
Beberapa bulan telah berlalu, Angel sudah di bebaskan oleh Queen Karena ia kasihan. Angel juga sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan keji itu lagi, ia sudah benar-benar pindah ke Singapore untuk memulai hidup barunya.
Kini usia kandungan Queen sudah 9 bulan, kata dokter kelahiran anaknya tinggal satu minggu lagi. Queen juga sudah tidak kerja lagi semua pekerjaannya ia serahkan pada Andra dan Rian, di rumah Queen di dampingi susternya karena Rian khawatir.
"Aku tiba-tiba pengen makan soto yah," gumam Queen yang masih terduduk di tempat tidurnya.
"Gimana kalau saya minta Mba buat beliin soto," ujar susternya.
"Aku pengen Rian yang belinya."
"Kan Tuan Rian sedang kerja."
"Tapi pengen Rian yang beli," Queen memasang wajah cemberut.
"Ya sudah saya coba hubungi," Suster nya langsung mencoba menghubungi Rian tapi tidak di angkat.
"Kayaknya lagi rapat deh, ya udahlah nungguin pulang aja," ujar Queen tak mau menganggu.
Beberapa saat kemudian, kini hari sudah malam dan Rian pun pulang. Rian yang baru sampai di rumah langsung harus pergi lagi karena Queen ingin soto padahal ini sudah malam sekali akan sulit mencari tukang soto yang masih buka.
"Aku ikut," Queen mengikuti Rian berjalan ke luar.
"Enggak, kamu tungguin aja di rumah ini udah malam."
"Gak mau, aku mau ikut belinya."
"Ya udah iya."
Sementara itu di tempat lain Mila dan Andra tengah makan malam di sebuah restoran mewah bergaya Eropa, Keduanya sudah semakin dekat. Karena kerjaan mereka berdua juga lah yang membuat keduanya semakin dekat.
"Mau nikah gak?" tanya Andra agak kaku.
Mila tersenyum, "Yah mau lah, siapa juga orang yang gak mau nikah," Mila masih sibuk makan tidak mengerti apa yang di maksud Andra.
"Maksud gue, lu mau nikah gak sama gue?"
Tiba-tiba Mila tersedak, "Apa? Lu gak salah ngomong kan?"
Andra menyodorkan minum pada Mila yang tersedak, "Enggaklah, emangnya menurut lu ngapain gue bawa lu ke sini?"
__ADS_1
Mila sedikit berkaca-kaca tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Walaupun sejujurnya ia tau bahwa Andra belum sepenuhnya mencintai dirinya, tatapan Andra ketika melihatnya masih belum sama dengan tatapan Andra saat melihat Queen.
Andra berdiri lalu mengeluarkan cincin dari saku bajunya, ia berlutut di hadapan Mila sambil menyodorkan kotak yang berisi cincin berlian.
"Mau?" tanya Andra sekali lagi.
Mila kini benar-benar menangis, ia mengangguk secepatnya sambil memberikan tangannya pada Andra, "Aku mau."
Setelah itu keduanya berpelukan, Andra sudah mulai melihat cinta di diri Mila yang akhirnya membuat ia luluh dan memutuskan untuk menikah dengannya. Beberapa saat kemudian Mila langsung memberitahu Queen akan kabar bahagia tersebut, Queen yang saat ini masih mencari tukang soto pun ikut bahagia mendengarnya.
Untuk merayakannya mereka berempat memutuskan untuk makan malam bersama besok, mereka setuju dengan hal itu.
_____________
Setelah lelah berkeliling di jakarta akhirnya Queen dan Rian mendapatkan soto yang di inginkan Queen, setelah itu mereka kembali pulang untuk memakannya di rumah.
"Ternyata Andra langsung lamar Mila yah," ujar Queen sambil makan soto nya.
"Iya."
"Pasti Mila seneng banget, dia udah suka sama Andra dari lama. Tapi si Andra gak tau kenapa bodoh banget gak bisa liat kalau Mila tuh sesuka itu sama dia."
