
Sampailah mereka di rumah, Rian segera mencari keberadaan Queen. Queen sedang tidur di kamarnya, Rian mendekati Queen lalu mencium kening Queen, wanita itu tiba-tiba terbangun.
"Kenapa gak bilang pulang hari ini sih? Kan bisa bareng?" tanya Rian mengelus rambut Queen.
"Kamu gak salah ngomong gitu?" Queen duduk sambil menyenderkan punggungnya ke senderan kasur.
"Ya udah aku minta maaf, kamu besok gak usah kerja dulu yah. Kasian badan kamu."
Queen tersenyum sambil menghela nafasnya dalam-dalam, "Kamu yang bikin aku kayak gini."
"Aku akan lakuin apapun buat kamu, aku akan buktikan lagi sama kamu kalau aku mencintaimu lebih dari apapun."
"Dengan cara apa? Sedangkan semua kepercayaanku sudah kamu hancurkan begitu saja."
"Sayang, besok mau jalan-jalan cari udara segar? Kita pergi ke kafe yang sering kita kunjungi mau?"
"Kita liat besok saja," Queen kembali tiduran.
Rian menarik selimut untuk menyelimuti Queen, "Tidur yang nyenyak yah sayang," setelah itu ia keluar dari kamar.
Di luar ia melihat Angel sedang makan di ruang tengah sambil menonton televisi, "Pergilah dari sini, ini uang untukmu, aku akan memberikanmu uang setiap bulannya," Rian menyodorkan kartu ATM miliknya.
Angel yang tengah duduk langsung bangun lalu menatap ke arah Rian, "Aku gak butuh uang kamu, jadi sebenarnya aku ini apa sih dimata kamu?" Angel sedikit sakit hati dengan omongan Rian.
"Kamu hanyalah selingkuhan ku, tidak lebih daripada itu. Jadi keluarlah sekarang dari rumah ini, aku tidak akan lepas tanggung jawab. Sampai bayi itu lahir aku akan membiayainya lalu setelah lahir aku akan tes DNA bayi itu."
"Jadi kamu gak percaya ini bayi kamu?"
"Kita buktikan nanti."
"Sialan, setelah semuanya yang aku kasih ke kamu aku serendah itu yah dimata kamu."
"Cepat bereskan barang-barang kamu, kalau kamu tinggal di sini Queen akan semakin menderita."
Angel melempar kartu ATM yang di pegang Rian, "Lalu bagaimana dengan aku? Kamu hanya pedulikan Queen?"
"Cepat pergi dari sini, atau aku benar-benar akan mengusir mu, setelah melihat betapa sakitnya Queen aku tidak segan-segan meninggalkan bayi di perutmu juga jika perlu."
"Kamu jahat Rian."
"Harusnya dari awal kamu tau aku jahat."
"Sialan, baik aku akan pergi dari rumah ini. Kamu akan menyesalinya nanti, aku tidak akan tinggal diam akan hal ini, aku kecewa sama kamu," Angel berjalan ke kamarnya untuk mengambil semua barang-barang miliknya dan keluar dari rumah ini.
__ADS_1
____________
Beberapa saat kemudian Queen keluar dari kamarnya, hari sudah malam ia hendak mencari makan karena lapar. Di meja makan sudah tersedia banyak makanan, ternyata semua makanan tersebut adalah makanan yang di buat oleh Rian.
Rian mempersilahkan Queen duduk, "Silahkan duduk MY Queen."
Queen duduk sambil tersenyum sedikit, Rian membuka celemek yang ia kenakan. Ia juga langsung menyiapkan makanan ke piring Queen, "Makan, cobain makanan aku. Kalau gak enak aku bakalan buatkan lagi sampai rasanya benar-benar enak."
Queen mulai menyuapkan makanan tersebut, Rian memasak sop iga sapi, lalu ayam kecap dan yang lainnya. Setelah mencoba semua masakan Rian, Queen terlihat terdiam sambil berpikir.
"Jadi gimana enak gak?" tanya Rian penasaran.
