
Di hari minggu yang cerah ini Rian dan Queen memilih untuk pergi belanja di supermarket, nanti malam Andra dan Mila akan datang ke rumahnya untuk bakar-bakar sebelum besoknya mereka akan berangkat ke Bandung.
Selesai belanja keduanya memilih untuk makan terlebih dahulu di restoran, "Aku ke toilet dulu yah sebentar," izin Queen.
"Mau aku anterin."
"Gak usah ke toilet doang kok," Queen pergi sendiri ke toilet.
Saat sedang melihat waktu di ponsel Rian di hampiri Angel yang datang-datang langsung memeluk lengannya, Rian kaget dan langsung berusaha melepaskan Angel darinya.
"Angel lepasin, banyak orang," tegas Rian.
"Biarin, biar semua orang tau kalau kamu selingkuh sama aku," Angel malah sengaja dan tidak mau lepas dari Rian.
"Kamu gila yah?"
"Aku memang gila, ini semua gara-gara kamu. Makannya aku gila."
Queen kembali datang, ia sempat mematung sejenak saat melihat apa yang di lakukan Angel dan Rian. Namun ia kembali berjalan menghampiri mereka dengan wajah yang santai, Queen menggulung lengan bajunya lalu ia mengambil minuman yang ada di mejanya dan ia siram ke atas kepala Angel.
Angel kaget dan berdiri di hadapan Queen sambil menatap Queen, "Apa-apaan sih?"
Queen melipat tangannya di dada, "Harusnya saya yang tanya seperti itu, apa-apaan kamu? Tidak punya malu peluk-peluk suami orang di depan umum? Mana di tolak lagi."
"Sialan."
"Kenapa? Bukannya memang seperti itu kenyataannya?" Queen tersenyum sinis.
"Minimal punya harga diri Mba, kalau emang udah di buang ya ikhlasin aja. Oh apa emang gak ada yang mau lagi yah sama Mba nya? Makannya ngejar-ngejar suami saya terus?" tambah Queen tersenyum jahat.
"Ah sialan," Angel yang malu karena jadi pusat perhatian banyak orang langsung pergi dari sana.
Rian berdiri dan meminta Queen duduk, "Udah lanjutin makannya, minumannya pesan lagi. Wanita kayak gitu gak usah di urusin."
"Gitu-gitu juga selingkuhan kamu," sindir Queen.
"Iya-iya udah, jangan jadi bad mood gitu ah."
"Cuman cewek gak punya otak yang gak bad mood sama kejadian barusan."
Selesai makan mereka langsung pulang ke rumah untuk menyiapkan tempat untuk nanti malam, mereka akan mengadakan pesta kecil-kecilan di taman belakang. Setelah persiapannya selesai Queen pergi ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju, sementara Rian malah menonton televisi di ruang keluarga.
Di tempat lain Andra dan Mila juga sedang main di Mall, tadinya mereka hendak beli makanan untuk nanti malam. Namun Queen bilang katanya gak usah karena Queen sudah beli banyak makanan, akhirnya karena sudah tanggung berangkat keduanya memutuskan untuk belanja dan main-main di mall.
"Ke sana yuk," Mila menarik tangan Andra menuju tempat permainan.
__ADS_1
"Kek bocah aja sih main yang kayak gitu," ujar Andra.
"Biarin," balas Mila, ia langsung main capit boneka.
Andra hanya berdiri sambil memperhatikan Mila yang malah keasikan sendiri main, "Bodoh lu masa gitu aja gak dapet."
"Dih emang lu bisa? Mana mungkin lu bisa."
"Dih minggir lu, liat nih gue pasti bisa," Andra mencoba permainan tersebut dan ternyata itu tidak semudah yang ia bayangkan.
"Hahaha, gue bilang apa susah bodoh," Mila memukul lengan Andra sambil ketawa-ketawa.
"Sialan gue beli juga nih sama mesin-mesinnya," Andra menendang mesin itu.
"Jangan di tendang nanti di marahin orang lu ah."
"Kesel gue, mending beli aja bonekanya langsung."
"Ih lu tau gak, kadang barang yang kita dapatkan dengan susah payah tuh jadi lebih berarti tau."
"Ah bodo amat pokoknya itu susah."
