Suamiku Mantan Tunanganku

Suamiku Mantan Tunanganku
79.JANGAN PERGI .


__ADS_3

lAsalamualaikum


Selamat Siang semua pembaca Novel ku.


Bagaimana, kabarnya semoga selalu di berikan kesehatan semua ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‡Amin.


Hari Ini Akan UP lagi ya biar Author semangat beri dukungan ya ya dengan memberikan.


Like


Vote


Komentar ya.


Terimakasih.


Up terus ya, biar kalian senang ya


โค๐ŸŒŸSELAMAT MEMBACA๐ŸŒŸโค


Kembali ke RS


Dimana keluarga dari AL dirawat, banyak air mata berjatuhan, teman saudara, dan banyak lagi, apalagi setelah Dokter bilang, tidak ada harapan lagi, tangis semakin pecah, Mamah, sampai pingsan berkali kali. sedangkan teman temannya, menyesali apa yang memang mereka lakukan pada teman dan Bos nya,


Setelah mendengar kata Dokter, karena pasien tidak ada keinginan sembuh, jadi tipis harapannya. 1 jam kemudian, Dokter menyatakan, kalau nyawanya sudah tidak tertolong lagi, semakin pecah teriakan dan tangisan.


Semua melakukan teriakan yang tidak terbendung penyesalan, Edoardo.


"AL!....Bangun" AL, Bos, Abang, semua teriakan demi teriakan. mereka ucapkan.


"AL....! jagan Pergi AL.


Tiba tiba dari arah Pintu


" Siapa yang pergi? tidak ada yang pergi....!!!"ucapan sangat lantang.


Semua mata tercengang, melihat siapa yang datang.


langsung menghampiri AL.


"BIE! Jagan pergi! aku sudah kembali, aku sudah memaafkan mu, Bie!...Dokter cukup, jagan di cabut, Suami saya masih hidup, Berhenti!!....aku bilang. kalian lihat dia masih hidup.


Kalian bukan Tuhan, yang Bisa memutuskan, minggir kalian". sambil memarahi dokter yang mencabut alat alat yang terpasang pada tubuh AL.


" Nona Maaf. ini prosedur dari RS, jadi kita cuma menjalankan, Nona yang Ikhlas, ya, Biar tenang suami Nona" ucap Dokter.


"Tutup Mulutmu!.....".RS ini milikku! aku akan pecat kalian semua".kata Devita Histeris.


" Bie Bangunlah lihat mereka, Bie hiks hiks.Mereka tidak percaya padaku". tidak ada yang berani mendekat membiarkan Devita.


Satu jam berlalu, akhirnya Devita membisikan sesuatu.entah apa yang di bisikan okeh Devita.


Terjadilah keajaiban, Detak jantungnya, Berbunyi lagi dokter berlarian untuk memasang alatnya lagi.


Semua orang menatap, takjub. bahwa ini keajaiban, Mamah langsung memeluk menantu tercintanya.


"Saya periksa Dulu Nona".

__ADS_1


Ini Mukjizat, sungguh, kami para Dokter meminta maaf sebesar besarnya Pada Nona Berliana Sekeluarga Kami permisi".


"Sayang, lihatlah Suamimu sudah kembali". kata Mamah. sambil memeluk menantunya.


"Kakak, Alhamdulillah, Kakak datang tepat Waktu".kata Ina sambil memeluk Devita.


" Nona Devi Terimakasih Sudah datang untuk Bos kita". ucap mereka.


"Dek,akhirnya kamu datang juga".


Devita menoleh dan memandangi satu persatu,


" Apakah ini ulah kalian??semua. sambil mengacungkan jarinya?...". tanya Devita.


"Jawab!.... ".


"Jawab!!..."


Sambil Berteriak. Devita menanyai mereka yang masih mematung kaget dengan Teriakan Devita. apalagi David, kaget wanita yang pernah dia sukai punya sisi kekejaman.


Tiba tiba. AL membuka matanya karena mendengar istrinya Berteriak dengan kencang, memarahi mereka yang sudah menghajar nya. karena sebenarnya mereka tidak salah, dialah pantas di hajar, karena sudah menyakiti istrinya.


"Sa Sa sayang, sayang Kemarilah, mereka tidak salah sayang. aku yang bersalah, aku pantas mendapatkan ini semua. dengan suara beratnya".


"Abang!!..."kata Inara


"Bos, Bro, Pak,


"Kasep..! "ucap Mamah sambil berlinang air mata melihat anaknya sudah bangun.