"EM........ Gimana yah?"
"Jangan buat aku makin penasaran deh, tapi pas tadi aku cobain rasanya gak buruk-buruk banget."
Queen tersenyum, "Enak kok, sejak kapan kamu bisa masak?"
"Ih kamu mah gak tau yah? Aku sekarang udah jadi chef tau," canda Rian.
"Bisa aja."
"Ya udah bareng yuk, aku juga lapar dari tadi masak doang."
"Angel kemana?" Ia terdiam di tangga sembari menatap sekelilingnya.
"Dia gak ada di rumah, udah jangan pikirin dia. Kita ke kamar aja istirahat lagi," Rian tidak mau membahasnya.
Queen menatap Rian, "Kamu usir dia?" tanyanya.
"Iya, aku gak akan buat kamu sakit hati lagi."
"Kok di usir?"
"Kamu tenang aja, aku bakalan terus kasih uang untuk bayinya. Terus kalau bayinya udah lahir aku akan tes DNA anak itu, aku gak yakin kalau itu anakku."
"Kamu jahat banget."
"Aku lebih gak mau kamu kenapa-napa hanya karena melihat dia ada di sini, jadi mulai sekarang jaga dirimu sebaik-baiknya saja jangan banyak pikiran. Aku akan rawat kamu semampuku."
"Ya udah ke kamar yuk aku pusing."
Mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar, saat di kamar Queen tiba-tiba ingin martabak, "Jam segini masih ada martabak gak yah," gumamnya.
__ADS_1
"Kamu mau martabak? Martabak apa? Aku belikan sekarang."
"Tapi ini dah malam tau, emangnya masih ada?"
"Aku cari kemana pun sampai ketemu."
"Gak papah?"
"Queen aku suamimu, apapun yang kamu mau akan aku usahakan jangan pernah bilang kayak barusan lagi. Mau Martabak apa?"
"Martabak keju coklat."
"Ya udah tunggu yah aku belikan."
Rian ingin membuktikan pada Queen bahwa dirinya sangat mencintai Queen dan ingin Queen tetap percaya padanya. Walaupun sejujurnya ia juga tau bahwa Queen akan sulit untuk percaya padanya, tetapi apapun akan ia lakukan untuk membuktikannya.
Beberapa saat kemudian Rian kembali ke rumah dengan membawa banyak kresek, nampaknya ia tidak hanya membeli martabak saja. Queen juga masih terbangun di kamar menunggu kedatangan Rian, "Mau makan di sini aja atau ke luar?" tanya Rian.
"Di sini gak papah kan?"
"Ya udah gak papah."
Mereka berjalan dan duduk di sofa, Rian menyimpan semua yang ia beli di meja. Ia membuka semuanya lalu memberikan sepotong martabak pada Queen.
"Kamu beli apa aja? Kan aku maunya martabak doang."
"Ini tadi di jalan ada banyak yang jualan, jadi karena kasian aku beli semua deh yang ada di sana."
Queen tersenyum tipis, "Ada apa aja sih?"
Rian membuka belanjaannya satu-satu, "Ada telur gulung, cilok, Es Milo, batagor sama ini satu lagi cilor."
"Udah lama aku gak makan makanan gitu, coba minta."
"Sayang jangan, kamu jangan makanan yang gak sehat ah nanti kenapa-napa lagi."
"Apaan sih? Masa udah di beli gak dimakan? Lagian dikit aja kok."
"Beneran dikit yah? Aku beli buat aku doang."
"Iya dikit," Queen merebut telur gulung yang tengah Rian pegang.
Mereka mengobrol sambil makan-makan sampai malam, selesai makan-makan keduanya pergi ke kamar mandi lalu setelah itu tidur.
__ADS_1
Di tempat lain Angel kembali ke apartemennya, "Pokoknya aku akan up di media kalau Rian selingkuh denganku, aku akan buat mereka hancur. Enak saja mereka baik-baik saja sementara aku menderita seperti ini, tidak adil."