Karena tidak kunjung dapat, akhirnya mereka ganti permainan. Mila mengajak Andra main tembak-tembakan sampai akhirnya Andra juga mulai senang dan menikmati permainan di sana tidak seperti di awal yang marah-marah gak jelas.
Terakhir mereka mencoba main mobil-mobilan, mereka main dengan pengunjung lainnya juga. Andra dan Mila terlihat sangat menikmati permainan tersebut sampai kelelahan, selesai bermain mereka mencari tempat makan keduanya sudah mulai kelaparan.
"Boleh."
Keduanya memesan mie keju pedas dengan minum es teh manis.
"Mau pulang dulu atau langsung ke rumah Queen?" tanya Mila dengan mulut penuh makanan.
"Langsung aja ke rumahnya biar gak ribet."
"Oke."
__________
Sorenya Mila dan Andra sampai di rumah Queen, mereka di sambut Mba Mimah dan di minta menunggu di ruang tamu. Queen dan Rian turun dari tangga bersamaan, "Masih sore tumben udah di sini? Biasanya juga kalau janjian pasti ngaret lu berdua," sindir Queen.
"Kita abis dari Mall, jadi langsung aja ke sini daripada ngaret nanti," balas Mila.
Queen dan Rian duduk di sofa.
"Abis jalan-jalan nih ceritanya kalian berdua," Queen mulai ingin meledek mereka.
__ADS_1
"Ya tadinya mau beli makanan buat nanti malam, eh lu wa gue katanya gak usah jadi karena udah tanggung berangkat kita memutuskan untuk ke Mall aja deh," jelas Mila.
"Oh gitu," Queen senyum meledek.
"Dih beneran gitu kok."
"Iya deh iya, tapi kalian berdua kalau di liat-liat cocok loh," ujar Rian.
"Iya juga yah," setuju Queen.
"Apaan sih enggak ada cocok-cocoknya," Timpa Andra dengan wajah kesal.
Ekspresi bahagia Mila mendadak berubah saat Andra bicara, namun ia kembali tersenyum, "Iya gak cocok kok kita."
Malamnya mereka langsung menyalakan kompor untuk membakar sosis, daging dan yang lainnya. Untung cuaca malam ini sangat mendukung, banyak bintang di langit yang bertaburan di temani sang bulan yang membulat dengan sempurna juga.
"Malamnya indah yah," gumam Queen sambil membolak-balik sosis.
"Iya, untung aja. Kalau hujan kan jadi gak seru," setuju Mila.
"Eh lu gak mau ikut aja gitu sama Rian ke bandung?" lanjut Mila.
"Enggak, kan gue juga harus ngerjain kerjaan yang ada di sini."
"Oh iya juga sih."
"Padahal kalau pergi berempat seru tuh kayaknya."
"Udah mateng belum? Malah ngobrol terus," tanya Andra yang sedang bersantai di kursi.
"Sialan, bantuin makannya kalau mau cepet selesai," bentak Queen.
"Dih cowoknya tinggal makannya aja," lanjut Andra kembali memalingkan wajahnya dari Queen.
"Enak aja, bentar lagi selesai. Yang sabar jadi orang."
Rian berjalan menghampiri Queen, ia ingin membantu istrinya, "Kamu istirahat aja biar aku yang lanjutin, kamu lagi hamil kan."
"Gak papah?"
"Iya udah sana duduk."
Queen memilih untuk duduk di kursi yang sudah tersedia di sana bersama dengan Andra. Mila tiba-tiba menodongkan pisau ke depan muka Rian, "Eh awas aja kalau lu selingkuh lagi, gue bakalan jadi orang pertama yang nusuk perut loh," ancamnya.
"Tenang gue udah gak bakalan lakuin itu lagi kok."
__ADS_1
"Jangan tenang-tenang tapi lu nanti selingkuh lagi, ingat yah! Orang kalau udah main cewek susah berhentinya, awas aja kalau lu ketahuan. Gue beneran loh mau nusuk lo, kalau sekarang Queen mengizinkan juga bakalan gue tusuk lo, tapi kalau nanti lu selingkuh lagi mau Queen ngizinin atau enggak gue bakalan tusuk loh," Mila menjauhkan kembali pisau nya.