" Bie kamu sudah sadar, sambil berderaian air matanya mendekati suaminya yang terbaring lemah, langsung memeluk suaminya, Maaf ya Bie, kamu jadi begini karena aku, aku hampir kehilanganmu".๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ข.


"Jagan menagis, sayang ๐Ÿ’• Terimakasih Saayaang Sudah kembali maafkan aku...!.sambil terbata bata.


" Maaf Permisi, pasien Butuh istirahat ya, 1 jam lagi baru bisa di ajak bicara lagi, harap menunggu di luar ruangan".


" Oke, Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ’• Sus. kata Devita.


"Ayo kita keluar semuanya". kata Mamah.


" Bie aku keluar ya, kamu istirahat, muuuach".sambil mencium suaminya.


" Mamah Istirahat ya, di ruang sebelah sudah di siapkan buat istirahat, 1 jam lagi bisa ketemu anak kasep Mamah ya". kata Devita.


" Iya sayang Ayo Lusi, temani Mamah". ucap mamah meminta asistenya menemaninya.


Setelah Mamah pergi.ke kamar sebelah Devita menemui mereka semua.


" Siapa di antara kalian yang mau menjelaskan?.. tanya Devita.


Tiba tiba ruangan sunyi tidak ada suara karena Devita yang ini sungguh menyeramkan.


Huuuft


"Abang yang melakukannya Dek". jawab Edo.


"Kenapa, Bang tega seperti itu, hemmm, Kenapa??Abang jahat banget, dia suami aku, adik ipar Abang, sahabat Abang". kecewa Devita pada Abangnya.

__ADS_1


Semua orang tercengang.mendengar ucapan Devita yang membela suaminya.


" Ya, aku memang jahat, tega tidak punya hati, tapi aku punya alasan melakukanya,Aku tidak rela, ada orang yang menyakitimu, menghinamu, merendahkan mu Dek.Dari semua cerita yang aku dapat, sakit hatiku Dek, melihat kamu di perlakukan seperti itu.Kamu dihina, padahal, semua, keluarga, memperlakukanmu, seperti Putri, Ratu, aku tidak rela,


aku memutuskan, menghajarnya. rame rame.


" Setega itu Bang, kalau sampai dia meninggal, aku jadi janda begitu... ".


" Alasan ke dua, Membuatmu kembali, aku yakin, kamu sangat mencintai suamimu kan. Dek, sebenarnya tidak tega, hanya 1 jalan membuatmu kembali, tapi AL saja lemah, baru segitu sudah tumbang ". jawab Edo.


" Dan kalian tega sama Bos kalian sendiri. hmmm, seandainya tak tertolong, apa yang kalian akan lakukan Hmm sambil menahan marahnya ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก.


Kalau kalian mau kasih pelajaran Oke, tapi tidak seperti ini ". ucapan Devita sambil melihat Anak buah suaminya, karena mereka dengan bodohnya mengikuti arahan Abangnya yang ikut menghajar suaminya.


" Maafkan kami Devi", kata mereka.


" Gila ya kalian. gak habis pikir aku, ada yang namanya sahabat, anak Buah, Bodoh semua".kata Devita.


" Maafkan Abang Dek". kata Edo.


" Hmmmm" jawab Devita.


" Bro lue kenapa takut banget". kata David.


" Kalau AL tidak selamat makan kita juga tidak selamat, pasti kita jadi santapan, Bundi dan Bundo kan".


kata Edoardo.


Hah ha ha ha. tawa Devita sunguh menyeramkan, baru ini mereka tau sisi lain Devita yang cantik, lembut.


" Tuh sudah tau Bang, masih berani main main sama aku, kata Devita.


Dan semua bengong apa itu Bundo dan Bundi. tatapan tajam Devita pada mereka semua.


Apalagi tertawanya Devita sungguh mengerikan. seperti mau menghabisi mereka.


" Maaf ya Dek, Abang Khilaf. terlalu sayang sama kamu. alasan Edo.


" Enak aja kalian,lolos begitu saja.


Tetep ada hukuman ya.Atau mau jadi santapan nya. Mauuu....?. Tanya Devita.


"Apa Bro ituu? Bundo Bundi, itu".tanya David kepo.


" ๐ŸŠbuaya dan ๐Ÿฏ Harimau peliharaan ya jawab Edo. membuat mereka menelan ludahnya.


" Apa??....".Serentak kaget mereka sambil berteriak.


Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak Up-nya setiap Hari. Degan cara:


Like.


Vote


komentar


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ’•.

__ADS_1


__ADS_2