ngajak lu ribet sih orangnya."


Mila memukul lengan Andra beberapa kali.


"Berhenti nanti nabrak orang," ujar Andra.


"Abisnya lu nyebelin."


"Yah bercanda."


"Tapi bercandaan lu buat gue sakit hati gitu," Mila menyimpan tangannya di dada sambil memasang wajah sedih yang dramatis.


"Dih lebay lu."


Mila tertawa.

__ADS_1


__ADS_2