"Sayang," Rian merapihkan rambut Queen.
"Kamu emang gak ngerasa kalau Andra tuh suka kamu?"
Queen tertawa kecil sambil memukul paha Rian, "Apaan sih gak mungkin, Andra tuh gak mungkin suka aku."
"Laki-laki itu bisa tau kalau ada laki-laki yang suka sama seseorang tapi di pendem," jelas Rian.
"Udahlah, yang penting sekarang Andra udah sama Mila."
"Gini loh sayang, aku seneng kalau pada kenyataannya Andra udah jatuh cinta sama Mila. Tapi aku kasihan kalau seandainya sampai Andra nikahin Mila hanya karena mau ngelupain kamu."
Queen terdiam, "Tapi aku yakin kok Andra pasti cinta sama Mila makannya ia mau nikahin dia," walaupun hatinya sedikit ragu ia berusaha meyakinkannya.
"Yah semoga aja gitu, karena kalau sampai Andra yang belum bisa lupain kamu. Kasian Mila nya, dia hanya akan jadi bayang-bayang doang."
________________
__ADS_1
Hari berlalu begitu cepat, kini Queen, Rian, Mila dan Andra telah sampai di restoran yang mereka sudah boking tadi. Sebelum makannya datang Queen mengajak Andra untuk bicara empat mata di tempat yang agak sepi, "Gak papah kan aku pinjem dulu bentar?" tanya Queen menatap Mila.
Mila tersenyum, "Iya gak papah."
Andra dan Queen meninggalkan meja, mereka pergi ke lantai paling atas restoran untuk bicara sambil menikmati pemandangan dan angin malam. Queen memejamkan matanya menghirup udara dengan sangat dalam, "Kamu yakin nikahin Mila?" tanya Queen memecah keheningan di antara mereka.
"Yah yakin lah, emangnya kenapa?"
"Rian bilang kamu suka aku, itu bener?" Queen menatap Andra ingin pria di depannya itu jujur pada dirinya.
Andra membalas tatapan Queen sebentar sebelum akhirnya ia mengalihkan pandangannya ke arah depan melihat indahnya kota jakarta dari atas, "Kalau aku bilang iya emangnya kamu percaya?"
"Jadi sampai sekarang kamu masih suka aku?"
"Cinta gak bisa di tolak kan kedatangannya?"
"Andra liat aku! Jadi sekarang kamu masih suka aku atau enggak?"
Andra menatap Queen sambil tersenyum, "Aku udah mulai belajar mencintai Mila, karena aku tau gak akan ada satu kesempatan pun untuk aku bisa mendapatkan mu seutuhnya."
"Jadi bener? Kenapa kamu gak bilang kalau kamu suka?"
"Buat apa Queen? Itu malah akan buat hubungan kita canggung, aku gak mau kamu menjauh dari aku karena kamu tau aku begitu mencintaimu."
"Kamu cinta sama Mila sekarang?"
"Iya aku yakin cinta itu akan tumbuh lebih besar," jawab Andra walaupun ia sejujurnya tidak yakin jika cintanya pada Mila akan sebesar cinta ia pada Queen.
"Aku tenang kalau gini, aku gak mau Mila cuman kamu jadiin alat untuk lupain aku. Kasian Mila nya," Queen sedikit lega dengan jawaban Andra.
Sementara itu Rian dan Mila tengah menunggu Andra yang lama sekali itu, "Mereka ngobrol apa sih lama banget?" tanya Mila.
"Kenapa cemburu?" tanya Rian.
"Enggak, maksudnya lama aja."
Tak lama setelah itu Andra dan Queen datang, Andra sedikit membantu Queen berjalan karena perut Queen besar ia agak sedikit kesusahan berjalan. Keduanya kembali duduk, makanan mereka juga datang.
"Nih, ini untuk kalian semoga kalian suka," Queen memberikan sebuah kotak kado untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Kita kan belum-" omongan Mila di potong Queen.
"Udah Terima aja kenapa sih."